fbpx

Di Balik Perubahan Nama Facebook Menjadi Meta

5 minutes

Pada akhir bulan lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 2021, Mark Zuckerberg resmi mengubah nama perusahaannya yaitu Facebook inc menjadi Meta Platform Inc. Perubahan nama ini dapat kita anggap sebagai wujud rebranding dari perusahaannya. Dari yang sebelumnya terkenal sebagai perusahaan berbasis media sosial, menjadi perusahaan yang juga memiliki visi membuat dunia virtual yang bernama metaverse.

Dalam salah satu artikel The Verge di hari Jumat, 29 Oktober 2021, Mark Zuckerberg menjelaskan bahwa nama Facebook tidak mencakup seluruh yang perusahaannya lakukan sekarang.  Nama Facebook akan tetap identik dengan salah satu produk perusahaannya. Hanya saja, seiring waktu Mark Zuckerberg ingin perusahaannya terkenal sebagai metaverse. Perusahaan ini kini juga memiliki akun Twitter dengan nama @meta, yang kemudian menjadi salah satu lama selamat datang juga bagi perusahaan ini.

Meskipun begitu, Mark Zuckerberg menjelaskan juga bahwa secara struktur, perusahaan miliknya ini tidak akan banyak berubah. Namun untuk pengelolaan keuangan dan pelaporannya akan mengalami perubahan. Pada kuartal empat di tahun ini, Meta berencana untuk merilis dua laporan, yaitu Reality Labs dan Family of Apps. Per 1 Desember 2021, perusahaan ini juga akan mulai berada di bawah nama saham yang baru, yaitu MVRS.

Pada akhir bulan lalu, Mark Zuckerberg resmi mengubah nama perusahaannya yaitu Facebook inc menjadi Meta Platform Inc.
unsplash.com

Nama Facebook dan Masalahnya

Di sisi lain, Facebook sendiri sedang berada dalam pengawasan yang cukup ketat. Hal ini terjadi karena adanya pengungkapan dokumen internal mereka yang masuk ke dalam Wall Street Journal. Pengungkapan ini sendiri dilakukan oleh seorang whistleblower bernama Frances Haugen. Dokumen internal ini rumornya menjelaskan bahwa platform Instagram yang berada di bawah naungan Facebook merupakan media yang toxic. Khususnya hal ini terjadi untuk para remaja, khususnya kepada para perempuan. Beberapa media lain pun juga menuliskan bahwa jika dokumen internal tersebut kita ulik lebih dalam, maka terdapat pernyataan yang menyatakan bahwa Facebook sudah mulai terkesan tua dan telah kehilangan peminat dari generasi muda sekarang.

Jika kita melihat relasi antara situasi ini dengan fakta perubahan nama yang terjadi, maka hal ini sepertinya cukup mirip dengan proses rebranding yang dilakukan Google di tahun 2015. Di mana pada tahun tersebut, Google mengeluarkan pengumuman bahwa mereka akan berada di bawa naungan perusahaan induk bernama Alphabet. Sementara untuk Facebook aplikasi ini akan bergabung dengan Instagram, Oculus, dan WhatsApp di bawah naungan perusahaan Meta Platform Inc.

Pada akhir bulan lalu, Mark Zuckerberg resmi mengubah nama perusahaannya yaitu Facebook inc menjadi Meta Platform Inc.
unsplash.com

Munculnya Nama Meta

Pemilihan nama Meta sendiri merupakan keputusan Mark Zuckerberg yang menganggap bahwa nama tersebut dapat menjadi representasi harapan dan tujuan baru perusahaan ini di masa depan. Di sisi yang lain, nama baru ini juga dapat menjadi sebuah awalan yang baru setelah perusahaan ini sering mengalami permasalahan di masa-masa sebelumnya. Harapannya, nama Meta juga dapat membawa hal-hal baik yang akhirnya bisa memperkokoh posisi perusahaan ini di dunia digital, terlebih lagi dengan konsep dunia baru yang mereka usung dengan nama Metaverse. 

Jika kita melakukan penelusuran lebih dalam, ide ini sebenarnya sudah muncul sejak Instagram dan WhatsApp bergabung di bawah naungan Facebook, tepatnya pada tahun 2012 dan 2014. Di mana Mark Zuckerberg melihat bahwa ternyata perusahaannya memiliki dua ranah atau fokus. Yang pertama adalah sebagai platform media sosial, sementara yang kedua merupakan platform masa depan. Namun Metaverse yang Mark Zuckerberg bayangkan merupakan paduan antara keduanya. Dunia digital ini akan menjadi platform media sosial, sekaligus platform masa depan juga.

Metaverse dan Potensinya

Sistem yang lebih padu dan terintegrasi nantinya juga akan muncul. Hal ini perlu untuk lebih menjangkau seluruh perusahaan dan anak perusahaan yang berada di bawah naungan perusahaan Meta. Pembaharuan identitas Facebook menjadi Meta ini juga merupakan penyelarasan visi dan misi mereka di masa depan. Di mana sebagai brand, perusahaan ini ingin naik ke tingkatan yang lebih tinggi lagi, baik dari sisi teknis maupun fungsional.

Facebook memang telah menjadi brand media sosial yang monumental dan ikonik. Tetapi Mark Zuckerberg ingin agar perusahaannya tidak hanya terkenal sebagai perusahaan media sosial. Dia ingin publik mengerti bahwa perusahaannya merupakan perusahaan teknologi yang akan terus memaksimalkan dan mengoptimasi teknologi itu sendiri. Tujuannya adalah membuat semua orang saling terhubung satu sama lain. Jika banyak perusahaan lainnya melihat bagaimana orang-orang dapat saling berinteraksi dengan menggunakan teknologi, maka Meta memilih perspektif untuk membangun teknologi yang mutakhir agar semua orang dapat saling melakukan interaksi.

Mark Zuckerberg melihat Metaverse nantinya akan menjadi penyempurnaan dari teknologi virtual reality saat ini. Di mana orang-orang tidak perlu menggunakan komputer untuk masuk ke dalam Metaverse. Mereka cukup menggunakan semacam headset dan perangkat digital sederhana saja untuk masuk ke dalamnya. Info yang beredar menjelaskan bahwa perusahaan ini juga telah memiliki lebih dari 10 ribu karyawan yang siap membantu perancangan dan pembuatan perangkat-perangkat untuk menunjang terwujudnya Metaverse, seperti misalnya saja pengembangan teknologi kacamata AR. Nantinya, beragam produk penunjang Metaverse akan dapat publik akses dan beli dengan mudah.

Pada akhir bulan lalu, Mark Zuckerberg resmi mengubah nama perusahaannya yaitu Facebook inc menjadi Meta Platform Inc.
nytimes.com

Perubahan Logo Yang Representatif

Perubahan nama dari Facebook menjadi Meta ini pun juga meliputi perubahan logo. Dari yang awalnya menggunakan logo simbol “Like”, kini mulai berubah di mana Meta menggunakan logo menyerupai simbol “infinite” atau tanpa batas. Istilah meta sendiri diambil dari bahasa Yunani yang memiliki arti melampaui. Sementara istilah “metaverse”, muncul pertama kali pada novel Snow Crash karya Neal Stephenson di tahun 1992. Lewat “metaverse”. Stephenson menceritakan keadaan di mana orang-orang sibuk berinteraksi dalam dunia digital.

Nama Meta kemudian dipilih karena definisinya yang berarti melampaui. Di mana hal ini cukup selaras dengan visi perusahaan ini untuk membangun masa depan lewat Metaverse. Oleh karena itu, logo simbol  “infinite” kemudian mereka pilih untuk mewakili visi perusahaan. Sisi menarik yang paling utama dari logo ini adalah sifatnya yang live motion. Tim desainer perusahaan menggunakan virtual reality di dalam proses perancangannya. Pengerjaan desain logo ini tidak dilakukan hanya pada format atau media dua dimensi, di mana logo Meta merupakan logo yang dapat bergerak secara kontinu. Lewat pergerakannya yang terus menerus, logo ini kemudian dapat terlihat pada format atau media dua dan tiga dimensi pada saat yang bersamaan.

Hal ini membuat logo Meta Platform Inc dapat menimbulkan impresi yang bermacam-macam. Impresi yang muncul sangat bergantung pada sudut pandang atau perspektif dari setiap orang yang sedang melihatnya. Di balik bentuknya yang menyerupai logo simbol “infinite”,  logo ini pun juga sedikit menyerupai huruf “M”. Huruf “M” di sini tentunya merupakan representasi dari huruf awal nama Meta itu sendiri.

Pada kesempatan lainnya, Mark Zuckerberg menjelaskan juga bahwa perancangan logo Meta meliputi proses eksplorasi tekstur, warna, bentuk, dan gerak agar dapat sepenuhnya menangkap impresi dunia tiga dimensi. Di mana memang dunia tiga dimensi inilah yang juga akan menjadi salah satu komponen utama terwujudnya Metaverse, dunia masa depan yang menjadi visi utama perusahaan Meta Platform Inc.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan terkait cerita di balik perubahan nama Facebook inc menjadi Meta Platform Inc pada artikel ini. Tentunya kita sebagai konsumen beragam produk digital, juga perlu sadar akan dampak perubahan ini. Kita perlu peka dan adaptif terhadap beragam perubahan yang terus terjadi di dunia ini. Semoga saja visi besar Meta dalam membangun Metaverse pun juga nantinya akan memberikan dampak yang positif bagi kita semua. Informasi menarik lainnya dapat langsung astronaut akses dengan mengunjungi @roketinapp.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Close Menu