fbpx

10 UX Deliverables Prototype: Apa yang bikin kita jadi seorang designer?

Pertama dan terpenting, apa sebenarnya UX deliverable? Deliverable adalah dokumen, laporan, atau demonstrasi yang memberikan catatan nyata dari pekerjaan yang telah di selesaikan untuk pembuatan prototype. Saat bekerja dengan pihak ketiga, UX deliverable membantu komunikasi klien sepanjang siklus proyek. Untuk proyek internal, kiriman disajikan kepada atasan atau di bagikan dalam tim desain UX. Namun, beberapa UX deliverable lebih efektif dari pada yang lain untuk memenuhi tujuan bisnis tertentu.

Misalnya, prototipe banyak di gunakan untuk meminta persetujuan arsitektur proyek. Interactive Prototype memiliki lebih banyak dampak dengan memungkinkan user memberikan feedback tentang pengalaman user. Gunakan 10 UX deliverable berikut untuk memastikan proyek Anda sejalan dengan tujuan bisnis Anda.

1. Persona

Salah satu praktik terbaik teratas untuk proses desain UX yang sukses adalah persona user . Dibuat selama proses penelitian user, persona membantu menggambarkan perilaku, minat, dan motivasi user yang umum.

Persona sangat penting untuk digunakan oleh desainer UX, karena membantu mereka memahami kebutuhan user. Kemudian, kebutuhan ini dapat secara efektif di terjemahkan ke dalam fitur dan interaksi yang di perlukan dalam desain UX.

Selain itu, persona juga memberi setiap orang dalam organisasi pemahaman yang lebih dalam tentang perilaku dan kebutuhan pelanggan. Kurangnya pemahaman yang tulus tentang basis pelanggan Anda adalah penyebab utama di balik produk yang gagal. Dengan demikian, persona memungkinkan stakeholders dan pengambil keputusan untuk membuat pilihan yang lebih tepat mengenai arah proyek.

Interactive Prototype memiliki lebih banyak dampak dengan memungkinkan user memberikan feedback tentang pengalaman user dari designer.

2. User Flow Diagrams

User Flow Diagrams adalah jenis penyampaian UX yang umum. Pada dasarnya, User Flow adalah representasi visual dari jalur yang diambil user untuk menyelesaikan tindakan tertentu. Desainer menggunakan user flow untuk menemukan cara menyempurnakan desain dengan menghilangkan langkah-langkah yang tidak perlu dan menyediakan akses yang lebih mudah ke fitur.

User flow juga memberi desainer kesempatan untuk mengarahkan user. Misalnya, seorang desainer mungkin mendorong user untuk menjelajahi fitur yang berbeda, seperti add-on atau upgrade produk.

Memeriksa User Flow berguna untuk produk yang sudah di gunakan. Desainer dapat meninjau User Flow untuk menentukan apa yang berhasil dan apa yang perlu di tingkatkan. Misalnya, User Flow dapat membantu mengidentifikasi area tempat user cenderung berpaling, atau meninggalkan produk atau layanan, membantu meningkatkan tingkat retensi.

3. Storyboard

Storyboard adalah UX deliverable yang membantu menggambarkan tindakan yang dilakukan user saat menggunakan produk. Seperti persona, Storyboard membantu menciptakan empati bagi user. Storyboard tipikal mencakup serangkaian panel dengan ilustrasi user yang berinteraksi dengan produk.

Setiap storyboard mewakili skenario tertentu, menangkap momen saat user menyadari bahwa dia perlu menggunakan produk tersebut. Kemudian mengeksplorasi bagaimana user menemukan produk dan menggunakannya untuk mencapai tujuan.

Storyboard kurang rumit di bandingkan dengan peta perjalanan, yang merupakan visualisasi mendetail dari tindakan user. Kesederhanaan Storyboard membantu atasan dan pembuat keputusan non-teknis lainnya memahami fitur produk.

4. Competitive Analysis Reports

Membantu stakeholders memahami pasar potensial untuk produk mereka. Competitive Analysis Reports juga memberi wawasan kepada desainer UX untuk mengembangkan fitur-fitur unggulan di bandingkan dengan kompetisi. Laporan analisis persaingan mencakup penilaian mendalam tentang fitur positif dan negatif calon pesaing.

Salah satu UX deliverable yang paling bermanfaat untuk tujuan bisnis adalah laporan analisis kompetitif, yang penuh dengan data penting. Laporan tersebut menawarkan pandangan lebih dekat pada:

  • The current market for related products
  • The market potential for the current project
  • Competitor offerings, including pricing and features
  • Customer acquisition strategies

Persaingan bermanfaat bagi semua orang yang terlibat dalam proyek, mulai dari desainer hingga seluruh perusahaan yang mengembangkan produk. Ini sering diselesaikan pada awal proyek bagian dari penelitian awal.

5. Wireframes Prototype

Wireframes adalah hasil UX yang berguna untuk memastikan produk atau layanan memenuhi kebutuhan user. Gambar rangka sebagian besar di gunakan oleh anggota tim proyek untuk menyempurnakan navigasi dan menentukan tata letak halaman atau layar. Pada dasarnya, Wireframes berfungsi sebagai cetak biru untuk interface visual.

Meskipun wireframes adalah bagian penting dari proses desain, mereka juga memberikan pandangan kepada klien atau stakeholders tentang arah proyek. Perusahaan dapat mengevaluasi wireframe dan menyarankan revisi sebelum memulai desain visual, membantu mencegah keterlambatan jadwal proyek. Lebih sering daripada tidak, menghindari penundaan dalam timeline adalah perusahaan objektif yang jelas membawa produk ke pasar.

6. Style Guides Prototype

Kerangka kerja untuk gaya visual interface user (UI). Style Guides sering kali menyertakan skema warna, font, dan grafik. Ini membantu menjaga konsistensi di seluruh situs web atau aplikasi.

Mengembangkan Style Guides juga menyederhanakan pekerjaan desainer UI, menghasilkan transisi yang lebih cepat dari fase desain ke fase pengembangan. Mirip dengan wireframe, style guide paling sering di gunakan secara internal oleh tim proyek. Namun, ini juga dapat di manfaatkan untuk mengkomunikasikan identitas visual dengan lebih baik kepada klien atau stakeholders.

7. Interactive Prototype

UX deliverable yang penting dalam proses desain UX adalah Interactive Prototype. Hampir setiap tim desain UX mengembangkan Interactive Prototype untuk memberikan model produk secara langsung kepada klien.

Interactive Prototype untuk situs web atau aplikasi dapat mencakup tautan dan fitur yang berfungsi. Klien dapat memeriksa setiap aspek proyek daripada perlu memvisualisasikan tampilan situs atau aplikasi.

8. Usability Reports Prototype

Jika Anda ingin mencapai tujuan bisnis tertentu, Usability Reports adalah jenis UX deliverable untuk Anda. Pertama, pengujian kegunaan mengeksplorasi keefektifan dan efisiensi produk. Selanjutnya, berdasarkan Usability Reports, klien atau stakeholders menerima gambaran yang lebih jelas tentang keberhasilan proyek.

Singkatnya, menyelesaikan pengujian kegunaan membantu menciptakan produk yang lebih baik. Peserta menguji aspek situs web atau aplikasi dan klien dapat meninjau tanggapan mereka. Berdasarkan laporan tersebut, klien dapat menawarkan saran untuk meningkatkan produk untuk membantu mencapai tujuan bisnis mereka.

9. Quantitative Surveys

Selain Usability Reports, Quantitative Surveys juga memberikan feedback penting dari user. Keuntungan dari Quantitative Surveys adalah cepat dan nyaman tetapi tidak memiliki kedalaman oleh Usability Reports. Quantitative Surveys biasanya mencakup serangkaian pertanyaan ya-atau-tidak.

Hasil survei menawarkan alat lain untuk mengevaluasi pengalaman user. Klien dapat menggunakan hasil survei untuk menyempurnakan proyek sebelum diluncurkan ke publik.

10. Analytics Reports

Salah satu UX deliverable terakhir yang dikirim selama proses desain biasa adalah laporan analitik. Laporan analitik mencakup metrik dan indikator kinerja utama (KPI) yang dipilih di awal proyek. Ini memberi klien kesempatan untuk mengevaluasi keberhasilan proyek dalam mencapai tujuan bisnis tertentu.

Analytics Reports juga menawarkan wawasan tentang bagaimana user berinteraksi dengan produk. Klien dapat melihat fitur mana yang sering digunakan pelanggan dan mana yang mereka abaikan.

Interactive Prototype memiliki lebih banyak dampak dengan memungkinkan user memberikan feedback tentang pengalaman user dari designer.

KESIMPULAN

Jadi, apa UX deliverable dan mana yang paling penting? Singkatnya, UX deliverable menampilkan pekerjaan yang sudah selesai dan menawarkan hal yang berbeda untuk audiens yang berbeda. Dalam hal UX deliverable mana yang paling penting, kami akan menyerahkannya kepada Anda untuk memutuskan, dengan mengingat basis pelanggan dan konteks proyek Anda.

Misalnya, wireframe kemungkinan akan digunakan secara internal oleh tim desain UX. Wireframe sedikit lebih teknis, memberikan representasi abstrak dari produk akhir, yang menjadikannya bukan alat komunikasi yang paling efektif untuk stakeholders atau khalayak umum.

Di sisi lain, stakeholders dan klien mendapat manfaat paling besar dari hasil UX yang menampilkan data konkret atau demonstrasi visual. Biasanya, kiriman yang digunakan untuk tujuan ini adalah laporan analitik, Usability Reports, dan Interactive Prototype.

Jika Anda mengikuti praktik terbaik proses desain UX , tim desain Anda kemungkinan akan mengirimkan berbagai dokumen selama siklus hidup proyek. Meskipun beberapa kurang penting untuk mencapai tujuan bisnis, semuanya adalah bagian dari proses desain standar.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Close Menu