Optimalisasi Digital Marketing di Tengah Biaya Periklanan yang Meningkat

Digital Marketing7 Dec 20227 Minutes
cara promosi iklan

Segala jenis bisnis membutuhkan kegiatan promosi untuk keberlangsungan bisnis. Adapun, bentuk promosi dapat dilakukan lewat berbagai cara, mulai dari yang paling sederhana seperti promosi dari mulut ke mulut hingga mengiklankan produk di berbagai media. Saat ini, iklan merupakan cara promosi yang paling umum dilakukan karena kemampuannya yang efektif dalam menarik perhatian massa secara massif sehingga dapat meningkatkan tingkat awareness masyarakat, baik secara langsung maupun tidak. 

 

Iklan sendiri merupakan bentuk promosi berupa pesan di mana ia bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat dan membuat mereka tertarik untuk membeli atau menggunakan suatu produk atau jasa. Pesan pada iklan juga dapat digunakan untuk memberikan pendidikan atau informasi penting pada masyarakat, seperti iklan layanan masyarakat dari pemerintah. Adapun, kemampuan iklan dalam meraih atensi masyarakat luas didapat karena ia dapat dipromosikan di berbagai media seperti koran, baliho, hingga berbagai alat elektronik. 

 

Walaupun dapat ditemukan dimanapun, namun iklan yang massif biasanya hanya dapat dilakukan oleh bisnis atau perusahaan besar. Salah satu penyebabnya adalah biaya pemasangan iklan yang mahal. Semakin banyak media dan skala iklannya, maka biayanya juga akan semakin mahal. Karena itu, bisnis kecil jarang yang dapat memanfaatkan iklan karena adanya keterbatasan budget yang dapat dikeluarkan untuk membuat iklan. Padahal semakin baik sebuah promosi maka kemungkinan berhasilnya penjualan atau penggunaan suatu produk atau jasa juga akan semakin besar.

 

Salah satu penyebab kenaikan biaya iklan adalah semakin banyaknya brand atau perusahaan yang berebut slot iklan, terutama di media elektronik seperti TV atau radio karena dapat menjangkau masyarakat luas secara lebih efektif dibandingkan dengan media cetak atau baliho dan poster. Ketika banyak perusahaan berebut slot iklan, tentunya iklan akan diberikan pada mereka yang berani membayar lebih. Hal tersebut tentunya akan memicu kenaikan harga iklan. 

 

Kenaikan harga iklan ini juga terjadi pada media digital seperti media sosial atau search engine. Semakin besar biaya yang dikeluarkan, maka akan semakin baik pula kualitas performa iklan. Lalu, bagaimana cara perusahaan atau brand yang lebih kecil dapat bersaing memperebutkan slot iklan di tengah naiknya biaya advertising?

 

 

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan optimalisasi digital marketing pada brand atau perusahaan. Optimalisasi ini tentunya tidak hanya berfokus pada pembuatan atau pemasangan iklan saja, melainkan juga analisis terhadap faktor-faktor yang menentukan biaya pemasangan sebuah iklan digital dan cara memanfaatkan hal tersebut untuk membuat iklan yang lebih baik. Adapun, penetapan biaya iklan digital pada media online seperti Google dapat ditentukan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

 

1. Jenis Industri

Faktor pertama yang turut menentukan biaya iklan adalah pemosisian perusahaan atau brand ke dalam suatu industri tertentu. Harga cost-per-click (CPC) di tiap industri tidaklah sama satu dengan yang lainnya, misalnya industri asuransi dan kesehatan akan memiliki harga yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan industri retail dikarenakan adanya perbedaan value di tiap jenis industri, sehingga biaya CPC akan disesuaikan dari value tersebut. Tentunya, pemasang iklan tidak dapat mengontrol mengenai industri tempat mereka berkecimpung maupun penentuan CPC untuk kategori industri mereka, namun faktor ini tetap penting untuk diperhatikan karena dapat digunakan untuk perkiraan awal dari biaya yang harus dikeluarkan.

 

2. Keywords

Keyword yang digunakan dalam iklan juga berpengaruh terhadap penentuan biaya karena harga di tiap keyword yang digunakan akan berbeda-beda tergantung pada tingkat intensitas penggunaan dan kompetisi yang mungkin terjadi atas keyword tersebut. Ketika suatu keyword dianggap dapat menghasilkan skor konversi yang lebih baik, maka biayanya juga akan lebih tinggi.

 

3. Quality Score dan Ad Rank

Untuk memastikan pengalaman user yang memuaskan, Google akan menilai tiap iklan yang masuk dan memberikan Quality Score, di mana semakin baik skor suatu iklan maka akan semakin tinggi pula kemungkinan untuk iklan dapat dimunculkan. Quality Score ini akan diperhitungkan lewat relevansi iklan dengan keyword, kualitas iklan atau landing page, dan perkiraan click-through rate (CTR) yang didasarkan pada performa iklan sebelumnya. Adapun, Ad Rank dari suatu iklan didapatkan lewat perhitungan Quality Score yang dikalikan dengan maximum bid. Semakin tinggi Ad Rank maka kemunculannya juga akan semakin sering. Kedua hal ini nantinya akan memengaruhi biaya yang harus dikeluarkan. CPC akan ditentukan melalui formula berikut

 

CPC = Ad Rank dari peringkat di bawah : Quality Score + 0.01

 

Penetapan berdasarkan Quality Score dan Ad Rank ini membuat bisnis dengan biaya iklan rendah dapat bersaing dengan perusahaan yang lebih besar walaupun dengan biaya yang lebih rendah.

 

4. Budget dan spending limit

Biaya yang akan dikenakan oleh Google turut ditentukan pula oleh budget dan spending limit. Budget adalah jumlah kasar dari biaya yang akan dihabiskan selama 30.4 hari, sementara spending limit adalah jumlah maksimal dari biaya yang akan dibayar, biasanya dua kali lipat dari budget harian. Spending limit ini dapat terjadi karena bisa jadi pada satu hari, biaya yang dikeluarkan akan lebih rendah dibanding kemarin atau sebaliknya. Karena itu, spending limit turut dipertimbangkan agar iklan dapat berjalan maksimal walaupun terjadi fluktuasi.

 

5. Bid

Google menggunakan sistem bid atau lelang. Berdasarkan budget, pemasang iklan harus memasang bid maksimal atau bisa dibilang sebagai harga yang mau dibayar oleh pemasang untuk sebuah click bagi suatu iklan. Tentunya, ada hal yang perlu dipertimbangkan dalam memasang bid seperti industri dan keyword, hingga Quality Score dan Ad Rank. Jangan lupakan pula target pasar dari iklan tersebut, karena target yang tepat akan membantu efisiensi biaya iklan.

 

 

Faktor-faktor tersebut tentunya sangat penting untuk dipertimbangkan sebelum suatu perusahaan memutuskan untuk beriklan. Hal itu pulalah yang membuat optimalisasi digital marketing menjadi kunci kesuksesan dalam pemasangan iklan di media online. Digital marketing memungkinkan suatu perusahaan atau brand untuk dapat membuat strategi yang sesuai dengan situasi di lapangan. 

 

Idealnya, saat biaya periklanan naik, maka perusahaan akan mengharapkan efektivitas dan efisiensi biaya dari pemasangan iklan, namun tetap menghasilkan dampak yang besar saat menjangkau masyarakat. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengoptimalisasi iklan menggunakan strategi digital marketing:

 

1. Riset kebutuhan audiens

Sebelum membuat iklan, perlu dilakukan riset untuk mengetahu lebih jauh mengenai kebutuhan dan keinginan audiens. Karena jenis industri menjadi satu faktor penting, maka tentukan jenis industri perusahaan Anda dan pahami audiens yang berkecimpung di bidang tersebut. Hal ini turut membantu perusahaan menemukan target pasar yang tepat untuk produk mereka.

 

2. Pilih platform dan keyword yang tepat

Setelah mengenal audiens lebih dalam, tentukan platform yang akan digunakan. Apakah Google Ads cukup untuk pemasaran atau membutuhkan pemasangan iklan di platform media sosial? Sesuaikan hal tersebut dengan citra bisnis perusahaan Anda pula. Penentuan platform juga akan turut membantu dalam menentukan keyword yang tepat dan dapat bersaing dengan kompetitor saat iklan diluncurkan nantinya.

 

3. Buat iklan yang menarik

Apabila budget untuk beriklan tidak terlalu banyak, maka pembuatan konten iklan yang menarik perlu diutamakan terlebih dahulu. Manfaatkan kualitas untuk meraih Quality Score dan Ad Rank yang tinggi, sehingga iklan perusahaan Anda tetap dapat bersaing dengan perusahaan lain dengan budget yang lebih besar. Selain itu, iklan yang menarik juga akan membantu memperkuat brand image perusahaan.

 

4. Atur efisiensi budget

Budget tentunya menjadi faktor krusial dalam suatu pemasangan iklan. Atur budget iklan perusahaan Anda sebaik mungkin. Evaluasi biaya yang diperlukan mulai dari pembuatan konten hingga saat memasang iklan. Maksimalkan budget pada iklan yang dirasa cukup baik dan dapat menarik perhatian masyarakat, karena itu penilaian potensi iklan akan menjadi sangat penting agar tidak terjadi kebocoran budget.

 

5. Evaluasi setiap strategi

Selalu evaluasi tiap iklan yang sudah dipasang agar Anda dapat melihat tingkat efektivitas dari strategi yang sudah diterapkan. Strategi iklan dapat dilanjutkan saat hasilnya cukup baik, atau malah perlu diganti karena tidak sesuai dengan target. Selalu perhatikan dan perbaiki setiap strategi dalam aktivitas digital marketing perusahaan Anda.

 

Kesimpulan

Iklan merupakan salah satu cara promosi paling efektif untuk menjangkau masyarakat, karena itulah ia menjadi strategi promosi yang paling populer. Akan tetapi, hal ini juga mendorong terjadinya kenaikan harga iklan. Karena itu, media online menjadi tempat yang tepat untuk beriklan karena biaya yang perlu dikeluarkan dapat disesuaikan dengan tingkat efektivitas yang diinginkan oleh pemasang iklan. Tentunya, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat membuat iklan di media online seperti jenis industri, keyword yang digunakan, kualitas dan peringkat iklan, hingga budgeting bid. Karena itulah, diperlukan optimalisasi strategi digital marketing mulai dari riset, pemilihan platform, pembuatan konten iklan yang berkualitas, pengaturan budget, dan evaluasi untuk menghasilkan iklan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga efektif dan efisien dalam usahanya untuk menjangkau audiens.

 

Ingin tahu informasi menarik seputar dunia IT lainnya? Kunjungi roketin.com

Other Insights
Share This Story: