fbpx

Prinsip Scrum dan Penerapannya Dalam Kehidupan

5 minutes

Untuk astronaut yang sudah sering terlibat dalam proyek-proyek pengembangan software, terutama jika menggunakan pendekatan yang agile, kemungkinan besar astronaut cukup sering atau setidaknya pernah mendengar istilah scrum. Menurut orang yang mencetuskan sekaligus mengembangkannya, yaitu Jeff Sutherland, scrum merupakan sebuah kerangka kerja dalam proses  pengembangan produk yang sifatnya kompleks. Di mana pada awalnya, prinsip scrum memang dijalankan untuk membantu sistem kerja tim software developer.

Saat ini metode scrum sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Banyak tim software developer yang memang aktif mengimplementasikan metode ini dan hari-hari mereka pun kemudian diisi oleh scrum. Scrum memang memberikan ruang fleksibilitas yang tinggi bagi tim developer untuk beradaptasi dengan keadaan yang cepat berubah sesuai perkembangan proyek.

Di dalam eksekusinya, scrum dapat meningkatkan efektivitas dan akurasi perkembangan kerja dengan membagi target-target pekerjaan menjadi sprint yang singkat dan padat. Biasanya berjalan selama satu sampai dengan empat minggu. Pada setiap minggunya, tim software developer bisa mengevaluasi keberhasilan dan pekerjaan yang belum terselesaikan. Harapannya setiap sesi evaluasi dapat memberikan daftar poin perbaikan yang bisa di eksplorasi bersama oleh seluruh anggota tim.

Pada dasarnya, prinsip-prinsip di dalam menjalankan scrum dapat kita terapkan pada berbagai konteks. Di mana tentunya jika kita ingin menggunakan scrum untuk meningkatkan efisiensi kerja tim, lima prinsip scrumini wajib hukumnya untuk kita implementasikan. Pekerjaan-pekerjaan dan proses lainnya tidak akan berjalan dengan baik jika prinsip-prinsip yang menjadi dasarnya tidak kita terapkan. Kita harus mengenal dan memahami apa saja lima prinsip di dalam melakukan metode scrum. Berikut ini adalah lima prinsip scrum dan bagaimana kita bisa menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pada dasarnya, prinsip scrum dapat kita terapkan pada berbagai hal. Termasuk dalam kehidupan kita sehari-hari pun juga sangat bermanfaat.
unsplash.com

Pertama, adalah keberanian.

Seluruh anggota tim yang melaksanakan metode scrum memiliki keberanian untuk melakukan hal yang benar dalam mengatasi berbagai macam masalah dan kesulitan. Metode scrum sangat mengapresiasi keberanian yang muncul dari setiap individu di dalam tim. Walaupun pada realitanya kita tidak selalu memiliki dan membutuhkan keberanian dalam konteks melaksanakan pekerjaan-pekerjaan di kantor, tetap saja ada momen-momen tertentu di mana kita butuh lebih banyak keberanian untuk menangani suatu kesulitan atau masalah.

Contoh momen sederhana terkait hal ini adalah saat kita perlu keberanian lebih untuk mengakui dan menunjukkan kesalahan yang kita lakukan dalam pekerjaan. Di sisi lain, anggota tim yang lain pun juga perlu keberania untuk melakukan evaluasi dan membetulkan atau mengoreksi  kesalahan-kesalahan yang ada. Terlebih lagi jika orang yang melakukan kesalahan adalah atasan kita di kantor. Kita perlu keberanian lebih untuk menyampaikan bahwa apa yang telah dilakukannya keliru dan bisa menghambat perkembangan pekerjaan tim. Keberanian juga tentang memilih untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang suliit secara mandiri, daripada terus menunda proses pengerjaannya dan menunggu rekan kerja kita yang lain datang untuk menyelesaikan pekerjaan sulit tersebut.

Kedua, adalah fokus.

Seluruh anggota tim perlu fokus dalam menjalankan sprint untuk mencapai tujuan-tujuan tim scrum. Dalam melaksanakan scrum, terdapat batasan sekaligus target di mana maksimal waktu untuk tim berkonsentrasi untuk menyelesaikan rangkaian pekerjaan tertentu adalah empat minggu. Fokus di dalam tim scrum mengindikasikan bahwa setiap individu anggota tim konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan secara bertahap. Para anggota tim juga menahan diri agar tidak melakukan pekerjaan secara “loncat-loncat” berdasarkan kemudahan pekerjaan. Urutan pekerjaan diselesaikan berdasarkan kebutuhan proyek, bukan kemudahan yang menjadi titik fokus utama di dalam menyusun urutan pekerjaan. Setiap anggota di dalam tim scum perlu konsentrasi lebih pada hal-hal yang memang sudah masuk ke dalam rencana sprint. Dengan demikian, seluruh anggota dapat saling mendukung keberhasilan kerja tim.scrum.

Ketiga, adalah komitmen.

Setiap individu di dalam tim scrum memiliki komitmen untuk menyelesaikan seluruh rangkaian kerja dan sepakat untuk mencapai tujuan-tujuan tim scrum bersama. Keberhasilan tim scrum sangat bergantung pada komitmen para anggota tim dalam menyelesaikan proyek. Scrum memang membuat hierarki dalam tim cukup datar, antar anggota setara satu sama lain dan tidak terlalu terpaku pada jabatan di kantor. Setiap anggota dapat saling meyakinkan satu sama lain untuk meningkatkan komitmen kerja, tidak harus atasan yang selalu memotivasi bawahannya, kebalikannya pun dapat terjadi di dalam pelaksanaan scrum. Komitmen individu-individu dalam tim scrum dalam menyelesaikan pekerjaan sangat mempengaruhi sukses atau tidaknya metode scrum yang dijalankan.

Keempat, adalah saling menghargai.

Setiap anggota tim scrum saling menghargai keahlian dan keberhasilan satu sama lain. Pada umumnya tim scrum bersifat kolaboratif dan setiap individu memiliki hak untuk mengatur dirinya sendiri. Artinya setiap anggota independen dan mandiri dalam menyelesaikan pekerjaannya, tidak ada yang secara rutn menagih pekerjaan yang dilakukan. Scrum menganggap bahwa setiap anggota tim memiliki kontrol untuk melakukan pekerjaannya denga baik tanpa perlu pengawasan secara rutin dari rekan atau atasan di kantor. Artinya sikap saling menghargai satu sama lain menjadi cukup penting di sini. Kita perlu menghargai bantuan apa pun yang muncul dari para anggota lain di dalam scrum, terlebih lagi ketika kita memang benar-benar membutuhkan bantuan. Dengan saling menghargai hasil pekerjaan rekan lainnya, kita pun juga menyebarkan semangat positif di dalam tim.

Kelima, adalah keterbukaan.

Seluruh anggota tim scrum sepakat untuk saling terbuka satu sama lain tentang berbagai pekerjaan dan tantangan selama proyek berjalan. Setiap pekerjaan pastinya memiliki tantangannya tersendiri. Tim scrum sangat menghargai sikap saling terbuka agar anggota tim dapat saling berkomunikasi secara jujur tanpa rasa takut. Kritik dan saran pun juga perlu kita sampaikan dengan jujur, begitu juga ketika kita mendapatkannya. Kita perlu jujur dengan diri sendiri untuk menerima saran dan kritik tanpa sakit hati. Keterbukaan di sini juga termasuk sikap terbuka dari klien. Klien dapat mengkomunikasikan segala macam hal terkait proyek secara terbuka dan jujur,  misalnya seputar perubahan tenggat waktu, sumber daya, dan kebutuhan produk.

Pada dasarnya, prinsip scrum dapat kita terapkan pada berbagai hal. Termasuk dalam kehidupan kita sehari-hari pun juga sangat bermanfaat.
unsplash.com

Prinsip scrum dalam kehidupan sehari-hari.

Keberanian, fokus, komitmen, saling menghargai, dan keterbukaan merupakan prinsip yang sangat baik untuk lingkungan kerja mana pun. Bahkan hal ini juga sangat baik untuk tim kerja yang tidak menggunakan metode scrum. Kita dapat menerapkannya di lingkungan kerja kita dengan mengkomunikasikan prinsip-prinsip ini kepada rekan-rekan kerja kita. Ajak rekan kerja kita berdiskusi tentang prinsip-prinsip ini. Selama kita dapat mengkomunikasikannya dengan baik, maka rekan kerja kita akan mendukung berjalannya prinsip ini di lingkungan kerja kita.

Kita juga dapat menjadi contoh langsung untuk rekan-rekan kita di kantor. Terlebih lagi jika kita memang memegang posisi atau jabatan tertentu di kantor. Jika kita dapat memberikan contoh, maka rekan kita akan secara perlahan mengikuti apa yang kita lakukan. Kita bisa mulai menerapkan lima prinsip scrum dari hal-hal berikut:

  1. Berani mengambil keputusan dan mengerjakan tugas yang sulit
  2. Fokus dalam menjalankan jadwal pekerjaan
  3. Berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik
  4. Hargai setiap pekerjaan yang berhasil rekan kerja kita selesaikan
  5. Bersikap terbuka untuk mengakui kesalahan yang kita lakukan dan jujur dalam menyampaikan saran perbaikan untuk kemajuan tim
Pada dasarnya, prinsip scrum dapat kita terapkan pada berbagai hal. Termasuk dalam kehidupan kita sehari-hari pun juga sangat bermanfaat.
unsplash.com

Implementasi prinsip scrum perlu waktu.

Menurut Jeff Sutherland, prinsip scrum cukup sederhana untuk kita pahami, tetapi sulit untuk dijalankan. Tidak usah terlalu terburu-buru di dalam menjalankan prinsip-prinsip scrum. Yang perlu kita lakukan hanyalah secara konsisten terus mencoba menerapkan prinsip ini dalam keseharian kita. Pastinya akan ada banyak kesalahan yang terjadi saat kita mencoba menerapkan prinsip-prinsip scrum. Tetapi kesalahan itulah yang justru bisa menjadi fasilitas untuk kita belajar dalam menerapkan prinsip scrum dengan lebih baik.

Pelan tapi pasti, kita akan menjadi lebih baik dari hari ke hari dalam mengimplementasikan lima prinsip di dalam scrum. Semoga astronaut semua juga dapat belajar untuk meningkatkan keberanian, fokus, komitmen, saling menghargai, dan keterbukaan di lingkungan kerja masing-masing. Astronaut juga bisa mendapatkan informasi-informasi bermanfaat lainnya di @roketinapp.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Close Menu