Berkenalan dengan API: Definisi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Technology28 Dec 20225 Minutes
definisi api

Anda mungkin pernah mendengar istilah API saat menggunakan suatu aplikasi.  Walaupun Anda tidak mengetahui definisi API secara pasti, namun sebenarnya penggunaan API sangat marak di sekitar kita, mulai dari aplikasi pemesanan tiket, transportasi online, hingga mobile payment, semuanya menggunakan API. Apabila Anda pernah menggunakan aplikasi tersebut, berarti besar kemungkinan Anda sudah pernah bersinggungan dengan API. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan API?

 

 

Apa Itu API?

Tentunya, penamaan API tidak merujuk pada api dalam artian sesungguhnya, melainkan sebuah akronim dari Application Programming Interface atau Antarmuka Pemrograman Aplikasi. Adapun, API sendiri merupakan penghubung yang memungkinkan integrasi antara dua aplikasi di mana salah satu aplikasi menjadi klien dan yang lain menjadi server dengan menggunakan format requests and responses. Tentunya, hal ini membuat API menjadi salah satu opsi yang dapat memudahkan suatu aplikasi untuk dapat mengekstrak atau berbagi data baik dalam maupun lintas organisasi. 

 

Keberadaan API tentunya sangat bermanfaat, baik bagi pengguna maupun pengembang aplikasi. Beberapa manfaat tersebut antara lain:

 

  • Development aplikasi menjadi lebih efisien karena pengembang tidak perlu membangun semua fitur dalam aplikasi dari awal, melainkan cukup mengintegrasikan dengan layanan yang ingin didapatkan lewat API. Contohnya adalah aplikasi pemesanan tiket, di mana pengembang dapat melakukan integrasi dengan server dari pihak maskapai untuk mengetahui kursi yang masih kosong dan sudah dipesan.
  • Memudahkan dalam pembuatan aplikasi yang kompleks dan fungsional karena di dalam aplikasi yang telah dikembangkan akan otomatis memiliki fitur yang dimiliki oleh API tersebut, sehingga tidak diperlukan lagi penambahan data manual. Contoh yang paling sering ditemukan adalah pada aplikasi transportasi online yang membutuhkan data maps. Agar tidak perlu membuat aplikasi sendiri yang memakan biaya, aplikasi cukup menyambungkan dengan Google Maps.
  • Beban server menjadi lebih ringan karena data yang dibutuhkan oleh aplikasi tidak akan disimpan seluruhnya oleh server aplikasi, melainkan disimpan pula oleh API. Beban yang lebih ringan tentunya dapat membuat performa aplikasi menjadi lebih baik karena peristiwa down-server akibat load data yang terlalu banyak dapat dihindari.
  • Waktu dan biaya yang dibutuhkan dalam proses pengembangan menjadi lebih efisien karena sifat API yang fleksibel. Pemasangan API akan mempercepat proses pengembangan karena pengembang tidak perlu membangun semua fitur dari awal dan menyiapkan data sendirian, di mana hal ini akhirnya membuat biaya pengembangan juga menjadi lebih hemat
  • API dapat membantu perusahaan dalam menaikkan kepuasan pengguna aplikasi. Semakin mudah dan cepat suatu aplikasi, pengguna akan semakin puas. Ulasan pengguna yang puas, akan menarik perhatian orang lain, sehingga dapat menjangkau lebih banyak orang dan meningkatkan kemungkinan suatu aplikasi mendapatkan lebih banyak pengguna.

 

Manfaat API yang beragam tersebut, membuat API saat ini tidak hanya dilihat sebagai kode, melainkan juga sebagai produk oleh para pengembangnya. API yang awalnya hanya digunakan dalam rangka mempermudah pekerjaan dan akses pengembang, sekarang didesain pula untuk dapat langsung memenuhi kebutuhan pengembang secara lebih spesifik. API juga terus didokumentasikan dan dibuat versi terbarunya yang memudahkan pengguna API dalam memonitor performa dan skala API, juga mempermudah dalam perawatan dan pembaruan APi di masa mendatang. Selain itu, keamanan data juga menjadi lebih baik, sehingga sangat berguna tidak hanya dalam melindungi data pelanggan aplikasi komersil, melainkan juga pada sistem aplikasi milik pemerintah.

 

Jenis-jenis API

Tentunya, untuk mendatangkan manfaat tersebut, API dikelompokkan lagi ke dalam beberapa jenis. Pengelompokan ini berdasarkan pada hak aksesnya, di mana hak bagi tiap jenis API akan dibatasi dalam konteks jenisnya. Beberapa jenis API tersebut antara lain:

 

1. Private API

API jenis ini merupakan kebalikan dari Public API. Private API tidak dapat dipergunakan secara luas untuk kepentingan umum. Jenis API ini biasanya hanya digunakan untuk keperluan khusus pada internal suatu tim pengembangan atau kepentingan individu. Conohnya adalah API yang digunakan back end untuk dapat mengakses front end suatu website.

 

2. Public API

Seperti namanya, Public API merupakan jenis yang boleh digunakan oleh siapapun pada platform apapun. Kemudahan pada aksesnya ini membuatnya menjadi jenis API yang paling sering digunakan. Contoh dari API ini adalah Google Maps.

 

3. Partner API

Partner API dapat digunakan oleh umum. Tetapi, sesuai namanya, untuk dapat menggunakan API jenis ini, perlu adanya perjanjian kerja sama antar pihak untuk dapat menggunakannya. Karena itu, proses pendaftaran harus dilakukan terlebih dulu untuk mendapatkan izin. Setelah izin penggunaan API keluar, baru API tersebut dapat digunakan. Contohnya adalah API pada Pinterest.

 

4. Composite API

Composite API adalah jenis yang menyimpan data dari banyak server atau dapat dibilang juga hosting di satu tempat. Hal ini membuatnya dapat menghemat waktu pengerjaan dari pengembang, di mana mereka cukup mengakses server sekali dan berbagai data yang dibutuhkan akan bisa langsung didapat.

 

 

Cara Kerja API

Walaupun API memiliki beragam jenis, namun pada dasarnya cara kerja dari API tetap sama. Adapun beberapa tahapan dalam cara kerja API adalah:

 

  1. Tahap pertama adalah aplikasi harus mengakses API terlebih, di mana hal ini dimulai ketika pengguna aplikasi membuka dan mengakses aplikasi. Contohnya, ketika Anda membuka aplikasi transportasi online, maka pada saat itulah aplikasi akan mulai mengakses API yang telah tersambung pada fitur di dalam aplikasi.
  2. API akan mengirim request ke server di mana hal ini akan terjadi setelah aplikasi berhasil mengakses alamat API. Misalnya, Anda ingin bepergian ke suatu tempat dan menandai tempat tujuan Anda pada aplikasi transportasi online. Nantinya, API akan mengirim request tersebut pada server.
  3. Setelah request diberikan, server akan merespons API dengan menyiapkan data sesuai permintaan. Dalam konteks transportasi online, jalur dan perkiraan waktu tempuh akan disediakan oleh server bagi Anda sesegera mungkin setelah Anda menetapkan tempat tujuan Anda.
  4. API memberikan hasil pada aplikasi, di mana pada proses ini hasil sudah dapat Anda terima. Proses dan cara kerja API ini tidak memakan waktu lama dan dapat digunakan dalam jumlah yang massif. Selain itu, ketersediaan data yang banyak membuat pengguna aplikasi seringkali memiliki opsi lain pada data yang ingin diakses.

 

Kesimpulan

API atau Application Programming Interface merupakan penghubung antar dua aplikasi yang menciptakan integrasi data lewat sistem requests and responses. API memiliki berbagai manfaat mulai dari proses development yang lebih mudah hingga dapat menjangkau lebih banyak calon pengguna. API sendiri memiliki empat jenis mulai dari Private API, Public API, Partner API, dan Composite API. Adapun cara kerja API dimulai dari pengaksesan API oleh aplikasi, sebelum pengiriman request yang nantinya akan direspon oleh server, di mana hasil akhirnya adalah data hasil request yang akan dikirimkan pada aplikasi. 

 

Ingin tahu info menarik seputar dunia IT lainnya? Kunjungi roketin.com

 

 

Other Insights
Share This Story: