Dark UI vs Light UI, Mana yang Lebih Baik dari Segi Usability?

Technology8 May 20245 Minutes
User Interface

Mendesain antarmuka pengguna (UI) yang baik itu tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan, developer seringkali terjebak pada terjebak pada dilema klasik: apakah lebih baik mendesain dengan berfokus pada mode Dark UI atau Light UI?

Kedua jenis UI ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Di satu sisi, Dark UI lebih estetis dan stylish, dan dapat membantu pengguna fokus pada konten. Di sisi lain, Light UI lebih mudah dibaca dan lebih nyaman untuk mata dalam waktu lama.

Lantas, manakah yang lebih baik dari segi usability? Untuk menemukan jawabannya, ada baiknya kita ulas terlebih dahulu berbagai aspek yang perlu dijadikan pertimbangan ketika mendesain antarmuka pengguna aplikasi maupun web. Berikut selengkapnya.

Keterbacaan (Readability)

Salah satu faktor terpenting dalam usability adalah readability. Semakin mudah informasi di dalam aplikasi terbaca, maka akan semakin tinggi tingkat kepuasan pengguna ketika menggunakannya.

Readability sangat bergantung pada kontras antara teks dan latar belakang. Idealnya, warna teks dan background harus cukup kontras agar pengguna bisa membaca dengan mudah. Namun, sebenarnya tingkat cahaya disekitar juga akan mempengaruhi kenyamanan. Berikut penjelasannya:

  • Teks gelap pada latar belakang putih atau krem lebih mudah dibaca dalam berbagai kondisi cahaya, tetapi bisa membuat mata lebih cepat lelah.
  • Teks terang pada latar gelap kontrasnya lebih rendah sehingga agak lebih sulit dibaca dalam kondisi cahaya redup, tetapi mata akan lebih nyaman untuk melihatnya dalam waktu yang lama.

Sebagai catatan, meski mudah dibaca, sebenarnya perpaduan warna yang ekstrem seperti hitam murni (#000000) dan putih bersih (#ffffff) tidaklah ideal karena dapat menyebabkan ketegangan dan kelelahan berlebih pada mata. Karena itu, sebaiknya Anda menggunakan warna aksen seperti abu-abu atau krem.

Lingkungan Pengguna

Lingkungan di mana pengguna mengakses platform yang Anda kembangkan juga perlu dipertimbangkan. Jika pengguna akan lebih sering menggunakan platform di luar ruangan, Light UI dengan kontras tinggi akan lebih mudah dilihat di bawah sinar matahari, berbeda dengan Dark UI yang kontrasnya rendah sehingga tampilannya kurang jelas.

Untuk lebih jelasnya, berikut poin yang perlu Anda ingat:

  • Mode Dark UI lebih ideal untuk digunakan pada malam hari atau di lingkungan dengan cahaya redup.
  • Mode Light UI lebih cocok digunakan pada siang hari ketika sinar matahari bersinar cerah.

Solusi dari masalah ini adalah mengembangkan platform dalam dua mode, yakni Dark UI dan Light UI. Lalu, sertakan pengaturan atau tombol untuk mengatur modenya secara manual sesuai dengan preferensi user. Sebagai catatan, opsi Dark UI biasanya dikenal pula sebagai “Night Mode”.

Elemen yang Ingin Ditekankan pada Platform

Pertimbangan selanjutnya adalah elemen yang ingin Anda tonjolkan pada platform. Apakah elemen tersebut berupa komponen tunggal dan terpusat, seperti formulir kontak, atau konten yang bervariasi seperti halaman produk? Tergantung jawabannya, maka mode UI yang ideal untuk digunakan pun akan berbeda.

Contoh kasus yang bisa menjadi bahan pembelajaran adalah desain UX Apple Music. Para desainer platform ini ingin pengguna fokus pada elemen berwarna yang ada di platform, yaitu sampul album. Oleh karena itu, antarmukanya dibuat putih bersih. Hal ini membuat sampul album dan foto profil artis menjadi lebih menonjol dan menarik perhatian pengguna.

Keputusan ini juga dipengaruhi oleh citra Apple yang identik dengan tampilan minimalis dan modern. Pasalnya, warna putih mencerminkan nilai-nilai tersebut dan memberikan kesan bersih, rapi, dan canggih pada platform Apple Music.

Karakter Pengguna Platform

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memahami target pengguna. Hal ini penting untuk menentukan jenis UI yang dapat memberikan pengalaman pengguna paling optimal. Apabila target penggunanya adalah orang dewasa, maka karakternya adalah sebagai berikut:

  • Umumnya lebih menyukai Light UI karena membantu mereka untuk menggunakan produk secara intuitif dan informasinya mudah dibaca.
  • Menyukai desain yang bersih, rapi, dan profesional.
  • Lebih sensitif terhadap ketegangan mata, sehingga Light UI yang lebih terang terasa lebih nyaman.

Lalu, jika target utama pengguna aplikasi adalah generasi muda, maka poin-poin berikut ini bisa jadi pertimbangan:

  • Banyak yang lebih memilih latar belakang gelap (Dark UI) karena terlihat menarik dan bergaya.
  • Menyukai desain yang trendy dan kekinian.
  • Sering menggunakan perangkat di malam hari, sehingga Dark UI yang tidak menyilaukan lebih nyaman.

Sementara jika target penggunanya adalah anak-anak, maka perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Membutuhkan Light UI dengan banyak elemen yang tampak menyenangkan dan menarik.
  • Menyukai warna-warna cerah dan desain yang playful.
  • Memiliki rentang perhatian yang lebih pendek, sehingga desain UI yang sederhana dan mudah dinavigasi sangat penting.

Sebagai catatan, poin di atas hanyalah panduan umum yang  menggeneralisir karakter setiap generasi. Pada kenyataannya, setiap individu di setiap generasi bisa jadi memiliki preferensi yang berbeda sehingga Anda perlu melakukan riset pengguna yang lebih mendalam untuk memahami kebutuhan mereka.

Aktivitas Pengguna di Platform

Hal berikutnya yang perlu dipertimbangkan adalah aktivitas pengguna di platform. Apabila aktivitas utama user adalah membaca teks atau mungkin sesekali menonton video, maka Light UI lebih ideal. Desain UI yang terang akan membantu user untuk menemukan informasi dengan cepat dan mudah. Dengan begitu, user bisa menghabiskan waktu yang lebih singkat singkat, maksimal 10-15 menit, untuk mencari informasi.

Sementara Dark UI cocok untuk menonjolkan konten visual seperti gambar dan video. Karena itu, mode ini kerap digunakan untuk situs web fotografi, portofolio, atau platform streaming video. Tidak hanya itu, Dark UI juga cenderung mengurangi kelelahan mata sehingga membuat user dapat fokus dalam waktu lama.

Waktu Penggunaan Aplikasi

Terakhir, pertimbangkan waktu penggunaan platform, apakah akan lebih banyak dipakai pada siang hari atau malam hari. Aplikasi seperti Netflix dan Amazon kebanyakan ditonton pada malam hari ketika user sudah selesai beraktivitas, karena itulah desainnya berfokus pada Dark UI agar kontras layar tidak terlalu terang pada waktu malam.

Sementara aplikasi media sosial seperti Twitter, Instagram, dan lainnya didesain dengan dua mode karena kerap digunakan pada pagi, siang, sore, serta malam hari. User dapat menyesuaikan modenya dengan tombol switch sesuai dengan kondisi mereka ketika akan menggunakan aplikasi.

Lantas, Lebih Baik Mode Gelap atau Terang?

Meskipun sederhana, pertanyaan ini tidak memiliki jawaban yang mutlak. Faktor-faktor yang telah dibahas di atas penting untuk dipertimbangkan dari perspektif kegunaan. Namun, tentu ada faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan, misalnya saja kesesuaian dengan brand dan tren desain.

Penting untuk diingat bahwa desain UI yang baik bukanlah semata-mata tentang estetika, tetapi juga tentang fungsionalitas dan komunikasi. Desain UI yang efektif harus mampu menyampaikan pesan dengan jelas, membantu pengguna mencapai tujuan mereka, dan menciptakan pengalaman yang positif dan memuaskan.

Lalu, tahapan mendesain UI adalah salah satu aspek paling kreatif dan artistik dalam keseluruhan proses UX. Karena itu, sama seperti seni pada umumnya, terkadang aturan bisa dilanggar jika memang diperlukan. Anda hanya perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang prinsip dasar desain UI sebelum bereksperimen dengan aturan tersebut.

Untuk mempelajari informasi menarik lainnya seputar industri IT dan website, astronaut bisa langsung mengeceknya di @roketinapp.

Other Insights
Share This Story: