IT Outsourcing vs Insourcing Development

Startup13 Jun 20226 Minutes
It Outsourcing

Jika kita membicarakan tentang software development, maka kita juga akan berbicara tentang dua pilihan, yaitu pengembangan dengan tim IT internal (insourcing development) atau pengembangan bersama software developer eksternal (IT outsourcing). Lantas bagaimana kedua pilihan ini berpengaruh terhadap perusahaan? Jika perusahaan kita bergerak pada ranah IT, maka insourcing development menjadi opsi yang pas. Namun jika perusahaan kita melakukan bisnis pada ranah non IT, maka IT outsourcing menjadi pilihan yang tepat untuk kita ambil. Di mana dengan melakukan outsourcing, maka perusahaan dapat tetap fokus pada inti bisnis yang mereka jalankan tanpa perlu khawatir dengan urusan IT di dalam perusahaan.

 

Beberapa Hal Penting Terkait IT Outsourcing Di Indonesia

 

Tren Saat Ini

 

  • Outsourcing mengalami pertumbuhan signifikan pada ranah manajemen SDM, keuangan, dan IT (Global Outsourcing Survey 2016).
  • Alasan perusahaan melakukan outsourcing adalah penghematan biaya (59%), tetap fokus pada bisnis yang dijalankan (57%), hingga menjadi solusi terkait kapasitas perusahaan (47%) (Global Outsourcing Survey 2016).

 

Respon Terhadap Tren

 

Perkembangan teknologi dan situasi pandemi saat ini membuat setiap perusahaan perlu fokus mengoptimalisasi layanan IT bisnis mereka. Hal ini meliputi desain website, SEO, hingga aktif menjalankan kegiatan digital marketing yang efisien. Layanan berbasis IT bukan lagi menjadi sekadar pendukung bisnis, melainkan sudah menjadi faktor yang fundamental bagi perusahaan. Hal yang perlu kita pikirkan secara matang-matang kemudian adalah bagaimana kita dapat membangun infrastruktur IT perusahaan yang tepat. Di mana agar hal ini terwujud kita perlu tim profesional dengan keahlian spesifik di bidang IT.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah kita akan mengandalkan tim IT internal perusahaan (jika ada)? Atau merekrut orang baru secara full time? Atau menjalin kontrak kerja sama dengan penyedia IT outsourcing? Tentunya jawaban yang tepat dapat kita temukan dengan betul-betul memahami kebutuhan dan kapabilitas perusahaan kita. Di mana terkait dengan hal ini, banyak perusahaan yang kemudian mempercayakan transformasi digital perusahaan atau mereka kepada tim IT outsourcing.

Manakah yang lebih baik antara pengembangan dengan tim internal (insourcing development) dan software developer eksternal (IT outsourcing)?

unsplash.com

 

Indonesia Sebagai Penyedia Outsource Terbesar Ke 4 Di Dunia

 

Berdasarkan Kearney Global Services Location Index di tahun 2021, Indonesia menduduki urutan ke 4 sebagai negara penyedia tenaga outsource terbanyak. Di mana kategori utama dalam pembuatan urutan ini adalah daya tarik keuangan, lingkungan bisnis, keterampilan dan ketersediaan sumber daya dari negara bersangkutan.

Hal ini tentunya juga menunjukkan prospek cerah bagi industri IT outsourcing di Indonesia. Di mana kita memiliki potensi untuk mendapatkan manfaat lebih banyak lagi dari perkembangan IT secara global. Pemerintah Indonesia pun juga sadar betul terkait pentingnya meningkatkan infrastruktur digital negara ini, mulai dari persebaran koneksi internet yang semakin merata, pengembangan ekosistem software development yang semakin baik, hingga mendongkrak inovasi atau pun penelitian di bidang aplikasi hingga konten.

Indonesia pun diharapkan dapat semakin meningkatkan kredibilitasnya sebagai penyedia tenaga outsource berkualitas. Di mana IT outsourcing yang berkualitas mampu meningkatkan peluang keberhasilan proyek-proyek IT dari perusahaan yang membutuhkannya. Pertimbangan terkait efisiensi, kualitas, hingga banyaknya alternatif solusi menjadi daya tarik dari outsourcing. Meskipun begitu memang perlu kita akui bersama bahwa masih terdapat pro dan kontra terkait outsoucing di Indonesia.

Manakah yang lebih baik antara pengembangan dengan tim internal (insourcing development) dan software developer eksternal (IT outsourcing)?

unsplash.com

 

Pro Dan Kontra Dari Insourcing Development

 

Dengan membangun tim IT di dalam internal perusahaan, maka kita dapat melatih tim ini untuk beragam kebutuhan digital yang spesifik di dalam perusahaan. Tidak hanya itu, tim ini tentunya akan selalu ada ketika diperlukan. Keadaan-keadaan darurat seperti bug dan security breach pun dapat lebih terjamin penanggulangannya. Keadaan sistem pun dapat dengan cepat pulih dan kembali berjalan dengan normal.

Kita pun dapat menyusun metode pelatihan agar melatih tim ini hingga level kualitas yang perusahaan perlukan. Kita juga bisa merekrut spesialis yang memang sudah teruji kualitasnya ke dalam tim IT internal perusahaan. Dengan begitu, kita pun dapat lebih unggul dari perusahaan pesaing. Tim IT internal sadar betul apa saja yang memang perusahaan kita butuhkan. Terakhir, beban kompensasi yang perlu kita keluarkan untuk tim IT internal juga cenderung lebih terukur dan terkendali. Di mana mereka mendapatkan gaji yang di setiap bulannya selama masa kontrak kerjanya.

Kekurangan dari opsi ini adalah pengeluaran yang perlu kita korbankan di masa awal pembentukan tim. Biaya untuk merekrut anggota tim yang tepat hingga pelatihan yang perlu kita sediakan agar mereka menjadi ahli tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Di mana tentunya pengeluaran ini merupakan bentuk investasi masa depan dalam membtuk tim IT internal yang terampil, ahli, dan tentunya profesional. Kita pun juga tentunya perlu memberikan kompensasi gaji yang sesuai dengan kualitas mereka agar para anggota tim ini tetap mau bekerja untuk perusahaan kita.

 

Pro Dan Kontra Dari IT Outsourcing

 

Outsource merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Lewat melakukan outsourcing, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya investasi yang besar untuk mendapatkan SDM yang dapat mendukung perusahaan. Lewat IT outsourcing, perusahaan akan mendapatkan spesialis IT yang dapat menyelesaikan tugas-tugas spesifik seputar IT. Di mana setelah kebutuhan IT perusahaan terpenuhi, maka tugas spesialis tersebut pun juga selesai. Sehingga perusahaan hanya perlu membayarkan kompensasi yang sesuai dengan durasi proyek IT terkait.

Tentunya hal ini membawa efek positif dari sisi keuangan. Perusahaan dapat menggunakan jasa seorang spesialis yang memang paham betul dengan masalah yang sedang kita hadapi. Sementara tim IT internal kita cenderung memiliki keterampilan yang lebih umum dan kurang memiliki spesifikasi dalam menyelesaikan kasus-kasus tertentu. Perusahaan pun juga tidak perlu mengeluarkan biaya terkait hardware maupun software yang diperlukan selama proyek. Di mana perusahaan penyedia IT outsourcing tentunya sudah menyediakan alat sendiri bagi timnya yang sedang kita outsource.

Sisi kontra dari opsi ini mungkin adalah fakta bahwa biaya per jam yang perlu kita keluarkan untuk tim outsourcing bisa lebih tinggi dari opsi insourcing. Oleh karena itu, perusahaan perlu betul-betul melakukan survei kepada beberapa penyedia layanan IT outsourcing. Hal ini perlu dilakukan agar perusahaan dapat menemukan penyedia layanan yang memiliki kualitas yang dicari, harga terjangkau, dan tentunya dapat dipercaya.

Manakah yang lebih baik antara pengembangan dengan tim internal (insourcing development) dan software developer eksternal (IT outsourcing)?

unsplash.com

 

Kesimpulan

 

IT outsourcing maupun insourcing development memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Di mana untuk menjawab pertanyaan manakah opsi yang tepat akan selalu kembali lagi kepada kebutuhan dan kapabilitas perusahaan. Setiap perusahaan perlu memahami kebutuhan apa  yang sedang mereka cari dan seberapa jauh kapabilitas yang mereka miliki sebagai perusahaan. Jika perusahaan Anda membutuhkan bantuan di bidang IT dan sedang memikirkan opsi untuk melakukan IT outsourcing, maka Roketin dapat menjadi solusi yang tepat untuk Anda. Silakan konsultasikan saja situasi dan kebutuhan apa saja yang Anda perlukan. Kami pun juga tentunya siap memberikan saran dan solusi terbaik yang tepat dengan kebutuhan Anda. Jangan lupa untuk cek juga @roketinapp untuk mendapatkan info menarik lainnya seputar Roketin dan perkembangan industri IT.

Other Insights
Share This Story: