Jurus Ampuh Meningkatkan Efektivitas email marketing untuk Campaign

Digital Marketing28 Feb 20245 Minutes
Email Marketing

Di era digital ini, email marketing masih menjadi salah satu strategi marketing paling efektif untuk menjangkau pelanggan serta meningkatkan penjualan. Email yang dirancang dengan baik dapat membantu Anda membangun hubungan dengan pelanggan, mempromosikan produk atau layanan, hingga mendorong pembelian.

Namun, banyak pengusaha dan marketer yang masih kesulitan untuk merancang email marketing mereka dengan menarik. Akibatnya, campaign yang dijalankan tidak dapat mencapai target audiens.

Salah satu hal yang sering luput dari perhatian adalah pembuatan judul email. Padahal, ini merupakan salah satu elemen penting yang perlu diperhatikan. Judul yang menarik dan tepat sasaran akan meningkatkan kemungkinan email Anda dibuka dan dibaca oleh pelanggan.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa tips membuat email marketing yang efektif:

Buat Subjek Email yang Menarik

Pertama, perhatikan penulisan subject line atau subjek email. Buatlah kalimat singkat dan menarik yang dapat menjelaskan isi email kepada penerima. Kalimat ini bisa mengandung kesan urgensi, membangkitkan rasa penasaran, atau menyatakan promosi dengan jelas. Semakin menarik subjek, maka tingkat open rate email marketing yang Anda kirimkan akan meningkat.

Beberapa contoh subjek email yang menarik adalah sebagai berikut:

  • Hurry! Our 30% Off Spring Sale Ends in 24 Hours
  • Still Have Christmas Shopping To Do? We’re Here to Help
  • Jason, Your Subscription Has Almost Expired!

Tulis Pesan dengan Terstruktur

Setiap tulisan harus memiliki struktur yang baik untuk memudahkan pembaca memahami isinya. Hal ini juga berlaku ketika Anda menyusun pesan untuk email marketing. Dengan menulis pesan secara terstruktur, Anda tidak akan membuang waktu pembaca karena pesan tersampaikan dengan jelas.

Tidak hanya itu, pesan tersebut juga harus singkat dan padat. Ini karena berdasarkan penelitian Statista di tahun 2021, rata-rata waktu yang dihabiskan pengguna email untuk membaca email marketing yang mereka terima diperkirakan hanya 10 detik saja.

Karena waktu Anda untuk menyampaikan pesan relatif singkat, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Letakkan informasi utama atau informasi penting di bagian atas email.
  • Gunakan gaya bahasa yang lugas sehingga pesan dapat dipindai dengan mudah untuk mencari informasi penting.
  • Minimalisir tulisan dan fokuslah pada tautan untuk mengarahkan pembaca ke postingan blog yang lebih panjang maupun laman penjualan.
  • Sertakan call to action atau CTA di bagian akhir untuk memancing tindakan.

Jaga agar Desain Email Terlihat Sederhana

Tips membuat email marketing berikutnya adalah menggunakan desain yang sederhana. Ada batas tipis antara desain yang menarik perhatian dan mengganggu secara visual. Boleh saja membuat desain visual email yang dinamis, tetapi pastikan hal ini tidak akan menutupi teks informasi di dalamnya. Dengan begitu, pesan utama email bisa tetap tersampaikan dengan baik kepada audiens.

Berikut beberapa bertimbangan utama yang harus dicermati ketika merancang desain visual email marketing:

  • Gunakan tiga warna atau kurang di email Anda, dengan begitu visualnya bisa tetap menarik perhatian tanpa terlalu mengganggu teks informasi.
  • Tampilkan logo dan branding dengan lebih mencolok agar penerima email dapat segera mengetahui secara pasti siapa pengirimnya dan ke mana mereka bisa mendapatkan produk Anda.
  • Tekankan CTA secara visual untuk memancing aksi.
  • Desain email dengan mempertimbangkan tampilan mobile karena banyak orang membaca email mereka di ponsel.

Hanya Kirimkan Email pada Pengguna Terdaftar

Selanjutnya, jangan melakukan spam email secara acak. Pastikan Anda hanya mengirim email kepada individu yang memang memilih untuk menerimanya. Ini penting karena mengirim email marketing kepada individu yang memilih untuk tidak menerimanya mungkin merupakan tindakan ilegal.

Di Amerika Serikat, misalnya, ada Undang-undang Pengendalian Serangan Pornografi dan Pemasaran yang Tidak Diminta yang secara tegas melarang pengiriman email kepada orang-orang yang sebelumnya tidak menyetujui untuk menerimanya. Apabila melanggar, maka usahamu bisa dikenai denda.

Selain itu, mengirim email ke orang yang tidak menginginkannya cenderung tidak efektif untuk meningkatkan konversi. Bisa jadi ini malah membuat pesan terdeteksi sebagai spam. Karena itu lebih masuk akal untuk mengiklankan produk atau layanan Anda kepada mereka yang sudah menunjukkan minatnya.

Perhatikan Waktu Mengirim Email

Mengirimkan pesan yang tepat pada waktu yang tepat adalah strategi terbaik untuk memenuhi tujuan email pemasaran Anda. Karena itu pastikan tidak sembarangan menentukan jenis email serta waktu untuk mengirimkannya. Contohnya, di momen hari raya, Anda bisa mengirimkan email pemasaran mengenai produk special edition.

Selain itu, Anda bisa mengatur pengiriman pesan secara otomatis ke audiens yang ditargetkan. Gunakan sistem otomatisasi email ini untuk mengirim email yang ditargetkan pada waktu tertentu atau untuk membuat rangkaian email otomatis, yakni pesan yang didapat pelanggan setelah ia melakukan tindakan tertentu.

Awasi Performa Email dan Lakukan Tes

Setelah email marketing terkirim, Anda tentu akan secara teratur menerima data tentang performanya. Data tersebut perlu diawasi dengan cermat dan dianalisis untuk mengembangkan strategi pemasaran ke depannya. Catat hal apa yang efektif dan tidak untuk dilakukan pada campaign berikutnya. Dengan begitu, Anda dapat menyusun strategis pemasaran yang lebih efisien untuk menjangkau target audiens.

Sebagai catatan, platform email marketing biasanya akan menyajikan data penting seperti open rate, click-through rate, dan conversion rate. Tidak hanya itu, sejumlah platform juga menyediakan opsi untuk melakukan A/B testing untuk membandingkan kinerja dua campaign berbeda sehingga Anda dapat mengidentifikasi karakteristik email berperforma tinggi.

Jenis Email Marketing yang Umum Digunakan

Ada beberapa jenis email marketing yang bisa Anda gunakan untuk memasarkan produk atau jasa. Setiap jenis email ini memiliki karakter dan fungsi yang berbeda sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut beberapa jenis yang paling umum digunakan dalam pemasaran digital:

  • Welcome emails, untuk pelanggan baru yang baru saja mendaftar sebagai penerima email promosi Anda. Fungsi utamanya adalah untuk menyambut mereka, memberikan informasi tentang brand, serta menawarkan insentif untuk pembelian pertama.
  • Email newsletters, yakni pesan yang dikirimkan secara berkala kepada pelanggan dengan tujuan untuk membangun hubungan baik dan meningkatkan brand awareness. Kontennya bisa berupa berita perusahaan, artikel menarik, informasi produk terbaru, dan lainnya.
  • Promotional emails, secara khusus digunakan untuk mempromosikan produk atau layanan Anda dan mendorong pembelian. Bentuknya bisa berupa diskon, penawaran terbatas, atau program loyalitas.
  • Transactional emails, pesan otomatis untuk mengkonfirmasi suatu transaksi, misalnya saja pembelian, pemesanan, pendaftaran, atau pengiriman barang.
  • Feedback atau survey emails, digunakan untuk mengumpulkan masukan dari pelanggan tentang produk, layanan, atau kepuasan mereka terhadap brand Anda. Datanya kemudian dapat menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas produk maupun pelayanan.
  • Milestone emails, pengirimannya dipicu oleh pencapaian atau peristiwa penting dalam perjalanan pelanggan dengan brand Anda. Biasanya bertujuan untuk merayakan menunjukkan penghargaan atas kesetiaan mereka.

Untuk mendapatkan informasi menarik seputar dunia IT lainnya, kunjungi roketin.com

Other Insights
Share This Story: