
Saat ini, persaingan di bisnis digital sangatlah ketat. Supaya suatu perusahaan dapat bersaing, terdapat banyak sekali persyaratan yang harus dipenuhi mulai dari website yang bekerja secara responsif dan tanpa gangguan seperti error atau bug, pemanfaatan SEO dalam menaikkan peringkat website di mesin pencari, pembuatan konten yang berkualitas, dan masih banyak lagi. Tidak hanya pada website, masih banyak pula hal yang harus terpenuhi apabila suatu perusahaan mengembangkan software, aplikasi, ataupun E-commerce untuk mendukung kegiatan bisnis mereka. Tentunya, dibutuhkan strategi yang tepat guna untuk mewujudkan hal-hal tersebut.
Salah satu hal terpenting yang harus dilakukan oleh perusahaan agar dapat bersaing adalah membangun tim IT yang solid dan mampu memenuhi kebutuhan transformasi digital bagi perusahaan. Saat ini, sudah cukup banyak pula perusahaan yang memiliki tim IT in-house untuk menjalankan keperluan digital mereka. Namun, terkadang hal ini masih belum cukup, mengingat kebutuhan bisnis perusahaan yang bermacam-macam menyebabkan kurangnya fokus perusahaan untuk mengembangkan tim IT mereka karena ada hal lain yang menjadi prioritas utama perusahaan. Padahal, di sisi lain, tim IT haruslah berisi orang-orang yang berpengalaman dan ahli di bidangnya agar dapat menghasilkan produk digital terbaik bagi perusahaan.
Lalu, apa langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan?
Salah satu solusi yang dapat diambil adalah dengan mempekerjakan extended team model (ETM) untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atas tenaga IT yang mumpuni dan berpengalaman dalam rangka meningkatkan kualitas kerja dari tim IT in-house perusahaan. Tenaga ahli ini akan melengkapi tim IT yang telah dimiliki perusahaan, bisa oleh satu orang maupun lebih, sesuai dengan proyek yang sedang dikerjakan. Ditambah lagi, perusahaan dapat memilih sendiri anggota yang akan membantu dalam pengerjaan proyek untuk perusahaan tersebut. Tidak berhenti sampai di situ, waktu kerja dari tim IT tambahan ini pun akan fleksibel mengikuti proyek yang sedang berjalan sehingga proses pengerjaan menjadi lebih efektif.

Extended team memang menawarkan banyak keuntungan saat perusahaan menggunakannya. Namun, tentunya hal-hal tersebut bisa saja tidak terpenuhi ketika ada kesalahan saat bekerja dengan extended team tersebut. Berikut beberapa kesalahan yang mungkin terjadi saat bekerja bersama extended team:
Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat bekerja bersama extended team adalah adanya potensi bahwa kerja sama tersebut akan berlangsung selamanya. Extended team bukanlah satu tim yang bekerja untuk perusahaan Anda pada satu proyek saja, melainkan sebuah solusi permanen untuk kebutuhan digital perusahaan di masa depan. Ketika Anda berpikir bahwa kerja sama antara tim IT perusahaan Anda dan extended team hanya kerja sama jangka pendek, maka saat itulah Anda berpotensi besar untuk kehilangan kesempatan yang lebih besar.
Apabila Anda melihat secara garis besar, Anda tidak hanya dapat menggunakan extended team untuk mengerjakan proyek saja, tetapi Anda juga dapat menggunakan extended team untuk menganalisis kemampuan tim IT perusahaan Anda saat ini, di mana kelemahan dari tim tersebut, dan bagaimana cara mengembangkan skill yang dibutuhkan untuk memperbaiki kelemahan tersebut.
Salah satu pertimbangan besar dari perusahaan saat akan mempekerjakan extended team adalah biaya yang harus dikeluarkan. Hal ini memang masuk akal, mengingat perusahaan perlu merencanakan matang-matang tentang biaya yang akan dikeluarkan. Kebanyakan perusahaan, mungkin pada akhirnya, akan memilih extended team yang membuat perusahaan mengeluarkan biaya lebih kecil. Namun, keputusan itu bisa jadi menjadi bumerang di masa depan.
Tim dengan harga yang lebih murah biasanya tidak menjamin bahwa tim yang dipekerjakan akan memiliki skill yang mumpuni atau pengalaman yang berlimpah. Hal ini tentunya akan turut memengaruhi hasil kerja dan tingkat kesuksesan dari proyek yang dikerjakan.
Aset terbesar dari sebuah perusahaan adalah para karyawan. Begitu pula dengan extended team, merupakan aset yang berharga bagi perusahaan karena mereka turut membantu menyelesaikan proyek dengan tepat waktu dan kualitas yang baik. Berbeda dengan IT outsourcing, anggota dari extended team percaya dengan visi dan misi perusahaan Anda dan menjadikan hal tersebut sebagai landasan dari pekerjaan mereka.
Ketika Anda memperlakukan extended team seperti orang luar, justru hal tersebut dapat memengaruhi moral dan motivasi mereka, yang berakibat pada menurunnya produktivitas dan kualitas kerja.
Meneken kontrak dengan extended team tidak serta merta menjamin bahwa proyek Anda akan sukses. Sebelum itu, Anda harus memiliki roadmap, pembagian kerja, cara komunikasi, dan ekspektasi yang jelas untuk proyek yang akan Anda jalani.
Selalu ingat bahwa bagian inti dari sebuah proyek adalah perencanaan. Karena itu, perencanaan proyek merupakan faktor esensial yang harus dimiliki sebelum menjalankan sebuah proyek. Tanpa perencanaan yang jelas, kolaborasi dengan extended team bukannya menaikkan produktivitas, melainkan menambah kebingungan dan kekacauan.

Setelah mengetahui tentang beberapa kesalahan yang biasa terjadi saat bekerja bersama extended team tersebut, kini Anda tentu perlu mengetahui beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari kesalahan tersebut. Beberapa hal yang dapat dilakukan saat bekerja bersama extended team, antara lain:
Selalu anggap bahwa kerja sama dengan extended team tersebut akan berlangsung selamanya. Biasanya, Anda akan dapat memilih sendiri anggota extended team yang akan membantu proyek perusahaan. Ingatlah bahwa anggota extended team tersebut akan bekerja berdasarkan visi misi perusahaan Anda dan akan berusaha membantu sebaik mungkin untuk menumbuhkan bisnis Anda. Karena itu, jangan hanya berpikiran untuk satu proyek saja, melainkan manfaatkan keahlian dan pengalaman extended team sebagai sarana untuk transfer ilmu dan berbagi insight dengan tim IT in-house perusahaan Anda.
Kesampingkan biaya sejenak dan pertimbangkan lebih jauh mengenai kualitas dari extended team yang akan Anda dapatkan apabila mau membayar lebih. Perhatikan kembali portfolio dan pengalaman dari extended team tersebut dan pertimbangkan value yang dapat dibawa mereka terhadap kesuksesan proyek dan perusahaan Anda. Selalu ingat, bahwa tim dengan value yang lebih baik akan turut membawa hasil yang lebih baik bagi masa depan perusahaan.
Extended team bukanlah orang luar. Mereka bekerja untuk kesuksesan perusahaan Anda. Karena itu, perlakukan mereka seperti bagian dari tim perusahaan Anda sendiri. Libatkan mereka dalam diskusi dan pengambilan keputusan, dengarkan opini atau pendapat mereka, dan perlakukan mereka dengan baik dapat meningkatkan moral dan motivasi dari anggota extended team tersebut.
Agar kolaborasi dengan extended team berhasil, diperlukan perencanaan yang jelas mulai dari roadmap proyek, komunikasi antar anggota tim, delegasi peran dan kerja anggota tim, hingga ekspektasi akan hasil yang akan dihasilkan dari kerja sama tersebut. Pastikan juga komunikasi dan transparansi tetap terjaga dalam proses pengerjaan proyek.
Extended dapat menjadi solusi bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta IT terbaik dan berpengalaman untuk menyukseskan suatu proyek bagi perusahaan. Namun, terdapat kesalahan yang biasa dilakukan saat bekerjasama dengan extended team, mulai dari pemikiran untuk kerja sama jangka pendek, lebih mementingkan biaya dibandingkan value, tidak cukup melibatkan extended team, hingga tidak adanya perencanaan proyek yang baik. Hal-hal tersebut haruslah dihindari demi kesuksesan proyek saat bekerjasama dengan extended team.
Untuk lebih tahu info menarik seputar dunia IT lainnya, kunjungi roketin.com