
Perkembangan bisnis online saat ini membuat banyak bisnis ingin ikut terjun ke dalam persaingan digital dengan membuat E-commerce masing-masing. Namun, tidak semua E-commerce memiliki user experience yang baik bagi penggunanya. Padahal, hal inilah yang dapat menyebabkan penurunan traffic pengguna E-commerce dan berpotensi menjauhkan pelanggan untuk terus mengunjungi E-commerce tersebut di masa depan.
Kesalahan yang menyebabkan tidak optimalnya user experience pada saat menggunakan website E-commerce dapat sangat beragam, mulai dari segi desain hingga pada saat proses pembayaran. Berikut beberapa di antaranya:


Berbagai bentuk kesalahan tersebut dapat menyebabkan pengalaman penggunaan yang buruk dan berpotensi mengancam kelangsungan bisnis di masa depan. Tentunya, berbagai kesalahan tersebut harus coba dihindari oleh desainer dan developer sejak awal masa pengembangan. Selain itu, perlu juga untuk terus memerbaiki dan meningkatkan tingkat pengalaman pengguna agar website tetap kompetitif dan relevan untuk para pelanggannya. Untuk itu, terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut sejak awal pengembangan, antara lain:
Dalam membuat sebuah website E-commerce, penentuan Content Management System (CMS) yang tepat menjadi hal yang perlu diperhatikan mengingat CMS inilah yang nantinya akan membantu menyimpan dan mengatur setiap konten yang ada dalam website E-commerce. Pastikan Anda menggunakan CMS yang mendukung penggunaan E-commerce seperti Magento atau OpenCart. Selain CMS, hal lain yang perlu diperhatikan adalah plugin yang akan digunakan karena tiap plugin memiliki fungsi masing-masing.
Bagi sebagian pengguna, tampilan website dapat menjadi aspek penentu bagi mereka ketika hendak berbelanja secara online. Karena itu, perlu dibuat sebuah tampilan yang menarik dan membuat pengguna betah menghabiskan waktu untuk mencari produk di dalamnya. Oleh karena itu, tampilan tersebut juga harus mendukung user experience yang baik mulai dari navigasi yang jelas, widget yang mudah dipahami, dan memiliki informasi lengkap. Hal-hal inilah yang nantinya akan menjaga tingkat retensi pelanggan terhadap E-commerce. Pastikan juga bahwa desain yang dibuat akan tetap bekerja dengan baik saat digunakan pada perangkat mobile.
SEO dapat digunakan sebagai senjata untuk meningkatkan penjualan lewat kemampuannya untuk menaikkan peringkat website pada mesin pencarian, tentunya lewat strategi dan teknik yang berbeda antara satu website dengan yang lain mulai dari penggunaan keyword, gambar yang relevan, hingga hal-hal teknis seperti internal link, strategi konten, dan tingkat mobile friendliness dari website.
Konten memiliki keterkaitan erat dengan optimasi website karena ia akan menjadi salah satu tumpuan dari optimasi yang dilakukan oleh SEO. Isi konten dari E-commerce harus terus diperbarui di samping produk yang ditampilkan harus memiliki informasi yang lengkap untuk meyakinkan lebih pelanggan. Selain itu, tiap gambar juga harus ditampilkan dalam resolusi yang tinggi agar dapat lebih mudah dipahami pelanggan, di samping hal tersebut tidak boleh memakan waktu yang lama pada saat pemuatannya.

Tidak sedikit calon pembeli yang mengurungkan niatnya akibat proses pembayaran yang rumit atau berlapis-lapis. Padahal, kemudahan dalam transaksi justru akan mendorong pelanggan untuk terus membeli. Di samping itu, sistem pembayaran yang beragam juga akan sangat membantu calon pembeli, mengingat tiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda-beda dalam membayar produk yang mereka beli.
Bertransaksi melalui E-commerce membutuhkan data informasi pengguna dan transaksi yang jumlahnya banyak. Tentu, data tersebut perlu dilindungi oleh pengelola E-commerce agar tidak bocor ke tangan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Karena itu, sistem keamanan yang mumpuni menjadi hal yang krusial bagi E-commerce karena menyangkut pada kredibilitas E-commerce tersebut.
Diharapkan dengan pengembangan yang baik dan berorientasi pada peningkatan pengalaman pengguna akan membuat E-commerce menjadi lahan bisnis yang kompetitif dan relevan, serta terus mendatangkan konversi yang baik untuk kelangsungan bisnis. Selain itu, diharapkan juga adanya brand perception yang baik timbul dan dapat digunakan untuk menggaet pelanggan baru dari berbagai kalangan sekaligus menguatkan tingkat loyalitas pelanggan di saat bersamaan. Hal-hal inilah yang diharapkan dari E-commerce, di mana ia dapat membantu mencapai tujuan bisnis yang lebih besar di masa depan.
Kesimpulan
Berbisnis secara online kini telah menjadi salah satu tata cara bisnis yang umum digunakan oleh berbagai perusahaan atau brand. Namun, masih banyak website E-commerce yang tidak memenuhi user experience yang diharapkan, menimbulkan resiko ditinggalkannya E-commerce tersebut oleh para penggunanya. Beberapa kesalahan tersebut mulai dari interface yang tidak intuitif dan waktu loading yang terlalu lama, informasi produk yang tidak lengkap, proses pembayaran yang rumit, keamanan yang tidak terjamin, serta website yang tidak responsif bagi perangkat mobile. Untuk itu, sejak fase pengembangan, perlu diperhatikan beberapa hal mulai dari integrasi CMS, desain tampilan yang menarik dan mobile-friendly, optimasi website dan isi konten yang berkualitas, sistem pembayaran yang mudah, dan sistem keamanan yang terjamin.
Ingin tahu informasi menarik seputar dunia IT lainnya? Kunjungi roketin.com