Tingkatkan Kualitas Hidup Dengan Menjaga Integritas
Lifestyle13 Jun 20226 Minutes
Dewasa ini, kata “integritas” tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita, bahkan anak SD sekalipun sudah kerap kali mendengar kata tersebut. Tapi seringkali terdapat jurang yang cukup besar antara “definisi integritas” dengan “sikap yang mencerminkannya”. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Bisa jadi karena adanya kesulitan untuk mengimplementasikan prinsip Integritas dalam hidup atau bahkan karena kita tidak memahami secara mendalam makna dari kata tersebut. Untuk itu, mari kita mulai dari awal.
“If We Run Out Of Integrity, It Will Create Tension And Drain Energy; But If We Are Authentic And Have Integrity, It Will Infuse Energy And Add Energy Into Relationship.”
~Dean Hallet
unsplash.com
Apa Itu Integritas?
Sebelum memahami lebih dalam mengenai integritas, Coach Alex Lyon dalam videonya menyampaikan dengan sangat jelas bahwa integritas memiliki 2 bagian yang cukup krusial.
Bagian yang pertama, adalah integritas sebagai kualitas hidup yang berisi dengan kejujuran, prinsip moral yang kuat, karakter yang baik, dan tepercaya. Singkatnya, kita tetap menunjukkan sikap yang baik meskipun berada dalam situasi yang sulit / tidak seimbang.
Bagian yang kedua, integritas sebagai “Wholeness, Undivided” atau keadaan utuh antara tindakan dan prinsip moral diri kita. Artinya kita memiliki kesatuan dan koherensi internal diri.
Kedua bagian tersebut adalah sikap yang tidak bisa kita pisahkan dan akan berkaitan satu sama lain. Menariknya, ketika kita memiliki integritas atau hidup dalam konsistensi internal, kita akan semakin mampu merasa “puas dan bangga”terhadap diri kita sendiri. Mari kita lihat fakta-fakta menarik lainnya mengenai integritas.
Memahami Integritas Dengan Lebih Dalam
Sebuah pilihan Sadarkah kamu bahwa pilihan-pilihan yang kita pilih sangat menentukan hidup kita? Begitu juga dengan integritas, karena integritas berarti memilih untuk melakukan hal-hal yang benar sepanjang hidup kita, meskipun kita harus mempertaruhkan benefit yang bisa saja kita peroleh. Pilihlah hidup berintegritas.
Kualitas internal dalam hidup. Integritas berarti menjadi jujur kepada diri sendiri. Karena orang-orang yang tidak bisa melakukan self-reflection yang jujur sangat mungkin mengalami stagnansi dan akan sulit bagi mereka untuk bertumbuh dan menjadi lebih dewasa.
Orang lain mungkin saja tidak menyadarinya Sebagai kualitas internal dalam hidup, seringkali orang lain tidak menyadari integritas yang kita miliki, tapi pada saat-saat tertentu integritas kita juga akan teruji di hadapan publik. Ujian seperti ini tentunya sangat krusial dan akan menentukan penilaian orang lain mengenai kita. Pada akhirnya orang-orang akan melihat, ”apakah kita orang yang dapat mereka percaya atau tidak?”
Hal yang penting untuk dipegang adalah kita tidak mempertahankan integritas kita untuk membuat orang lain terkesan, tapi kita melakukannya karena “It’s the right thing to do”.
Pengetahuan dan teori tentunya tidak akan membuat kita serta merta hidup dalam integritas. Selanjutnya kita perlu menanamkan dan mengimplementasikan integritas dalam hidup kita secara konsisten. Khususnya bagi profesional-profesional muda, integritas menjadi sangat penting untuk diterapkan dalam dunia kerja. Untuk itu, mari kita lihat beberapa tindakan nyata integritas dalam pekerjaan yang dapat langsung kita terapkan.
unsplash.com
Contoh Integritas Dalam Dunia Pekerjaan
Pertama, Dapat Diandalkan Dan Dipercaya (Trustworthy)
Contoh nyata dari sikap ini adalah:
Terus melakukan hal yang benar meskipun tidak ada CCTV / atasan yang memperhatikan.
Melakukan presensi hadir dan pulang tepat waktu, dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Jujur dalam perkataan dan perbuatan. Mengatakan apa yang sebenarnya terjadi (tidak half-truth) dan benar-benar tindakan yang kita lakukan sesuai dengan ucapan kita.
Jujur terhadap diri sendiri dan tim mengenai kelemahan atau kesalahan yang kita miliki, dan tidak berhenti sampai situ tapi juga mencari solusi untuk mengatasinya.
Setia dalam perkara yang kecil dan terus setia ketika mendapatkan persoalan yang lebih besar.
Tidak mengingkari janji. Terkadang kita ingin memberikan kesan yang baik bagi atasan, tim, maupun klien, tapi hindarilah membuat janji yang tidak bisa kita tepati karena hal ini hanya akan membuat kita terlihat “omong besar” dan tidak layak untuk mendapatkan kepercayaan mereka.
Siap dan hadir ketika atasan dan tim membutuhkan kita.
Kedua, Memiliki Etos Kerja Yang Kuat Dan Berjuang Untuk Menghasilkan Kinerja Yang High-Quality Secara Konsisten (Go The Extra Miles, Can-Do Attitude)
Contoh nyata dari sikap ini adalah :
Jika kita tuliskan secara singkat, yaitu rela bekerja melebihi list jobdesc yang dimiliki. Perlu diketahui bahwa kerelaan di sini berbicara tentang hati yang tidak bersungut-sungut, dan melebihi jobdesc berbicara tentang inisiatif yang sesuai dengan workflow / peraturan yang ada.
Tidak gampang-gampang berkata “tidak”, tapi berani mengambil tantangan yang ditawarkan dan memperlihatkan kinerja yang terus membaik.
Fokus pada tujuan dan berusaha meraihnya dengan segenap hal yang kita miliki.
Menunjukkan sikap proaktif dan semangat ketika bekerja. Tentunya menyelesaikan pekerjaan sebelum deadline, tetap semangat meskipun rapat marathon, tidak takut bertanya dan menyampaikan pendapat, tetap dalam posisi siap meskipun rapat secara online, dan masih banyak lagi.
Ketiga, Bertanggung Jawab Terhadap Tindakan (Honest, Commited)
Contoh nyata dari sikap ini adalah :
Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Artinya orang-orang dengan integritas akan mengutarakan dengan jujur (bahkan jika itu adalah kesalahan mereka) dengan tujuan mengevaluasi dan mengutamakan kepentingan bersama.
Meskipun merasa takut, tapi akan tetap berkata jujur dan bertanggungjawab terhadap konsekuensi yang diberikan.
Memikirkan dengan matang setiap tindakan dan keputusan yang akan diambil, kemudian siap atas resiko yang dimunculkan.
unsplash.com
Lalu, Apa Pentingnya Memiliki Integritas Di Tempat Kerja?
Yang pertama, budaya kerja yang mementingkan integritas akan memunculkan leader-leader yang lebih reliable dan care terhadap timnya. Selanjutnya, leader-leader seperti ini akan membantu mengembangkan lingkungan kerja yang lebih terbuka serta positif sehingga akan membentuk tim yang kuat dan memiliki daya tahan.
Selain itu, integritas juga akan membantu mengembangkan pengambilan keputusan dengan pendekatan yang etis, sehingga setiap karyawan tidak perlu lagi merasa takut atau khawatir akan adanya “permainan / politik” di tempat kerja. Serta pastinya secara aktif akan membangun dan mempertahankan “kepercayaan” antar individu di tempat kerja. Lebih jauh lagi, integritas juga mendorong munculnya budaya keragaman, kesetaraan, dan inklusifitas.
Kemudian tidak dapat dipungkiri bahwa klien akan lebih memilih bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki integritas. Karena kita dapat dipercaya, maka bisnis yang dibangun pun dapat berlangsung jangka panjang.
Terakhir, secara tidak langsung ketika kita memilih untuk terus hidup berintegritas, orang lain akan melihat cahaya yang berbeda pada kita. Sehingga reputasi yang baik sudah pasti menjadi bagian kita dan promosi tidak mustahil kita peroleh.
Kesimpulan
Mari miliki nilai-nilai yang bermanfaat bagi diri dan orang lain, khususnya integritas dalam hidup. Karena sejatinya hidup kita bukan semata-mata untuk “work & make money”, justru sadarilah bahwa pekerjaan yang kita miliki saat ini adalah “fasilitas / platform” bagi kita untuk terus mengembangkan diri. Baca info lainnya seputar Roketin dan industri IT di @roketinapp.