fbpx

Ingin tahu apa itu Social Audio dan bagaimana pengaruhnya terhadap bisnis Anda?

3 minutes

Saat menggunakan audio dan musik dalam pemasaran media sosial, penting untuk memahami perilaku konsumen di berbagai saluran. Misalnya, 85% video Facebook di tonton tanpa suara . Fakta ini dapat dengan mudah membuat Anda merasa tidak ada gunanya mempertimbangkan audio dalam pemasaran sosial. Namun, ini tidak berlaku untuk semua saluran social audio.

Menurut Snapchat, lebih dari dua pertiga video mereka ditonton dengan suara menyala dan 96% besar pemirsa YouTube akan menonton dengan suara menyala.

Radio mungkin merupakan platform pemasaran klasik, tetapi pemasaran audio kembali populer. Sementara pemasaran video langsung berada di garis depan kancah pemasaran konten. Konten audio semakin banyak dikonsumsi dengan cara baru dan inovatif. Statista memperkirakan bahwa pengeluaran iklan audio dapat tumbuh dari 28,4 miliar menjadi 31,7 miliar dolar AS antara tahun 2010 dan 2020.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa yang perlu di ketahui marketer tentang peluang Social Audio yang muncul seperti Clubhouse, Twitter Spaces, dan Fireside. Meskipun audio podcast telah ada selama beberapa waktu, yang notabene adalah media siaran satu arah, artinya direkam untuk didengarkan di masa mendatang. Perbedaan Social Audio adalah audio real-time yang memungkinkan pendengar berpartisipasi aktif dalam dialog.

Social Audio sangat efektif dan penting karena memberikan pemahaman kontekstual yang mendalam yang tidak didukung oleh teks. Misalnya, saat Anda mendengar suara seseorang, pemahaman Anda tentang apa yang mereka katakan dipengaruhi oleh intonasi mereka. Meskipun pemahaman kontekstual ini juga didukung dalam percakapan video waktu nyata di platform seperti Zoom. Muncul di video berarti Anda harus memperhatikan penampilan Anda, latar belakang, dan faktor lainnya.

Tahukah Anda kalau branding dengan visual saja tidak cukup? Anda perlu mempertimbangkan suara alias social audio atau sound branding juga

Adopsi Pengguna Social Audio

Clubhouse saat ini memiliki sekitar 10 juta pengguna terdaftar dan rata-rata sesi pengguna berlangsung sekitar 90 menit.

Selama 12-18 bulan ke depan, kita akan melihat pertumbuhan yang berkelanjutan dengan Social Audio secara umum (Clubhouse, Fireside, Twitter Spaces).

Social Audio untuk Bisnis dan Marketing: Apa Bedanya?

Untuk bisnis yang ingin mengintegrasikan Social Audio ke dalam marketing dan layanan pelanggan mereka. Tidak banyak perbedaan antara platform seperti Clubhouse dan platform media sosial lainnya. Perusahaan membutuhkan juru bicara terlatih yang dapat mempresentasikan, berkomunikasi, berdialog, dan mendengarkan dengan empati.

Social Audio untuk Acara Langsung dan Online

Social Audio berpotensi memberikan pengaruh yang dalam di ruang acara online langsung. Terutama jika Clubhouse menindaklanjuti pengiriman tersegmentasi atau di sponsori.

Saat ini, banyak acara online langsung menggunakan konferensi video langsung untuk menghubungkan peserta satu sama lain. Bayangkan Clubhouse (pikirkan area konferensi) yang di khususkan untuk acara langsung. Dari mana peserta dapat memasuki sejumlah ruangan untuk melakukan percakapan bisnis kasual yang sesuai dengan kebutuhan atau minat mereka .

Fitur yang Perlu Diperhatikan

Perkembangan pesat platform Social Audio dari platform media sosial mapan seperti Facebook dan Twitter membuat Kita percaya bahwa Social Audio akan tetap ada.

Lebih lanjut, ia memprediksi bahwa dalam 5 tahun, platform Social Audio tidak akan menjadi produk yang berdiri sendiri, mereka akan di integrasikan dan dipandang hanya sebagai satu alat. Misalnya, Clubhouse baru-baru ini meluncurkan kemampuan untuk membagikan tautan ke ruang Clubhouse di Twitter. Saat Social Audio mulai mengalir ke alat jejaring sosial tradisional lainnya, kita mengharapkan beberapa perangkat tambahan terkait muncul.

Berikut beberapa hal yang harus di perhatikan:

Penambahan fitur dan emoticon berbasis teks.

Kemampuan untuk merekam percakapan Social Audio yang di pilih dan menerbitkannya seperti podcast. Alih-alih meluncurkan kemampuan untuk merekam semua percakapan, Kita percaya platform akan memungkinkan perekaman beberapa percakapan tetapi tidak yang lain. Ini akan memungkinkan platform menghormati privasi orang-orang yang ingin melakukan percakapan santai dan nyata sambil memungkinkan orang-orang yang ingin menghasilkan lebih banyak konten tipe acara untuk merekam percakapan mereka.

Pengalaman audio premium seperti penghilangan noise latar belakang dan peredam noise juga ada di sekitarnya, serta suara stereo dan audio spasial. Akhirnya, saat Social Audio berkembang, Kita percaya pada akhirnya akan beralih dari membatasi percakapan ke aplikasi.

Ide Model Bisnis untuk Memanfaatkan Audio

Dalam model bisnis berbasis pengguna, pelanggan akan membayar untuk mengakses fitur premium seperti pengalaman audio premium atau mereka dapat memberi tip kepada pembuat konten untuk konten yang mereka hasilkan.

Model bisnis marketing atau periklanan akan memanfaatkan visibilitas berbayar dengan menjual sponsor untuk klub dan emotikon bermerek, iklan spanduk, dan kamar yang dipromosikan di beranda.

Dalam model bisnis monetisasi data, data pengguna akan di jual ke pengiklan atau pemerintah. Akses ke API platform dapat di jual ke pengembang aplikasi yang kemudian membangun aplikasi di atas Clubhouse atau Twitter Spaces.

Tahukah Anda kalau branding dengan visual saja tidak cukup? Anda perlu mempertimbangkan suara alias social audio atau sound branding juga

Kesimpulan

Konten video marketing berbasis audio atau iklan tentu akan sulit untuk mencapai performa yang maksimal atau sulit mencapainya objektifnya ketika pesan yang di sampaikan tidak sampai kepada para pelanggannya. Dan pentingnya peran audio di dalamnya membuat konten akhirnya memudahkan brand untuk menarik perhatian audiens, dan lebih jauh mengajak mereka untuk mau menggunakan produk atau jasa yang kita tawarkan.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Close Menu