Perkembangan Website dan Pengaruhnya pada Desain UI dan UX

Technology19 Jul 20235 Minutes
website

Saat ini, website telah berkembang begitu jauh daripada sejak ia pertama kali diciptakan, baik dari segi desain, fitur, maupun fungsi. Website tidak hanya digunakan untuk membagikan informasi, melainkan juga untuk kegiatan transaksi, pengenalan profil bisnis, dan berbagai keperluan lainnya. Oleh karena itu, tidak berlebihan apabila website disebut sebagai gerbang awal menuju transformasi digital. 

 

Website awalnya diciptakan dengan peruntukan akses melalui desktop komputer, yang sekaligus juga menjadi satu-satunya perangkat untuk mengakses internet dan website itu sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, perangkat untuk mengakses internet juga semakin berkembang. Apabila awalnya hanya dapat diakses melalui komputer, lalu turut merambah pada laptop, hingga akhirnya dapat diakses melalui smartphone, perangkat yang dimiliki oleh semua orang saat ini.

 

 

Perkembangan pada perangkat tersebutlah yang pada akhirnya memicu website untuk terus beradaptasi, utamanya dari segi desain. Apabila awalnya desain pada website terfokus untuk memberikan tampilan dan fungsi yang sesuai dengan ukuran dan resolusi layar desktop, maka ia kini harus beradaptasi agar dapat diakses dan digunakan dengan nyaman pada berbagai jenis perangkat lainnya, terutama perangkat mobile seperti smartphone. 

 

Smartphone sendiri dianggap sebagai perangkat yang paling bertanggungjawab dalam kebutuhan akan adaptasi pada desain website saat ini. Ini dimulai pada tahun 2007 ketika Apple pertama kali mengenalkan iPhone, yang mana ia tidak hanya memiliki fungsi komunikasi seperti kebanyakan ponsel saat itu, melainkan menjadi perangkat yang memungkinkan penggunanya untuk dapat mengakses internet dengan mudah dan nyaman. Penggunaan smartphone semakin meningkat dengan cepat dan banyak yang menginginkan pengalaman serupa dengan desktop saat mengakses website pada smartphone mereka. 

 

Walaupun begitu, pada awalnya desain website tidak otomatis responsif terhadap smartphone. Terdapat berbagai masalah seperti tampilan yang tidak optimal, konten dengan ukuran yang tidak sesuai, dan kesulitan dalam navigasi. Hal ini menyebabkan pengalaman pengguna yang buruk dan memaksa developer dan desainer website untuk mulai fokus mengembangkan desain yang responsif dan mobile-friendly. 

 

 

Desain yang responsif sendiri dapat dimaknai sebagai desain yang dapat menyesuaikan diri dengan ukuran resolusi layar dari perangkat yang digunakan oleh pengguna. Ini berarti tiap elemen pada website akan otomatis menyesuaikan ukurannya dengan berbagai perangkat mulai dari desktop, tablet, hingga smartphone. Desain responsif dapat mengatasi masalah tampilan yang tidak optimal dan memberikan pengalaman penggunaan yang konsisten di berbagai perangkat. 

 

Terdapat beberapa jenis desain yang mendukung responsivitas pada sebuah website. Beberapa jenis desain yang umum digunakan untuk mendukung website agar berjalan responsif antara lain:

 

Fluid design

Ukuran elemen website pada jenis desain ini tidak akan spesifik pada pixels, melainkan pada persentase. Ini berarti, ketika ukuran layar berubah, maka ukuran tiap elemen juga akan mengikuti pada layar sesuai dengan persentase yang telah diatur. Walaupun fleksibel, namun tetap terdapat kemungkinan bahwa tiap elemen memiliki proporsi yang kurang cocok saat berada di perangkat tertentu, seperti terlalu padat pada layar kecil, begitu pula sebaliknya.

 

Adaptive design

Pada jenis desain ini, akan terdapat beberapa versi desain dari suatu website yang menyesuaikan pada berbagai ukuran layar perangkat. Nantinya, ketika diakses pada perangkat tertentu, media queries akan mengidentifikasikan desain yang paling cocok pada ukuran layar tertentu dan menampilkannya. Hal ini membuat desainer harus membuat berbagai desain website dengan hati-hati dan teliti, yang mana dapat memakan banyak waktu dan tenaga. Di sisi lain, desainer dapat memastikan pengalaman pengguna yang memuaskan pada tiap desain.

 

Responsive design

Responsive menggabungkan kebaikan dari fluid dan adaptive di mana ia menggunakan media queries untuk membagi elemen pada desain lewat breakpoint, di mana hal ini nantinya memungkinkan website untuk tampil dengan menyesuaikan pada ukuran layar. Tentunya, hal ini membuat website nyaman untuk dilihat dari perangkat apapun. Namun, untuk hasil yang baik, tentu perlu dilakukan desain dan testing yang lebih rumit dan berulang.

 

Pentingnya desain yang responsif dan mobile-friendly semakin ditekankan dengan pertumbuhan penggunaan perangkat mobile dan kebutuhan akan pengalaman pengguna yang optimal di berbagai perangkat. Google, misalnya, telah mengambil langkah-langkah untuk mendorong desain responsif dengan menetapkan bahwa website yang responsif akan mendapatkan peringkat lebih tinggi dalam hasil pencarian mereka. Dengan demikian, desain yang responsif dan mobile-friendly telah menjadi standar yang penting dalam pengembangan website.

 

 

Tujuan dari pembuatan desain yang responsif adalah memungkinkan pengguna untuk dengan mudah mengakses dan berinteraksi dengan konten website, memastikan pengalaman yang konsisten dan memuaskan di berbagai perangkat. Untuk menciptakan hal tersebut, maka beberapa poin ini juga perlu diperhatikan untuk membuat desain website yang baik:

 

Desain Minimalis 

Perkembangan website telah mendorong tren desain minimalis dalam UI dan UX. Desain minimalis menekankan pada kesederhanaan, kejelasan, dan fokus pada konten yang relevan yang membantu pengguna fokus pada informasi yang penting dan meningkatkan navigasi yang mudah diikuti. 

 

Mikrointeraksi

Mikrointeraksi adalah elemen interaktif kecil yang terjadi saat pengguna berinteraksi dengan elemen UI website, seperti tombol, menu, atau animasi. Perkembangan website telah mendorong penggunaan mikrointeraksi untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Misalnya, animasi saat hover pada tombol atau notifikasi yang muncul saat pengguna melakukan tindakan tertentu. Mikrointeraksi ini membantu membuat pengalaman pengguna lebih menarik, interaktif, dan intuitif.

 

Personalisasi dan relevansi 

Dalam perkembangan website, desain UI dan UX semakin memperhatikan personalisasi dan relevansi lewat pemanfaatan data pengguna dan teknologi kecerdasan buatan. Website dapat memberikan pengalaman yang disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan pengguna. Ini dapat mencakup rekomendasi konten yang relevan, tampilan yang disesuaikan, atau fitur-fitur lain yang disesuaikan dengan preferensi individu.

 

Fokus pada kecepatan dan kinerja 

Kecepatan dan kinerja website memiliki dampak besar pada pengalaman pengguna. Perkembangan website telah mendorong desain UI dan UX untuk memprioritaskan kecepatan pemuatan halaman, waktu respons, dan kinerja yang optimal. Desain yang dioptimalkan untuk kinerja dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan mengurangi tingkat keluar dari website.

 

Kesimpulan

Perkembangan perangkat mobile memaksa website untuk turut berkembang, terutama dari segi desain yang mengharuskannya untuk beradaptasi dan bekerja optimal pada berbagai ukuran layar. Desainer dituntut untuk membuat desain yang responsif, di mana hal ini dapat diimplementasikan lewat beberapa jenis desain seperti fluid, adaptive, dan responsive. Desain yang responsif sendiri dapat memberikan pengalaman penggunaan yang konsisten dan optimal, darimanapun ia diakses. Selain itu, desain juga dituntut untuk lebih minimalis dan fokus pada fitur yang ada di dalam website, mengembangkan mikrointeraksi dalam website, memperhatikan personalisasi dan relevansi lewat pemanfaatan data pengguna, dan berfokus dalam menciptakan website yang cepat dan bekerja dengan baik. 

 

Ingin tahu info menarik seputar dunia IT lainnya? Kunjungi roketin.com

Other Insights
Share This Story: