Product Owner dan Tanggung Jawabnya Dalam Sebuah Proyek

Startup6 Jul 20226 Minutes

Apakah di antara kalian sedang ada yang ingin bereksplorasi dalam dunia pengembangan sebuah produk? Bisa jadi profesi product owner adalah pilihan yang pas untuk kalian. Jangan kaget kalau profesi ini sedang menjadi salah satu profesi paling dicari saat ini. Tentunya hal ini wajar karena profesi ini memiliki peran yang sangat vital dalam proses pengembangan suatu produk. Sebuah tim developer akan merasa kesulitan dalam menjalankan pekerjaannya jika tidak ada product owner yang membantu tim tersebut. Lantas, apakah yang membuat profesi ini terkesan sangat penting? Mari kita kenali lebih dekat profesi satu ini.

 

Mengenal Profesi Product Owner

 

Product owner merupakan suatu peran atau pekerjaan dalam proses pengembangan produk, khususnya produk digital. Orang yang mengambil peran ini memiliki tanggung jawab dalam mengelola prioritas target tim developer, apakah harus menyelesaikan fitur terbaru, mencari solusi dari suatu bug, atau lainnya. Profesi ini biasanya masuk ke dalam tim developer yang berbasis metode agile dengan kerangka kerja scrum. Di mana ia akan bertanggung jawab dalam mengelola product backlog.

Product owner berperan dalam mengatur prioritas di dalam product backlog pada proses pengembangan produk, khususnya produk digital.

 

Peran Seorang Product Owner

 

Di atas kita telah membahas bahwa product owner memiliki tanggung jawab dalam mengelola tim developer berbasis agile. Sebuah tim developer tentunya memiliki banyak sekali tanggung jawab yang perlu dikerjakan. Jika beragam pekerjaan tersebut dilakukan di waktu yang bersamaan dan tidak ada elaborasi yang baik antar proses pengerjaannya, maka pekerjaan yang dilakukan dapat berjalan sia-sia karena saling tumpang tindih satu sama lainnya. Pekerjaan yang sudah selesai menjadi tidak sinkron dan justru menghambat tercapainya target proyek. Hal inilah yang membuat product backlog hadir dan perlu pengelolaan yang baik di dalamnya. Product backlog sendiri merupakan susunan prioritas tugas yang perlu tim developer kerjakan dalam sebuah proyek.

Di sinilah product owner hadir untuk mengelola product backlog. Orang yang mengambil peran ini perlu paham betul product backlog dan dapat menyampaikannya dengan baik kepada seluruh tim developer. Dia harus dapat menyusun daftar prioritas di dalam product backlog dan memastikan bahwa seluruh tim dapat memahaminya dengan cara yang efisien dan efektif.

 

Keahlian Yang Perlu Product Owner Miliki

 

Melihat tanggung jawab dari product owner yang sudah kita bahas di atas, maka terdapat beberapa keahlian yang sebaiknya perlu product owner miliki. Beberapa keahlian penting dari profesi ini adalah sebagai berikut.

 

Pertama, Komunikasi

 

Salah tugas paling penting dari profesi ini adalah memastikan seluruh tim developer paham betul isi product backlog. Kunci untuk membuat hal ini terjadi adalah komunikasi yang baik. Hal ini yang membuat komunikasi menjadi keahlian esensial bagi seorang product owner.

 

Kedua, Menyusun Prioritas

 

Product backlog tersusun dari beragam daftar pekerjaan yang perlu tim developer kerjakan. Dari seluruh hal yang perlu tim kerjakan, product owner perlu menentukan pekerjaan apakah yang menjadi prioritas. Setelah mengidentifikasi daftar pekerjaan yang menjadi prioritas, dia pun juga harus dapat menentukan pekerjaan manakah yang harus menjadi nomor satu, dua, tiga, dan seterusnya.

 

Ketiga, Keahlian Developer

 

Seorang product owner juga sebaiknya paham beberapa keahlian seorang developer. Hal ini berkaitan langsung dengan perannya untuk mendelegasikan tugas ke setiap anggota tim developer. Pemahaman teknis dari tugas terkait akan membuat product owner lebih bijak dalam membagikan tugas kepada anggota tim.

 

Keempat, Manajemen

 

Keahlian manajemen sangat penting dalam menjalani profesi ini. Sistem manajemen yang baik perlu agar dapat membuat tim developer berhasil merancang produk dengan proses yang baik.

 

Kelima, Wawasan Produk Digital

 

Product backlog tidak akan dapat tersusun dengan baik jika product owner tidak dapat memahami produk di dalam proyeknya dengan baik. Dia perlu paham fitur-fitur apa saja yang perlu ada di dalam produk tersebut, bagaimana cara mewujudkannya, dan juga tingkat kesulitan eksekusinya. Hal ini akan mempermudah dalam proses pembagian tugas di dalam product backlog kepada tim developer.

Product owner berperan dalam mengatur prioritas di dalam product backlog pada proses pengembangan produk, khususnya produk digital.

 

Perbedaan Seorang Product Owner Dan Scrum Master

 

Kedua profesi ini memang memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mewujudkan produk digital dengan kualitas sebaik mungkin. Meskipun begitu, kita akan menemukan perbedaan jika kita melihat teknis pekerjaan yang mereka lakukan. Berikut ini adalah tiga aspek yang dapat membedakan keduanya.

 

Pertama, Adalah Tanggung Jawab

 

Product owner lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan prioritas pekerjaan yang tersaji dalam product backlog. Di sisi lain, scrum master lebih fokus pada kelancaran eksekusi dan implementasi kerangka kerja scrum dalam tim developer berbasis agile. Scrum master perlu aktif mengevaluasi proses scrum, serta membagikan wawasan dan memberikan pelatihan tentang scrum bagi seluruh anggota tim.

 

Kedua, Pekerjaan Harian

 

Kegiatan sehari-hari product owner dalam bekerja adalah memastikan tugas yang tim kerjakan sesuai dengan product backlog. Penyusunan ulang product backlog pun juga perlu dia lakukan apabila ada suatu hambatan pekerjaan di dalam tim. Bahkan bersama product manager, product owner juga perlu menyusun product roadmap. Sementara scrum master menjalankan pekerjaannya dengan mengerjakan prioritas pekerjaan di dalam product backlog bersama tim developer. Di mana dia perlu memastikan proses pengerjaan setiap tugas dapat terakomodasi oleh kerangka kerja scrum. Kerangka kerja ini diharapkan dapat membuat pekerjaan tim dapat selesai dengan cara yang paling efektif dan efisien.

 

Ketiga, Keahlian Yang Perlu Dikuasai

 

Pekerjaan dan tanggung jawab yang berbeda membuat kedua profesi ini perlu seperangkat keahlian yang tentunya juga berbeda. Manajemen, komunikasi, penyelesaian masalah, dan kemampuan analisis yang baik adalah beberapa keahlian utama yang product owner perlukan. Hal ini akan membuat tim mampu bekerja dengan baik dan terhindar dari beragam potensi masalah maupun konflik selama proyek berjalan. Di sisi lain, scrum master cenderung perlu mengutamakan keahlian dalam melatih dan berbagi pengetahuan terkait scrum kepada seluruh tim. Scrum master perlu mengajarkan esensi-esensi scrum kepada setiap anggota tim. Hal ini sangat penting agar tim mampu betul-betul menjalankan kerangka kerja scrum dengan baik dan benar.

Product owner berperan dalam mengatur prioritas di dalam product backlog pada proses pengembangan produk, khususnya produk digital.

 

Kesimpulan

 

Product owner adalah peran yang sangat penting dalam proses pembuatan produk, khususnya produk digital. Di mana orang yang menempati posisi ini akan bertanggung jawab dalam menyusun product backlog berdasarkan prioritas pekerjaan yang perlu lebih dahulu tim kerjakan. Beragam keahlian penunjang pun juga perlu dimiliki oleh orang yang memegang peran ini. Mulai dari manajemen, komunikasi, hingga daya analisis yang kritis sangat perlu untuk product owner miliki. Untuk tim developer berbasis agile dengan kerangka kerja scrum pun juga sangat membutuhkan peran ini. Tanpanya, tugas-tugas yang tim kerjakan akan terkesan berantakan karena product backlog proyek tidak tersusun dengan rapi dan tepat. Untuk informasi lainnya seputar posisi-posisi di dalam tim developer dan industri IT juga dapat Anda temukan di @roketinapp.

Other Insights
Share This Story: