
Dorongan psikologis sangat memengaruhi seseorang dalam melakukan pembelian suatu produk atau penggunaan jasa dalam kehidupan sehari-harinya. Bahkan dapat dikatakan bahwa manusia melakukan pembelian menggunakan perasaan mereka, sementara logika hanya digunakan untuk membenarkan pembelian tersebut.
Psikologi konsumen sendiri dapat dikatakan sebagai bidang yang mengeksplorasi bagaimana individu membuat keputusan pembelian dan apa yang memotivasi mereka untuk membeli suatu produk atau layanan. Di satu sisi, copywriting merupakan seni dalam menciptakan konten tertulis yang dapat mengajak orang-orang untuk melakukan tindakan tertentu yang diinginkan dalam konten tersebut. Karena itu, untuk menciptakan suatu copywriting yang menarik dan sukses mendorong calon konsumen untuk melakukan tindakan yang diinginkan dalam konten, seperti pembelian, pengisian form, berlangganan, dan berbagai jenis konversi lainnya, pemahaman akan psikologi konsumen akan sangat dibutuhkan.
Selain tujuan utama tersebut, terdapat beberapa alasan lain mengapa seorang copywriter perlu memerhatikan psikologi konsumen saat menulis copy, seperti:
Penulisan copy yang memerhatikan pada aspek psikologis konsumen juga membuat brand tidak monoton, asing, dan berjarak dari audiensnya.

Salah satu elemen kunci dalam psikologi konsumen adalah dengan memahami berbagai tahapan yang akan dilalui oleh konsumen sebelum mereka membuat keputusan untuk melakukan pembelian atau penggunaan suatu barang atau jasa. Tahapan ini diawali dari tahap awareness, consideration, dan decision-making.
Pada tahap ini, calon konsumen akan menyadari tentang masalah atau kebutuhan yang harus atau ingin mereka miliki. Hal tersebut dapat menjadi sorotan utama bagi copywriter, di mana masalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan produk tertentu yang mengarah pada produk dari brand. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan produk tersebut beresonansi dengan masalah yang dialami oleh calon konsumen, sehingga copy dapat menarik perhatian dan membuat mereka mengenal produk lebih jauh.
Di tahap ini, calon konsumen akan melakukan riset secara aktif dan membuat berbagai pilihan yang akan dipertimbangkan. Di sini, copywriter dapat memberikan berbagai informasi penting tentang produk atau layanan dari brand mulai dari fitur, manfaat, atau perbandingan dengan berbagai produk lainnya di pasaran. Berbagai informasi tersebut akan membantu konsumen mengenali produk lebih lanjut dan memberikan wawasan bagi mereka tentang apa saja yang akan mereka dapatkan dari penggunaan produk tersebut dalam mengatasi masalah yang mereka hadapi.
Pada tahap ini, calon konsumen telah siap untuk melakukan pembelian lewat informasi-informasi yang telah mereka peroleh sebelumnya. Karena itu, di sini copywriter dapat membuat copy yang menyoroti tentang urgensi mengapa calon konsumen harus memiliki produk sesegera mungkin. Beberapa penawaran yang bisa dibuat antara lain dengan penawaran terbatas atau diskon eksklusif bagi beberapa pembeli pertama.
Elemen penting lain dalam copywriting yang dapat membantu adalah memainkan aspek psikologi pembeli atau psychological trigger. Copy yang memadukan urgensi dan psychological trigger akan pembelian dapat memiliki efek persuasif yang kuat dan membuat calon konsumen untuk membeli produk sesegera mungkin.

Melalui pemahaman atas tahapan psikologi tersebut, terdapat beberapa psychological trigger yang dapat diterapkan oleh copywriter dalam membuat copy yang efektif menarik perhatian calon konsumen. Beberapa di antaranya adalah:
Seperti yang dibahas pada tahap awareness, setiap individu memiliki satu pertimbangan utama ketika hendak membeli suatu produk, yaitu mengatasi masalah yang mereka hadapi. Setiap masalah sendiri memiliki suatu gejala. Copywriter dapat menulis copy yang menjelaskan tentang gejala dari suatu masalah tersebut, sebelum mengaitkannya dengan masalah serupa yang dialami oleh calon konsumen hingga akhirnya memberikan solusi berupa produk yang ditawarkan.
Cara ini dapat memberikan pengalaman emosional yang mengikat calon konsumen dengan produk yang memosisikan diri sebagai jalan keluar dari masalah tersebut.
Pengalaman menjadi faktor yang sangat berpengaruh bagi individu untuk melakukan pembelian. Terkadang, hal ini tidak hanya berasal dari pengalaman pribadi, melainkan juga pengalaman orang lain.
Pernahkah Anda melihat ulasan atau meminta rekomendasi dari orang lain terlebih dahulu sebelum membeli suatu produk? Hampir semua orang melakukan hal tersebut dan hal ini menjadi dasar dari psychological trigger, yaitu social proof atau group think. Metode ini membuat seseorang merasa aman dan menghemat waktu karena orang lain telah mencoba produk tersebut lebih dulu. Di sisi lain, faktor ini yang dapat dimanfaatkan oleh copywriter untuk meyakinkan audiens bahwa produk mereka terpercaya dan telah diakui oleh khalayak luas lewat ulasan atau testimoni yang disertakan dalam materi promosi produk tersebut.
Seperti yang disinggung pada tahap decision-making, kehadiran penawaran terbatas atau diskon eksklusif dapat memberikan rasa mendesak yang membuat calon konsumen segera membeli produk tersebut agar mereka tidak melewatkan masa promo tersebut. Kunci dari psychological trigger ini adalah menuliskan dengan jelas tentang keuntungan yang dapat diperoleh konsumen bila mereka membeli pada waktu, diskon, atau berbagai situasi tertentu yang tidak akan terjadi tiap saat dan hanya tersedia pada saat itu juga.
Hal ini juga dapat berlaku dengan pernyataan tentang stok terbatas. Hukum kelangkaan akan membuat calon konsumen merasa tergerak untuk segera membeli karena jumlahnya yang terbatas. Namun, cara ini akan lebih efektif bila digunakan oleh brand dengan positioning yang sudah kuat dan memiliki basis audiens tersendiri.
Semua orang suka cerita yang bagus, baik itu kisah nyata maupun fiksi, sejak zaman manusia gua hingga masa kini. Cerita yang bagus dapat membuat pembacanya terkoneksi dengan kisah tersebut lewat berbagai emosi, misteri, atau kekaguman terhadap apa yang terjadi di dalamnya.
Hal ini juga yang dapat dimanfaatkan oleh copywriter. Cerita dapat digunakan untuk menggaet perhatian, menaikkan emosi, dan membuat calon konsumen merasa terikat dengan produk yang ditawarkan. Selain itu, cerita juga menguatkan brand positioning dan identity yang berpotensi membuat mereka berada di top of mind audiens, terutama bagi para penggemar setia mereka.
Kesimpulan
Untuk membuat sebuah copy yang dapat menarik perhatian pelanggan dan efektif dalam membuat mereka melakukan tindakan, maka copywriter perlu memerhatikan psikologi pelanggan. Hal ini juga berguna untuk membuat konten copy yang relevan, sesuai kebutuhan, dan memperkuat brand reputation. Adapun terdapat tiga tahap psikologi yang dialami sebelum individu melakukan pembelian mulai dari awareness, consideration, dan decision-making. Pemahaman akan berbagai tahapan ini dan berbagai psychological trigger seperti poke the pain, social proof, a sense of urgency, dan storytelling, akan sangat membantu copywriter dalam menciptakan copy produk yang menarik dan sukses memenuhi tujuan bisnis.
Ingin tahu informasi menarik lainnya seputar dunia IT? Kunjungi roketin.com