
Memiliki modal besar memang penting untuk mengembangkan usaha. Tapi, bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan. Anda juga perlu strategi marketing dan komunikasi yang tepat untuk menjangkau khalayak luas serta meningkatkan omset. Salah satu solusi inovatif yang bisa dicoba adalah dengan menerapkan metode integrated marketing.
Integrated marketing merupakan sebuah pendekatan holistik yang mengintegrasikan berbagai elemen komunikasi dan promosi untuk mencapai tujuan pemasaran yang terukur. Dengan strategi ini, semua elemen marketing, seperti iklan, email marketing, media sosial, dan public relations, bekerja sama secara sinergis untuk menyampaikan pesan yang konsisten dan menarik bagi target audience.
Penerapannya dirasa efektif untuk meningkatkan brand awareness, membangun loyalitas pelanggan, dan mendorong penjualan. Hal ini karena strategi ini memungkinkan pemilik brand untuk menjangkau target audience di berbagai platform dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan mereka.
Metode integrated marketing akan mengoptimalkan kinerja komunikasi perusahaan. Ini karena prosesnya akan lebih ramping dan terpadu, memastikan pesan perusahaan yang harmonis tersampaikan secara konsisten di berbagai saluran.
Namun, untuk melakukannya, perlu ada komunikasi internal tim yang kuat. Seluruh tim dalam bisnis, termasuk layanan pelanggan, harus menggunakan nada suara, gaya, dan cara penyampaian pesan yang selaras. Pasalnya, keselarasan akan sangat mempengaruhi pesan yang terbentuk di audiens.
Dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, Anda dapat memperluas jangkauan dan membuka peluang untuk terhubung dengan lebih banyak audiens. Dengan cara ini, probabilitas untuk menjangkau target audiens yang tepat dan menarik konsumen ideal untuk merek Anda akan menjadi lebih tinggi. Agar hasilnya lebih efektif, pastikan untuk selalu menjaga konsistensi pesan utama dan target audiens di seluruh saluran yang digunakan.
Pada dasarnya, prinsip utama integrated marketing adalah efisiensi. Ini karena Anda bisa menggunakan konten yang sama di berbagai media yang digunakan. Singkatnya, keselarasan konten membuat Anda tidak perlu melakukan banyak campaign. Anda dapat menggunakan gambar yang sama di situs web dan berbagai profil media sosial brand yang dimiliki. Efeknya, biaya produksi serta waktu yang digunakan untuk membuat konten akan lebih efisien.
Terakhir, dengan keselarasan pesan di berbagai media, kepercayaan audiens terhadap brand akan lebih mudah terbentuk. Ini karena pada umumnya konsumen akan lebih mudah terhubung dengan suatu brand ketika ketiga kriteria berikut terpenuhi:
Tidak hanya itu, pesan yang dikomunikasikan secara konsisten di seluruh saluran akan lebih mudah diingat oleh audiens. Ini karena mereka menerima informasi yang selaras tanpa terputus selama periode waktu tertentu.

Untuk menerapkan metode integrated marketing secara efektif, hal pertama yang harus dilakukan adalah mempelajari situasi dan target pasar. Lakukan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi produk. Lalu, kelompokkan target pasar berdasarkan demografi dan profil psikologi. Dengan begitu, Anda bisa mendapat pemahaman lebih mendalam terkait proses penyaluran informasi yang ideal.
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memperjelas tujuan komunikasi, apakah untuk meningkatkan brand awareness, membangun citra perusahaan, atau mendorong penjualan. Pasalnya, setiap tujuan memiliki pola komunikasi yang berbeda. Kemudian, Anda bisa mulai menyusun anggaran yang realistis untuk kebutuhan campaign.
Tahap selanjutnya adalah merumuskan kombinasi strategi yang sesuai dengan tujuan Anda, seperti marketing mix (product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence) dan 4C’s (complementary, continuity, consistency, coherence).
Strategi marketing mix dapat digunakan untuk mendorong penjualan dan mencapai target, sementara formula 4C’s bisa meningkatkan efektivitas dengan menyampaikan pesan yang konsisten di seluruh channel. Anda juga dapat mempertimbangkan strategi AIDA (attention/awareness, interest, desire, dan action) untuk menggambarkan proses pengenalan brand hingga terjadinya transaksi.
Meski telah merumuskan strategis di awal, ada kemungkinan strategi ini akan berubah di tengah. Ini karena selama prosesnya tentu akan dilakukan evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas dan efisiensi strategi. Jika strategi dirasa tidak efektif, maka perlu dilakukan penyesuaian terhadap target konsumen, tujuan, maupun strategi dasarnya berdasarkan hasil evaluasi.
Untuk memahami metode ini lebih lanjut, ada beberapa studi kasus mengenai penerapan integrated marketing oleh sejumlah brand ternama. Berikut selengkapnya:
Menyambut musim gugur, Starbuck merilis menu baru berupa Starbucks Pumpkin Spice Latte. Iklan produk ini dapat ditemukan di mana-mana, mulai dari iklan televisi, media sosial, hingga poster di store offline. Starbucks bahkan menyelenggarakan Facebook Live untuk mengumumkan peluncuran menu ini serta merilis streaming musik di YouTube untuk mempromosikannya.
Menariknya, meski pesannya konsisten, pengemasan iklan tetap disesuaikan dengan format masing-masing platform. Dengan begitu, audiens di setiap platform akan lebih cepat menerimanya dan lebih mudah memahami isi informasi.
Contoh berikutnya adalah campaign Shot on iPhone dari Apple. Kampanye ini berfokus pada pesan bahwa Apple terus berinovasi dalam menampilkan kualitas kamera dan fitur iPhone mereka. Ini dilakukan dengan menunjukkan seperti apa hasil iklan, video musik, dan lainnya yang difilmkan dengan iPhone. Tidak hanya itu, Apple juga mengajak audiens untuk turut berbagi video dan foto terbaik yang mereka ambil dengan iPhone.
Efeknya, pesan mengenai kualitas kamera Apple dapat tersampaikan dengan efisien. Adanya konten buatan pengguna (user-generated content) juga membuat kredibilitas Apple semakin meningkat di mata masyarakat.
Melbourne Metro Trains termasuk organisasi yang sukses menerapkan metode integrated marketing untuk menyampaikan pesan mereka. Bertajuk Dumb Ways to Die, kampanye yang dibuat bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan di sekitar rel kereta api.
Target utama kampanye adalah generasi muda, karena itulah pesan dibuat dengan pendekatan yang kreatif, lucu, dan menghibur. Hasilnya, muncul lagu dan video animasi mengenai cara-cara bodoh yang bisa membuat seseorang mati, mulai dari menjual ginjal di internet hingga mengganggu beruang.
Lagu tersebut mendapat popularitas yang tinggi sehingga kampanye diperluas ke area baru, yakni merchandise bertema karakter, aplikasi seluler, bahkan buku edukasi. Kampanye yang dilakukan pun berhasil mencatat penurunan kecelakaan dan kematian di sekitar rel kereta sebesar 21 persen.
Kampanye Breaking2 diluncurkan pada tahun 2017 dengan tujuan ambisius untuk mendobrak batas dua jam dalam lari marathon. Nike bekerja sama dengan pelari elit Eliud Kipchoge dan tim ilmuwan untuk menciptakan kondisi optimal untuk mencapai rekor ini.
Lalu, untuk menyebarkan pesan kampanye Nike menggunakan berbagai platform dan media, seperti film dokumenter, hashtag #Breaking2 di media sosial, peluncuran produk terkait kampanye, kerja sama dengan organisasi serta influencer, dan lainnya. Hasilnya, kampanye ini sukses meningkatkan brand awareness dan reputasi Nike sebagai pemimpin dalam inovasi lari.
Untuk info-info menarik lainnya seputar industri IT, astronaut bisa langsung cek saja di @roketinapp.