Pentingnya Menyesuaikan Desain Mobile Apps dengan Target Audience

Mobile Apps16 Aug 20236 Minutes
mobile aps

Pernahkah Anda melihat tampilan aplikasi di atas?

 

Gambar tersebut merupakan tampilan dari Flo, aplikasi yang berfungsi sebagai tracker untuk periode ovulasi, menstruasi, dan kehamilan. Melihat dari fungsi tersebut, dapat dipastikan bahwa mayoritas pengguna aplikasi ini adalah perempuan. Hal inilah yang membuat tampilan aplikasi tersebut cenderung minimalis dan banyak menggunakan warna pink pada button di dalamnya, di mana warna pink kerap dikaitkan dengan sifat feminin pada perempuan. 

 

Berkaca dari kasus di atas, maka bisa dikatakan bahwa target audience juga memiliki peran penting dalam pengembangan suatu aplikasi. Flo menyadari posisinya sebagai aplikasi mobile dengan target audience yang jelas, yaitu para perempuan, sehingga membuat desain tampilan aplikasi yang sesuai dengan target audience tersebut. Hal serupa juga dilakukan oleh desainer maupun developer aplikasi lainnya. Misalnya, salah satu alasan mengapa rata-rata tampilan awal aplikasi streaming service berwarna gelap adalah untuk meningkatkan pengalaman menonton pengguna. Hal ini menyesuaikan pada target audience mereka, yaitu orang-orang yang suka menonton film di bioskop.

 

 

Penyesuaian tersebut akan berperan besar dalam proses pengenalan aplikasi kepada calon pengguna aplikasi. Ia dapat menciptakan perasaan terlibat dan relevan pada pengguna terhadap aplikasi. Hal ini dapat berujung pada meningkatnya kepercayaan dan tingkat retensi dari pengguna aplikasi ketika ia diimbangi dengan pengalaman penggunaan yang baik. Karena itu, sebelum desain aplikasi dibuat, perlu dilakukan pengidentifikasian target audience.

 

Identifikasi target audience untuk aplikasi

Pada dasarnya, dalam pengembangan suatu aplikasi, tidak dapat dilepaskan dari penentuan target audience sejak fase awal pengembangannya. Pengidentifikasian ini akan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan bagi desainer dan developer tentang fitur yang dibutuhkan, desain UI/UX yang akan dibuat, hingga rencana monetisasi apabila dibutuhkan oleh aplikasi. Karena itu, tahap ini perlu dilakukan dengan teliti dan hati-hati agar ditemukan segmentasi audience yang tepat dan sesuai dengan nilai yang ada dalam aplikasi. Untuk itu, terdapat beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi target audience tersebut, seperti:

 

Memahami nilai produk

Tahap pertama yang harus dilakukan oleh tim desain dan developer aplikasi adalah memiliki pemahaman komprehensif mengenai produk yang akan dibuat. Jadi, mereka tidak boleh hanya mengetahui tentang fitur atau layanan apa yang ada di dalam aplikasi, melainkan nilai keseluruhan yang dibawa oleh aplikasi seperti ‘apa kegunaan dari produk ini?’, ‘apa yang membuat produk ini unik?’, ‘kenapa target audience harus menggunakan produk ini?’, dan berbagai pertanyaan lainnya terkait produk. Nilai ini nantinya akan menjadi pondasi utama dalam pengembangan produk sekaligus menjadi faktor yang menarik audience untuk menggunakan aplikasi setelah diluncurkan.

 

Melakukan riset pasar

Riset pasar tentu menjadi salah satu langkah penting dalam mengidentifikasikan target audience suatu aplikasi. Riset ini dapat dilakukan dari bagaimana kompetitor bekerja, mulai dari faktor yang menyebabkan kompetitor berhasil, hingga titik lemah yang dapat menjadi evaluasi agar aplikasi yang dikembangkan tim nantinya tidak mengulangi hal yang sama. Selain itu, identifikasi perilaku pengguna juga dapat dilakukan lewat analisis ini seperti kecenderungan penggunaan aplikasi atau faktor-faktor yang disukai pasar terhadap suatu aplikasi.

 

Mengidentifikasi demografi target audience

Riset pasar dan data analisis bisa membantu dalam mengidentifikasi target audience, yang disegmentasikan berdasarkan demografi dan ketertarikan. Beberapa faktor di antaranya yang dapat membentuk target audience untuk aplikasi adalah:

  • Lokasi menjadi faktor yang membentuk tren perilaku dan ketertarikan pengguna. Sebagai contoh, tren dan ketertarikan di Malaysia dan Indonesia bisa saja berbeda dalam waktu yang bersamaan. Hal ini tentunya dapat memengaruhi popularitas dan perilaku pengguna di dalam aplikasi.
  • Usia merupakan faktor lain yang dapat membentuk desain, fitur, dan model monetisasi dari aplikasi. Kebutuhan penggunaan aplikasi di tiap usia berbeda-beda, begitu juga dengan preferensi desain dan kegunaan yang dituju.
  • Gender tidak selalu menjadi faktor utama dalam menentukan target audience, namun terkadang ia dapat menjadi nilai utama dari aplikasi tersebut. Salah satunya adalah Flo, yang telah dibahas sebelumnya, di mana mereka menyesuaikan tampilan aplikasi mereka berdasarkan target audience yang mereka harapkan.
  • Tingkat pendidikan dapat memengaruhi tampilan suatu aplikasi pula. Tingginya tingkat pendidikan dapat turut meningkatkan level membaca rata-rata dari pengguna. Hal ini nantinya dapat dipertimbangkan sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi di dalam aplikasi nantinya.
  • Ketertarikan target pengguna dapat menjadi faktor penting dalam mengembangkan aplikasi, mengingat target pengguna kemungkinan besar tidak akan menggunakan aplikasi yang tidak sesuai dengan ketertarikan mereka baik dari segi nilai, fitur, hingga desain tampilan dari aplikasi itu sendiri.

 

Membangun user persona

Ketika tim desainer dan developer telah mengetahui tentang demografis dari target audience, maka tim harus mulai memertimbangkan tren perilaku dari segmentasi audience yang dibuat berdasarkan data demografi tersebut. Sebagai contoh, target audience merupakan wanita Indonesia pada rentang usia 18-24 tahun dengan tingkat pendidikan mulai dari sekolah menengah hingga tingkat lanjut dengan ketertarikan pada isu-isu mengenai tubuh perempuan sendiri, maka dari sana dapat dibuat opsi desain tampilan aplikasi yang sesuai dengan target audience tersebut. Lebih lanjut, segmentasi dari target audience tersebut juga dapat menginformasikan tim mengenai kebiasaan dari audience.

 

Namun, perlu diperhatikan juga bahwa ada lebih dari satu tipe pengguna nantinya sehingga perlu juga dilakukan pendekatan lain seperti lewat data demografi psikologis mulai dari ciri-ciri personal yang menyasar perilaku pengguna dengan lebih akurat, nilai-nilai personal yang diinginkan pengguna dari aplikasi, dan tren perilaku yang terus berkembang tiap saat. Karena demografi psikologis tersebut akan terus berubah, maka sangat penting bagi tim untuk selalu memperbarui aplikasinya.

 

 

Tentunya, identifikasi target audience yang jelas akan sangat membantu dalam mengembangkan suatu aplikasi. Beberapa manfaat di antaranya sebagai berikut:

 

  1. Peningkatan kepuasan dan retensi pengguna lewat kehadiran desain UI yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan dari target audience. Hal ini disebabkan oleh adanya perasaan personal antara pengguna dengan aplikasi yang digunakannya.
  2. Meningkatkan brand perception, di mana pengguna akan merasa familiar karena adanya pemahaman lebih dari pengguna tentang preferensi dan kebutuhan pengguna dalam aplikasi. Hal ini tentunya akan turut meningkatkan persepsi merek dalam pikiran pengguna.
  3. Reduksi kesalahan pengguna merupakan hal yang penting dan hal ini dapat dilakukan ketika penyesuaian desain disesuaikan pada karakteristik pengguna sehingga resiko kesalahan penggunaan dapat diminimalisir. Selain itu, desain yang jelas dan intuitif dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas penggunaan aplikasi itu sendiri.
  4. Inovasi yang tepat sasaran bagi keberlanjutan aplikasi sangatlah penting, sehingga perlu dilakukan pemahaman target audience lebih baik, sehingga nantinya solusi yang dihasilkan dari inovasi tersebut dapat tepat sasaran dan bermanfaat, serta memberikan nilai tambah yang baik bagi aplikasi.

 

Kesimpulan

Penyesuaian desain pada aplikasi mobile agar sesuai dengan target audience merupakan hal yang cukup penting. Hal ini dapat diawali dari memahami secara komprehensif mengenai nilai produk aplikasi yang hendak dibuat, lalu melakukan riset pasar, mengambil data demografis target audience, dan membuat user persona yang cocok dari data tersebut. Manfaat yang didapat dari melakukan hal tersebut dapat sangat beragam mulai dari meningkatkan kepuasan dan retensi pengguna, meningkatkan brand perception, mereduksi kesalahan penggunaan, dan memunculkan inovasi yang tepat sasaran dalam pengembangan aplikasi di masa depan. 

 

Ingin tahu informasi menarik seputar dunia IT lainnya? Kunjungi roketin.com

Other Insights
Share This Story: