TikTok vs Instagram Reels vs Youtube Shorts, Mana yang Lebih Baik untuk Digital Marketing Brand Anda?

Entertainment29 Mar 20236 Minutes

Saat ini, konten dengan format video vertikal berdurasi pendek di media sosial sangat digemari oleh masyarakat. Salah satu faktor pendorongnya adalah pandemi Covid-19 yang sempat melanda dunia selama dua tahun terakhir. Ketika mobilitas masyarakat dibatasi, salah satu kegiatan rekreasi yang mudah dan menyenangkan adalah menonton video pendek di media sosial. 

 

Hal ini dapat dibuktikan dari jumlah pengguna media sosial berbasis video pendek, seperti TikTok. Pada 2020, mereka ‘hanya’ berada di peringkat ketujuh sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh. Namun, pada 2021, TikTok resmi dinobatkan sebagai aplikasi dengan jumlah unduhan terbanyak di dunia. Hingga awal 2023, mereka telah mengumpulkan sebanyak 1,05 miliar pengguna dan Indonesia bahkan tercatat sebagai negara dengan jumlah pengguna TikTok terbanyak kedua di dunia dengan 109,9 juta pengguna.

 

Kesuksesan TikTok menjadi inspirasi bagi media sosial lainnya. Meta mulai mengembangkan fitur Reels untuk Instagram dan Facebook, sementara Youtube mengajak konten kreator untuk berkreasi lewat Shorts. Hasilnya, Meta mengutamakan Reels untuk dimunculkan di menu Explore Instagram beserta rencana monetisasi bagi kreatornya, sementara Shorts mendapatkan 6,5 juta penonton secara global setiap harinya.

 

Melihat statistik di atas, maka dapat dikatakan bahwa konten dengan format video pendek dapat menjaring perhatian massa dalam jumlah besar. Hal ini tentunya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bentuk strategi untuk kegiatan digital marketing suatu brand. Namun, sebelum membuat konten, ada baiknya Anda mengenal terlebih dulu platform media sosial yang dapat Anda gunakan untuk memublikasikan konten Anda, antara lain:

 

 

TikTok

TikTok bisa disebut sebagai platform media sosial yang paling sering digunakan untuk membuat maupun menonton konten video pendek. Hal ini tentu dapat dipahami mengingat konten video pendek tersebut merupakan konsep utama dari TikTok. Platform ini sendiri memungkinkan pengguna untuk melakukan editing secara langsung di aplikasi dengan berbagai pilihan musik, filter, green screen, stiker, hingga voice changer yang menambah keseruan berkreasi di dalamnya. Fitur seperti duet dan stitch di TikTok juga populer karena dapat menjangkau massa lebih banyak. TikTok sendiri memperbolehkan kreatornya untuk mengupload video dengan durasi beberapa detik saja hingga 10 menit. 

 

 

Instagram Reels

Walaupun pada awalnya menjadi media sosial berbasis foto atau gambar, pada akhirnya Instagram yang merupakan anak perusahaan dari Meta juga akhirnya mengembangkan fitur Reels dengan format video pendek yang berdurasi hingga 1,5 menit. Kemunculan Instagram Reels yang awalnya sempat diragukan, ternyata mendapat sambutan cukup positif oleh para penggunanya karena memungkinkan mereka menjangkau audiens dengan ketertarikan yang sama lewat menu explore. Selain itu, pengguna juga dapat membuat Reels dengan menyatukan stories atau post yang pernah mereka unggah sebelumnya.

 

 

Facebook Reels

Sedikit berbeda dengan TikTok dan Instagram, Facebook Reels lebih populer sebagai platform berbago konten, sehingga tidak akan banyak ditemui professional content creator di media sosial yang satu ini. Namun, pengguna tentunya akan tetap dapat membuat video yang berdurasi hingga 30 detik dan mendapat kesempatan monetisasi. Selain itu, sebagai media sosial terbesar di dunia, tentunya ada lebih banyak kesempatan untuk menjangkau massa di Facebook, terutama untuk kegiatan marketing seperti iklan.

 

 

Youtube Shorts

Apabila biasanya video yang mudah naik di Youtube adalah video berdurasi panjang sekitar 10-15 menit, kini Shorts membuka kesempatan baru bagi para kreatornya untuk mendapat engagement lewat konten video pendek yang berdurasi hingga 1 menit. Youtube juga memiliki fitur Shopping Ads yang memberikan opsi bagi para content creator untuk dapat menautkan link di video mereka yang nantinya tersambung dengan produk dari brand yang bekerjasama dengan mereka.

 

Tentunya, tiap platform memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan mereka dari yang lainnya. TikTok dikenal sebagai media yang memungkinkan para penggunanya untuk berkreasi sebebas mungkin, membuat para penggunanya kebanyakan anak muda yang berjiwa bebas dan selalu mengikuti tren agar dapat masuk ke laman For Your Page (FYP). Hal serupa berlaku bagi Instagram Reels, namun dengan audiens yang lebih beragam karena mengikuti algoritma dari Instagram yang bervariasi dan berubah-ubah. 

 

Sementara itu, Facebook sendiri lebih populer sebagai tempat berbagi dengan audiens yang lebih beragam dan spesifik. Anda dapat menyesuaikan target pasar dengan lebih mudah sesuai dengan kalangan usia di Facebook. Hal serupa juga berlaku untuk Youtube di mana Anda dapat menyesuaikan target penonton Anda lewat usia penggunanya. Youtube sendiri terkenal karena banyak content creator yang lahir di sana. Tentunya, berkolaborasi dengan content creator di Youtube dapat menjadi cara yang mudah untuk menaikkan reputasi brand Anda. 

 

 

Lalu, yang manakah yang terbaik? Tentunya, hal ini tergantung pada target yang ingin brand Anda raih. Namun, secara umum, apabila Anda dapat memaksimalkan konten video pendek brand Anda untuk kegiatan digital marketing, maka brand Anda bisa mendapatkan berbagai manfaat seperti berikut ini:

 

Menjaring lebih banyak audiens

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat banyak sekali penonton konten video pendek baik di TikTok, Instagram, Facebook, maupun Youtube. Hal ini tentunya menciptakan pasar besar yang dapat dijangkau secara online. Apabila suatu konten dianggap menarik, maka besar kemungkinan konten tersebut akan dibagikan ke pengguna lain. Algoritma yang membaca hal tersebut juga akan turut membantu dalam menyebarluaskan konten tersebut ke tiap pengguna yang memiliki ketertarikan akan topik pada konten tersebut.

 

Memperkenalkan brand personality

Sebuah brand harus mampu menciptakan hubungan dengan audiens yang ingin mereka tuju. Karena itu, brand personality menjadi hal yang wajib dikembangkan oleh suatu brand karena ia dapat membantu mengenalkan dan mendekatkan audiens dengan brand. Nantinya, hal tersebut akan menjadi salah satu alasan yang memengaruhi audiens untuk memertimbangkan dalam membeli produk atau menggunakan jasa dari suatu brand di masa depan. 

 

Menghemat waktu pembuatan konten

Durasi yang lebih singkat tentunya turut mempermudah dalam proses pembuatan konten. Kreator cukup membuat ide video dengan durasi yang lebih singkat, selama informasi yang disampaikan nantinya dapat diterima dengan jelas. Selain itu, proses edit juga dapat langsung dilakukan di platform tersebut sehingga mempersingkat waktu pengerjaan. Otomatis, frekuensi konten yang diunggah juga dapat meningkat.

 

Membuat brand tetap relevan dengan tren

Tren terus berganti tiap harinya. Supaya tetap dekat dengan audiens, brand perlu untuk mengikuti tren dan berusaha berbaur dengan audiens. Selain itu, tren juga bisa menjadi bahan promosi yang up to date.

 

Hemat biaya iklan

Konten kreatif yang menarik akan dibagikan secara sukarela oleh penontonnya yang otomatis menghemat biaya iklan yang dikeluarkan. Pun apabila konten tersebut menjadi viral, tentu dapat mendatangkan audiens dengan sendirinya tanpa perlu mengeluarkan biaya iklan yang berlebih.

 

Kesimpulan

Video pendek berformat vertikal telah menjadi sensasi di kalangan pengguna media sosial. Karena itu, keberadaannya dapat dimanfaatkan sebagai media digital marketing yang efektif bagi suatu brand. Adapun, beberapa media sosial tersebut antara lain adalah TikTok, Instagram dan Facebook Reels, dan Youtube Shorts. Di balik kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun terdapat manfaat yang umum bagi brand seperti menjaring lebih banyak audiens, memperkenalkan brand personality, menghemat waktu pembuatan konten, relevansi dengan tren yang terjaga, serta hemat biaya iklan. 

 

Ingin tahu info menarik seputar dunia IT lainnya? Kunjungi roketin.com

Other Insights
Share This Story: