fbpx

Perbedaan dan Persamaan Instagram Reels dan TikTok

4 minutes

Mengikuti perkembangan persaingan antara TikTok dan Instagram Reels memang selalu menarik. Di mana secara usia, platform Instagram Reels memang lebih muda dari TikTok. Sejak kemunculannya, perdebatan antara kedua platform ini terus saja terjadi. Hal ini tentu karena fitur dan cara kerja kedua platform ini memang sangat mirip. Bagaimana tidak mirip jika laman utama Reels sendiri sudah sangat mirip dengan laman FYP di aplikasi TikTok. Fitur-fitur yang memang tersedia pada kedua platform ini pun juga cukup mirip. Seperti fitur AR, teks, musik, hingga voice over.

Terlepas dari persamaannya yang cukup banyak, tetap saja kedua platform ini tentunya tetap memiliki perbedaan. Artikel Roketin kali ini akan mengulik perbedaan di antara TikTok dan Instagram Reels. Mari kita simak bersama poin-poin perbedaannya.

Mengikuti perkembangan TikTok dan Instagram Reels memang selalu menarik, di mana platform Instagram Reels memang lebih muda dari TikTok.
answersreviews.com

Pertama, adalah durasi video

Perbedaan pertama yang cukup menonjol adalah terkait durasi video. Untuk saat ini, durasi maksimal video pada aplikasi TikTok adalah 3 menit. Sementara Instagram Reels sendiri saat ini maksimal dapat menampilkan video berdurasi maksimal 1 menit atau 60 detik. Hal ini tentu saja menjadi perbedaan yang cukup signifikan dan cukup memengaruhi cara kreator di masing-masing platform berkreasi. Hal ini juga membuat durasi video-video yang ada di dalam Instagram Reels lebih cepat dan singkat daripada video di TikTok.

Kedua, adalah pilihan lagu atau musik

Sejauh ini, TikTok menjadi populer di kalangan masyarakat umum lewat musik-musik meriahnya yang cukup khas. Aplikasi TikTok pun juga berhasil dalam membuat viral lagu-lagu yang ada di dalamnya, baik lagu baru atau pun lagu lama. TikTok memiliki daftar lagu dan musik yang ramah terhadap gen z yang memang cepat beradaptasi dengan tren dan teknologi terbaru.

Instagram Reels sendiri saat ini masih cukup tertinggal dalam hal daftar lagu atau musik. Hal ini mungkin karena pada dasarnya rancangan aplikasi Instagram memang bukan berbasis pada musik, melainkan berbasis visual khususnya foto. Hal ini tentunya menjadi sebuah pr besar bagi Instagram. Mereka harus mengembangkan fitur Reels secara signifikan agar dapat bersaing dengan TikTok.

Kedua aplikasi ini sama-sama memiliki daya tarik pada penggunaan dan beragam opsi lagu atau musik. Di mana kita dapat memasukannya ke dalam video kita, alhasil video kita dapat menjadi lebih menarik. Hanya saja pada Instagram Reels, terdapat batasan pemilihan lagu atau musik pada akun bisnis. Pembatasan ini terkait upaya menjaga hak cipta lagu dalam kegiatan komersial. Hanya akun yang bersifat personal atau kreator saja yang dapat memilih lagu atau musik dengan bebas.

Sementara pada aplikasi TikTok, para pengguna dapat mengakses TikTok’s Sound Library. Di dalamnya kita bisa memilih dan menggunakan banyak sekali lagu atau musik untuk video kita. Meskipun memiliki batasan dalam memilih lagu atau musik, para pengguna akun bisnis di dalam Instagram tidak sepenuhnya rugi. Instagram memgizinkan para penggunanya untuk mengunggah video dengan audio original. Artinya pengguna dapat menggunakan musik atau lagu sendiri untuk video mereka. Di mana audio tersebut akan teridentifikasi sebagai audio original dari akun pengguna tersebut dan nantinya dapat pengguna lain gunakan juga.

Ketiga, adalah video editing tools

Dalam hal ini, TikTok masih lebih istimewa karena memiliki video editing tools yang mumpuni. Tools di dalam TikTok sangat memanjakan para kreator di dalam aplikasinya. Tidak ada lagi alsan untuk para kreator mengeluh karena kesulitan dalam proses editing video. TikTok pun juga memiliki varian efek dan AR yang cukup beragam. Di mana beberapa di antaranya dapat langsung tersambung dengan layar smartphone pengguna. Daya kreativitas pengemasan video di dalam TikTok pun dapat semakin kaya dan eksploratif.

Untuk saat ini, Instagram Reels masih belum memiliki fitur video editing tools yang secanggih TikTok. Instagram masih perlu mengeksplorasi fitur mereka lebih dapat terkait video editing. Hal lain yang mungkin dapat kita bandingkan adalah terkait voice over dan efek suara pada aplikasi TikTok. Di mana pada Instagram Reels, kita belum dapat membeikan efek-efek khusus pada suara yang kita rekam.

Fitur duet, stitch, dan reaction milik tikTok pun belum sepenuhnya dapat tersaingi oleh fitur-fitur di dalam Reels. Keberadaan fitur ini membuat brand dapat secara kreatif dan interaktif berhubungan dengan para penggunanya di TikTok. Alhasil, fitur ini dapat membuat jangkauan promo dari brand menjadi lebih jauh dan luas. Sementara di dalam Instagram Reels, pengguna masih harus merekam sendiri atau langsung menggunggah konten video yang ada di galeri mereka.

Kita juga bisa melihat perbedaan antara kedua aplikasi ini saat mengunduh video. Di mana video yang kita unduh dari TikTok akan tersimpan dengan musik dan memiliki watermark. Hal ini berlaku baik saat kita mengunduh video kita sendiri atau yang milik orang lain. Sementara ketika kita mengunduh video di Instagram Reels, kita hanya dapat menyimpan video milik kita sendiri. Watermark pun juga tidak ada ketika kita mengunduh video di Instagram Reels.

Keempat, adalah algoritma

TikTok memiliki sistem algoritma yang sangat populer bernama For Your Page atau biasa kita kenal dengan FYP.  Algoritma ini berfungsi dengan sangat baik dan dapat pengguna kustomisasi. FYP muncul berdasarkan video-video yang kita suka, komentar, bagikan, akun yang kita ikuti tonton hingga usai, dan konten kita sendiri. Di dalam FYP, akan muncul video-video yang serupa dengan kriteria tadi. Sementara algoritma Instagram Reels sendiri masih belum kita tebak atau prediksi bagaimana polanya. Mereka memang belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait sistem algoritma fitur aplikasi mereka. Meskipun begitu, akan ada notifikasi yang masuk jika video kita masuk ke dalam explore Instagram. Video tersebut kemudian akan memiliki label featured.

Kelima, adalah pengguna dan konten di dalamnya

Sejauh ini, TikTok sangat mengedepankan keunikan dari para kreator di dalamnya. Konten di dalamnya pun terkenal dengan sifatnya yang apa adanya, sederhana, dan menghibur. Sementara konten di dalam Instagram Reels biasanya lebih terpoles dalam pengemasannya. Pengguna Instagram Reels sendiri masih lebih banyak dari pengguna asli Instagram, yaitu generasi milenial. Sementara pengguna TikTok lebih banyak berasal dari gen z. Hal ini membuat secara umum pengguna TikTok lebih muda daripada pengguna Instagram Reels. Demografi semacam ini tentunya dapat brand gunakan sebagai pertimbangan dalam memilih platform promosi.

Mengikuti perkembangan TikTok dan Instagram Reels memang selalu menarik, di mana platform Instagram Reels memang lebih muda dari TikTok.
okeguys.com

Kesimpulan

Walaupun sepertinya TikTok masih lebih unggul daripada Instagram Reels, perlu kita sadari bersama bahwa Reels baru berumur sekitar satu tahun. Dalam satu tahun ini, Instagram Reels benar-benar menjadi penantang serius aplikasi TikTok. Para pengembang kedua aplikasi ini tentunya akan terus memberikan fitur-fitur baru untuk mempercantik aplikasi mereka. Sebagai pengguna, kita dapat belajar apa saja kelebihan dan kekurangan dari kedua aplikasi ini. Pemahaman aplikasi yang baik akan membuat kita bijak dalam menggunakan aplikasi ini. Dengan demikian, kita akan mendapatkan manfaat yang optimal dari penggunaannya. Untuk info menarik lainnya, bisa langsung astronaut dapatkan di @roketinapp.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Close Menu