Pentingnya Page Speed dan Cara Meningkatkannya

Technology9 Nov 20226 Minutes
load time

Apakah Anda pernah kesal ketika sebuah website membutuhkan waktu terlalu lama untuk memuat walaupun koneksi internet sudah stabil? Hal ini mungkin cukup sering terjadi pada semua orang. Google bahkan telah melakukan riset pada 2018 lalu bahwa walaupun koneksi internet telah berubah menggunakan teknologi 4G, nyatanya masih sangat banyak website yang lambat ketika memuat suatu halaman. 

 

Tentunya, hal ini menjadi sebuah masalah tersendiri bagi pengelola website atau E-commerce. Riset dari Google dan Deloitte menyatakan bahwa 54% pengguna akan keluar dari website saat ada delay lebih dari tiga detik. Bahkan bounce rate pada website dapat meningkat signifikan hanya dengan perbedaan load website selama beberapa detik. Bounce rate pada kisaran load time satu sampai tiga detik masih berada pada angka 32%, sementara pada load time hingga 5 detik bisa mencapai 90%. Sangat jauh berbeda bukan?

 

Di sisi lain, website yang lebih cepat memiliki kemungkinan untuk mendapatkan durasi kunjungan yang lebih lama hingga 70% dan kemungkinan bounce rate yang lebih rendah hingga 35%. Dari sini dapat disimpulkan bahwa setiap orang akan cenderung memilih dan menghabiskan waktu mengunjungi website yang dapat terbuka dengan cepat. Karena itulah, page speed menjadi faktor yang sangat penting untuk traffic sebuah website.

 

 

Lalu, apa itu page speed?

Secara sederhana, page speed dapat didefinisikan sebagai kecepatan muat konten saat seseorang melakukan kunjungan pada website. Namun, lebih spesifik, page speed merepresentasikan kecepatan muat dari satu laman (page) saja. 

 

Tentunya, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi page speed seperti seberapa banyak dan besar ukuran dari gambar, video, atau media lain yang digunakana dalam konten pada laman tersebut, themes dan plugin apa yang dipakai, dan coding atau scripts yang berlaku pada laman tersebut. Hal-hal ini menjadi elemen yang memengaruhi page speed pada website. 

 

Website dengan page speed yang cepat tentunya lebih disukai oleh pengunjung. Selain menaikkan jumlah pengunjung, yang dapat mengarah pada peningkatan konversi bisnis pada E-commerce, page speed yang baik juga mengurangi kemungkinan pengunjung meninggalkan website lebih cepat. Tentunya hal ini baik bagi user experience yang sekaligus juga dapat menaikkan website pada peringkat atas di search engine. 

 

Core Web Vitals

Core Web Vitals adalah sekumpulan metrik standar dari Google yang dapat membantu developer untuk memahami page speed sebagai bagian dari user experience pada website. Metrik ini mengidentifikasi masalah user experience ke dalam tiga bidang utama, yaitu:

 

1. Largest Contentful Paint (LCP)

Largest Contentful Paint atau LCP merupakan metrik yang digunakan untuk mengecek waktu render konten utama yang umumnya berupa gambar atau teks blok ketika laman website mulai dimuat. Apabila ingin mendapatkan user experience yang baik, maka perlu dipastikan bahwa website dapat memuat konten-konten tersebut dalam waktu 2,5 detik atau kurang. Beberapa faktor yang dapat membuat nilai tersebut tidak tercapai antara lain ukuran konten yang besar atau respons server yang lambat. 

 

2. First Input Delay (FID)

First Input Delay atau FID merupakan metrik yang digunakan untuk mengukur respons delay antara elemen interaktif pada saat diklik hingga saat elemen tersebut dapat berfungsi. Elemen interaktif ini dapat berupa klik pada video, audio, button, maupun link pada halaman. Agar dapat mencapai nilai yang ideal, maka respons delay ini harus berada pada angka di bawah 100 milidetik. Ketika delay berada di atas angka tersebut, dapat memperburuk tingkat interaksi dengan pengunjung yang berakibat pada menurunnya kualitas user experience. 

 

3. Cumulative Layout Shift (CLS)

Cumulative Layoit Shift atau CLS adalah metrik yang digunakan untuk menilai stabilitas visual dan mengecek apakah ada pergeseran layout yang tidak terduga pada laman dan membuat elemen berpindah posisi pada saat dimuat. Perpindahan posisi ini biasanya terjadi pada gambar, teks, atau button yang terdorong ke bawah. Hal seperti ini dapat terjadi misalnya karena ada iklan dengan ukuran besar yang membuatnya butuh waktu lebih lama untuk dimuat. Nilai yang baik bagi CLS adalah 0,1 atau kurang,

 

Core Web Vitals menjadi hal yang penting karena sejak Agustus 2021 lalu, metrik ini menjadi salah satu pertimbangan bagi Google untuk peringkat pencarian di search engine mereka. Jadi, walaupun relevansi konten tetap menjadi pertimbangan utama, namun website dengan peringkat metrik yang lebih baik juga akan memiliki potensi yang lebih besar untuk berada di bagian atas hasil pencarian. Di samping itu, Core Web Vitals juga membantu untuk mengevaluasi performa website.

 

 

Cara meningkatkan page speed

Apabila website belum mendapatkan nilai Core Web Vitals yang cukup sebagai indikasi dari page speed yang baik, maka website tersebut harus segera dievaluasi dan diperbaiki. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan page speed website:

 

1. Menggunakan hosting yang baik

Optimasi page speed dimulai dengan infrastuktur yang cepat. Pastikan website menggunakan hosting server yang dapat mendukung performa website, karena akan percuma sebaik apapun website dikembangkan apabila server tidak mendukung hal tersebut. 

 

2. Kompres ukuran gambar

Gambar memang sangat membantu dalam meningkatkan penampilan website dan kualitas konten. Namun, gambar dengan ukuran yang terlalu besar dapat menyebabkan delay pada saat loading. Cara termudah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan page speed adalah dengan mengkompres terlebih dulu gambar yang akan digunakan untuk konten website, bisa dengan mengubah format file atau menerapkan lazy loading.

 

3. Gunakan CDN

CDN atau Content Delivery Network adalah satu kelompok server yang tersebar secara geografis, di mana tujuannya ialah bekerjasama menyediakan pengiriman konten secara lebih cepat. CDN dapat membuat website lebih ringan, sehingga pemuatan konten menjadi lebih cepat. Selain itu, pengelolaan traffic website juga akan lebih mudah.

 

4. Minifikasi HTML, CSS, dan JavaScript

Minifikasi (minify) adalah proses menghapus atau menghilangkan seluruh karakter, spasi, dan komentar pada kode yang tidak diperlukan dan menggunakan variabel dan fungsi yang lebih pendek. Semakin sedikit bytes data dalam kode, semakin mudah dan efisien proses loading suatu laman web. Hal ini juga tidak akan mengurangi kualitas website di mata mesin pencari.

 

5. Gunakan cache browser

Cache adalah proses penyimpanan sementara suatu data atau HTML dalam rangka mengurangi penggunaan bandwith dan loading server. Ketika cache ini tersimpan pada browser pengunjung, maka page speed akan menjadi lebih cepat saat mereka mengunjungi website itu lagi. Walaupun tidak dapat digunakan ketika pertama kali mengunjungi, namun cara ini dapat dicoba. 

 

Kesimpulan

Page speed atau kecepatan muat suatu halaman website adalah hal yang penting untuk diperhatikan pengelola website karena hal ini dapat memengaruhi user experience dari pengunjung, di mana mereka akan lebih memilih dan betah berada di website dengan page speed yang baik. Adapun, page speed suatu website dapat diindikasikan oleh nilai Core Web Vitals website tersebut. Tentunya, ada beberapa cara untuk meningkatkan page speed suatu website seperti menggunakan hosting yang baik, melakukan kompres pada gambar, menggunakan CDN dan cache browser, dan melakukan minifikasi pada HTML, CSS, atau JavaScript.

 

Ingin tahu lebih banyak tentang info seputar dunia IT lainnya? Kunjungi roketin.com.

Other Insights
Share This Story: