TikTok Shop Kembali Lagi! Apa yang Harus Dilakukan E-commerce untuk Bertahan?

E-Commerce13 Dec 20235 Minutes
tiktok shop

Pada awal bulan Oktober lalu, sempat santer berita penolakan TikTok Shop oleh para pedagang konvensional karena dianggap menyebabkan kerugian lewat promo yang terlalu murah dan banyaknya influencer yang turun langsung untuk berdagang di sana. Pemberitaan ini santer menguak bahwa TikTok tidak memiliki izin usaha menggunakan layanan media sosial mereka dan berujung pada penutupan TikTok Shop.

 

Namun, setelah sempat dirumorkan, TikTok Shop akhirnya kembali beroperasi di Indonesia lewat kemitraan bersama PT GoTo Gojek Indonesia yang diresmikan pada Senin, 11 Desember 2023. Kemitraan strategis ini dimaksudkan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia yang berfokus pada perluasan pasar bagi para pelaku UMKM nasional, seperti yang dilansir oleh situs pers resmi TikTok.  

 

Salah satu bagian dari kemitraan yang telah disebutkan sebelumnya, bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan di bawah PT Tokopedia, namun dengan posisi di mana TikTok sebagai pengendali dari Tokopedia sendiri. Adapun, Tokopedia menjadi pihak yang akan mengoperasikan layanan belanja dalam aplikasi TikTok Indonesia. Kesepakaran ini terjalin lewat investasi dari TikTok yang berjumlah hingga lebih dari US$1,5 miliar sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam mendukung operasional Tokopedia. 

 

Kemitraan ini akan melalui tahap uji coba lebih dulu yang dimulai pada Selasa, 12 Desember 2023 melalui program Beli Lokal yang diadakan bertepatan dengan momen Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas. Program inisiatif dari pemerintah ini diharapkan dapat memajukan potensi belanja online produk-produk UMKM lokal serta menghadirkan manfaat lebih mulai dari perluasan pasar hingga penciptaan lapangan kerja baru bagi ekosistem bisnis online di Indonesia.

 

Lalu, dengan bergabungnya TikTok dan Tokopedia, akan seperti apa marketplace ini ke depannya?

 

Perubahan Tampilan dan Proses Transaksi

Salah satu perubahan yang terlihat adalah di tampilan TikTok Shop sendiri. Sebelumnya, TikTok Shop menggunakan warna yang menjadi ciri khas dari TikTok sendiri, yaitu putih dengan kombinasi warna merah dan biru. Kini, kategori Shop sendiri memiliki tampilan yang menyerupai Tokopedia dengan warna hijau yang mencolok di setiap bagiannya. 

 

Tampilan lama

Namun, apabila pengguna melihat dari kategori kategori Live Shopping, maka sejauh ini tampilan yang ada masih sama persis dengan tampilan TikTok sebelumnya, termasuk keranjang kuning yang ikonik dan menjadi ciri khas dari TikTok live. Hal ini dikarenakan proses migrasi yang belum sepenuhnya selesai, sehingga untuk tampilan dengan dominan warna hijau masih belum diimplementasikan sepenuhnya.  

Tampilan baru TikTok Shop X Tokopedia

 

Layanan belanja juga dapat diakses melalui profil pengguna, lewat tombol Your Orders yang akan membawa pengguna ke menu Order Center. Di sini, akan terlihat pula pemberitahuan yang menyatakan bahwa layanan tersebut disediakan oleh TikTok dan bekerjasama dengan Tokopedia. Adapun, di menu Order Center sendiri terlihat beberapa menu mulai dari Order, Review, Cart, Coupon dan Favorite. Adapun, barang-barang yang dulu sempat dimasukkan ke dalam Cart, akan kembali muncul dan tidak menghilang. Di samping itu, tersedia pula beberapa kategori guna memudahkan pencarian pengguna. 

 

Adapun, untuk cara membeli barang sendiri relatif tidak berubah, yaitu melalui button Add to Cart maupun Buy Now yang akan membawa pengguna ke bagian Order Summary. Setelah memeriksa barang, alamat, dan cara pembayaran, pengguna tinggal klik button Place Order. 

 

Saat ini, proses migrasi masih berlangsung dengan diawasi oleh Kementerian Perdagangan. Rencananya, TikTok nantinya hanya menjadi media promosi saja lewat platform media sosial yang mereka kembangkan, sementara transaksi dan proses pembayaran akan terhubung dengan Tokopedia. 

 

Dampak yang Ditimbulkan

Kerja sama di antara dua raksasa ini tentunya akan menghasilkan dampak yang cukup besar bagi pihak-pihak yang terlibat, seperti para merchant yang tergabung, dan tentunya pada persaingan antar marketplace maupun E-commerce.

 

Harapan terbesar dari kerja sama ini adalah dampak positif bagi pelaku UMKM di Indonesia. Komitmen untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para pelaku UMKM sebagai merchant berusaha direalisasikan lewat beberapa dukungan seperti:

 

  • Promosi produk lewat kedua platform
  • Peningkatan kapasitas dan kompetensi pelaku UMKM Indonesia lewat program komprehensif yang berfokus pada pengembangan keahlian dan akses sumber daya mulai dari proses produksi hingga penjualan
  • Dukungan dari sisi pemasaran, branding, dan praktik bisnis berkelanjutan
  • Menciptakan lapangan persaingan yang sehat

 

Diharapkan berbagai langkah tersebut dapat membuat lebih banyak merchant yang memasarkan produk mereka di kedua platform tersebut, hingga mencapai target 90% merchant merupakan pelaku UMKM. Selain itu, diharapkan pula adanya penciptaan jutaan lapangan kerja dalam lima tahun mendatang. 

 

Sementara itu, persaingan di ranah marketplace diprediksi akan semakin mengerucut antara Tokopedia dan Shopee karena bergabungnya TikTok Shop dan Tokopedia akan mengurangi jumlah saingan secara langsung. Kedua marketplace tersebut kerap kali disebut sebagai marketplace terbesar yang tidak ragu mengeluarkan berbagai promo untuk menarik minat beli masyarakat dan situasi ini dapat mengukuhkan status tersebut. Sementara itu, marketplace lain seperti Shopee, Lazada, atau Bukalapak tentunya perlu membuat gebrakan baru bila ingin bersaing dengan kedua marketplace tersebut.

 

 

Inovasi baru juga diperlukan oleh E-commerce independen yang memiliki massa dengan jumlah massa yang tergolong lebih kecil karena segmentasi yang terbatas. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh E-commerce untuk tetap bertahan dan mampu terus menjaring pelanggan antara lain ialah:

 

  • Fokus pada niche pasar yang spesifik mengingat segmentasi yang terbatas membuat fokus produk menjadi lebih jelas. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat produk atau layanan unggulan khusus yang hanya bisa didapatkan di E-commerce
  • Manfaatkan strategi pemasaran digital yang efektif mulai dari SEO, media sosial, hingga kampanye iklan yang terukur. Akan lebih baik pula bila materi pemasaran tersebut memiliki ciri khas yang membedakan dengan pesaing.
  • Program loyalitas pelanggan sangat dibutuhkan untuk menjaga interaksi antara pelanggan setia dengan E-commerce
  • Memastikan keamanan dan perlindungan pelanggan di tiap transaksi dan data pelanggan. Pemberian jaminan dan kebijakan pengembalian yang jelas juga akan meningkatkan kredibilitas E-commerce di mata pelanggan

 

Kesimpulan

TikTok Shop yang sempat ditutup akhirnya kembali beroperasi di Indonesia setelahr resmi bekerjasama dengan Tokopedia. Hal ini membuat setiap proses transaksi di TikTok Shop akan dikelola oleh Tokopedia. Hal ini diharapkan memberikan dampak positif bagi berbagai pihak. Namun, di saat bersamaan, tentunya terdapat dampak lain seperti mengetatnya persaingan marketplace dan E-commerce di Indonesia. Biasanya, E-commerce sendiri memiliki skala usaha yang relative lebih kecil dan tersegmentasi dibandingkan dengan marketplace. Karena itu terdapat beberapa hal yang harus dilakukan agar E-commerce dapat tetap bersaing, mulai dari fokus berinovasi pada pasar yang spesifik, memanfaatkan strategi pemasaran digital yang efektif, menciptakan loyalty program berkualitas, dan memastikan keamanan dan perlindungan pelanggan.

 

Ingin tahu info menarik seputar dunia IT lainnya? Kunjungi roketin.com

Other Insights
Share This Story: