
Setiap orang memiliki masalah dalam hidup mereka sehari-hari, baik besar maupun kecil. Masalah-masalah tersebut dapat menimbulkan stress, di mana ketika seseorang mengalami situasi stress berlebih, maka dapat mengganggu kesehatan seseorang baik fisik maupun mental. Berbagai gangguan kesehatan secara fisik tersebut dapat berupa gangguan pencernaan seperti maag, kerontokan pada rambut, hingga penyumbatan pembuluh darah dan serangan jantung. Sedangkan, pada kesehatan mental dapat berupa serangan panik hingga munculnya luka batin.
Setiap orang mungkin pernah merasa amat terluka, bisa akibat masalah interpersonal sehari-hari, perkataan atau perbuatan orang lain, atau trauma akibat peristiwa lainnya. Berbagai hal tersebut dapat menjadi pemicu munculnya luka batin. Ketika seseorang membawa luka batin dalam dirinya, maka hal tersebut dapat menimbulkan emosi negatif yang dalam dan membekas. Seringkali, seseorang yang memiliki luka batin akan berusaha mengubur atau melupakan emosi negatif ini. Namun, mereka tidak menyadari bahwa emosi itu akan menetap dalam diri dan justru dapat menimbulkan kekhawatiran atau sensitivitas emosional yang berlebih, hingga gejolak emosi yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Hal ini tentunya dapat menjadi momok dalam kehidupan. Momok yang terus menghantui tersebut dapat menjerumuskan seseorang ke dalam masa gelap.
Ketika seseorang berada dalam masa gelap, ia cenderung akan mulai membenci dan menyalahkan diri sendiri. Praktek ini disebut juga dengan self-loathing atau self-hatred. Self-loathing sendiri memiliki banyak penyebab, mulai dari sifat perfeksionis yang berlebihan, ekspektasi akan suatu hal yang terlalu tinggi, pengalaman traumatik yang pernah dialami sendiri maupun dilihat atau didengar baik secara langsung atau tidak. Adapun ciri-ciri seseorang mulai membenci dirinya sendiri adalah ketika seseorang merasa tidak bahagia dan mulai memberikan kritik yang ekstrem pada diri sendiri di berbagai situasi.
Apabila situasi tersebut terjadi secara terus-menerus, maka orang tersebut akan sulit untuk menerima diri sendiri dan merusak kesejahteraan psikologis dalam dirinya. Tentunya hal ini akan dapat mengarah pada kondisi yang lebih buruk seperti depresi berkepanjangan maupun gangguan mental lain seperti bipolar disorder. Agar tidak mengalami situasi tersebut, maka kita haruslah mampu untuk mengatasi luka batin yang ada dalam diri kita. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk dapat melakukan self-healing.
Self-healing dapat dimaknai sebagai metode penyembuhan tanpa menggunakan obat, akan tetapi dengan mengeluarkan emosi atau perasaan yang telah dipendam selama ini. Memendam emosi pada dasarnya sangat menguras tenaga dan tidak baik bagi tubuh, karena itu akan lebih baik apabila emosi tersebut dilepaskan. Tentunya, cara melepaskan emosi ini beragam. Namun, tujuannya tetap sama, yakni untuk memperbaiki diri sendiri dari luka batin yang dipendam selama ini.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa self-healing memiliki beragam jenis yang dapat dilakukan. Namun, salah satu self-healing termudah dan termurah yang dapat Anda dilakukan adalah dengan melakukan positive self-talk.
Pada dasarnya, self-talk adalah dialog internal pada diri sendiri. Semua orang sepertinya pernah melakukan hal tersebut, baik secara sadar maupun tidak sadar seperti saat melamun. Adapun self-talk ini dipengaruhi oleh pikiran alam bawah sadar seseorang yang pada akhirnya akan mengungkapkan jati diri orang tersebut mulai dari pola pikir, kepercayaan, pertanyaan, ide, dan gagasan. Karena dipengaruhi oleh alam bawah sadar manusia, maka self-talk ini dapat bersifat positif maupun negatif tergantung pada kepribadian orang tersebut. Apabila kepribadian Anda ceria dan optimis maka besar kemungkinan self-talk yang terjadi akan positif. Kejadian sebaliknya dapat terjadi apabila kepribadian Anda lebih pesimis atau ketika sedang banyak pikiran.
Self-talk yang bersifat positif dapat memberikan banyak manfaat mulai dari membuat suasana hati dan pikiran menjadi lebih baik, menambah motivasi, dan mengarahkan diri menjadi lebih baik lewat evaluasi atas perbuatan atau perkataan yang telah terjadi. Adapun, hal terpenting saat melakukan self-talk adalah menyadari apakah self-talk yang sedang terjadi berada di ranah yang positif atau negatif. Ketika pikiran Anda hanya dipenuhi oleh hal-hal buruk terkait diri sendiri maupun lingkungan sekitar, maka itulah saatnya bagi Anda untuk berhenti dan menjernihkan pikiran Anda kembali.
Agar Anda dapat menentukan apakah self-talk Anda bersifat positif atau tidak, Anda perlu terlebih dulu mengenali keempat jenis pikiran negatif yang biasanya akan turut tercampur dalam kegiatan self-talk Anda. Keempat jenis tersebut adalah:
Ketika Anda mengenal jenis dari pikiran negatif tersebut, maka Anda akan dapat berhenti berpikiran buruk dan mengubahnya menjadi sesi self-talk yang lebih positif. Pada dasarnya, hal ini dapat dilakukan oleh siapapun, bahkan anak kecil sekalipun. Namun, tentunya apabila Anda tidak terbiasa melakukan hal tersebut, Anda mungkin akan membutuhkan latihan untuk membangun pemikiran positif tersebut.

Positive self-talk sendiri dapat dibentuk menjadi suatu kebiasaan. Ketika Anda merasa sulit berpikiran positif atau merasa kepribadian Anda tidak cocok untuk berpikiran lebih optimis, maka coba sesuaikan kembali kalimat yang Anda ucapkan pada diri Anda, misalnya seperti contoh kalimat berikut:
Negatif: Saya gagal dan ini memalukan.
Positif: Saya gagal, tapi setidaknya saya bangga pada diri sendiri karena sudah berani mencoba.
Negatif: Saya tidak akan bisa karena saya tidak pernah mencoba ini sebelumnya.
Positif: Saya tidak pernah mencoba ini sebelumnya, karena itu ini akan menjadi kesempatan bagi saya untuk berkembang.
Cobalah berlatih untuk mengucapkan kalimat-kalimat bernada positif tersebut pada diri Anda. Untuk itu, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar dapat lebih terbiasa dengan positive self-talk seperti bergaul dengan orang-orang dengan pembawaan yang lebih positif, mengisi diri dengan kegiatan yang sehat, mencatat perasaan yang Anda alami, mengatakan hal-hal baik tentang diri Anda sendiri, atau mencari hal-hal yang dapat membuat Anda tertawa sehingga perasaan Anda lebih baik.
Kesimpulan
Setiap orang memiliki masalah dan masalah tersebut dapat menyebabkan luka batin. Luka batin tersebut dapat berada di dalam diri seseorang tanpa disadari dan menjadi momok menakutkan yang terus membayangi dan menuntun kita pada situasi mental yang buruk. Karena itu, kita harus dapat melakukan self-healing agar perasaan lebih baik. Salah satu cara self-healing adalah dengan melakukan positive self-talk. Walaupun beberapa orang mungkin kesulitan untuk melakukannya, namun dengan latihan yang cukup, positive self-talk akan banyak membantu kita agar selalu percaya dan berpikiran baik pada diri sendiri.