Budaya Kerja Positif sebagai Fondasi Kerja Dedicated Team

Lifestyle23 Aug 20235 Minutes

Ketika anggota dedicated atau extended team pertama kali ditempatkan di perusahaan lain, mereka bisa jadi menghadapi beberapa tantangan yang memerlukan penyesuaian dan adaptasi. Salah satu kesulitan yang mungkin terjadi adalah kesulitan dalam memahami budaya kerja yang berbeda. Setiap perusahaan memiliki norma dan nilai-nilai tersendiri yang membentuk cara kerja dan interaksi di dalamnya. Pergeseran dari lingkungan yang sudah dikenal ke lingkungan baru dapat menimbulkan kebingungan mengenai harapan dan norma-norma tersebut. 

 

Selain itu, anggota tim yang baru ditempatkan di perusahaan lain juga mungkin mengalami tantangan dalam berkomunikasi. Ini termasuk komunikasi dengan anggota tim internal, atasan, dan bahkan rekan kerja dari perusahaan klien atau mitra. Perbedaan budaya komunikasi, gaya berbicara, dan bahkan bahasa dapat menjadi hambatan dalam menyampaikan informasi dengan jelas dan efektif.

 

Namun, bukan berarti situasi tersebut akan berlangsung selamanya. Seiring berjalannya waktu dan kerja sama, tentu hubungan yang lebih baik dengan anggota tim yang lain dapat terjalin. Hal ini dapat berjalan semakin lancar ketika lingkungan kerja dan iklim di dalam tim positif dan saling mendukung. Apabila fase pengenalan dan adaptasi ini dapat dilewati, maka ia akan dapat menjadi kontributor yang berharga dalam pengembangan produk. 

 

 

Untuk itu, perlu dibuat sebuah iklim atau budaya kerja yang positif dalam tim pengembangan produk sehingga tiap anggota yang berada di dalamnya dapat bekerja dengan optimal. Sangat penting untuk memastikan adanya kolaborasi yang produktif, keterlibatan anggota tim, dan pencapaian akan tujuan bersama. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil untuk menciptakan budaya kerja yang baik bersama dedicated team:

 

1. Klarifikasi Nilai dan Ekspektasi

Hal pertama yang dapat dilakukan dalam membangun budaya kerja dalam dedicated team ialah dengan mendefinisikan nilai-nilai perusahaan dan ekspektasi terkait kinerja, komunikasi, dan kolaborasi. Pastikan semua anggota tim memahami dan mengadopsi nilai-nilai ini sebagai dasar budaya kerja.

 

2. Komunikasi Terbuka dan Rutin 

Adopsi komunikasi terbuka adalah kunci. Jadwalkan pertemuan rutin untuk mengamankan koordinasi dan memberikan ruang bagi anggota tim untuk berbagi update dan feedback. Apabila anggota tim bekerja secara terpisah, gunakan alat komunikasi yang tepat untuk memfasilitasi diskusi tim, pertukaran ide, dan pemecahan masalah dalam proses pengembangan produk yang tengah berjalan.

 

3. Tetapkan Tenggat Waktu yang Jelas dan Adil 

Tentukan tenggat waktu untuk tugas dan proyek secara jelas. Ini membantu anggota tim extended memahami prioritas dan fokus kerja mereka. Selain itu, ukur pula beban kerja sebelum menetapkan tenggat waktu. Jangan sampai terjadi kesenjangan beban kerja yang membuat kerja tim tidak optimal.

 

4. Berikan Fleksibilitas yang Terukur

Jangan terlalu kaku dalam menetapkan cara kerja tim. Perhatikan pula bagaimana cara satu sama lain bekerja sehingga ia dapat menjadi pertimbangan pula dalam cara kerja tim. Fleksibilitas dalam jadwal kerja juga dapat diterapkan ketika tim bekerja secara remote. Berikan anggota tim kebebasan untuk mengatur jadwal mereka sesuai kebutuhan, sambil memastikan tanggung jawab dan hasil kerja tetap terpenuhi.

 

5. Kenali Anggota Tim Secara Pribadi 

Dedikasikan waktu untuk mengenal anggota tim secara pribadi. Hal ini dapat dicapai dengan mengajak anggota tim untuk melakukan kegiatan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, seperti makan bersama atau berbincang santai secara empat mata.  Ini membantu membangun hubungan yang lebih dekat dan menjaga aspek manusiawi dan kedekatan dalam kerja, terutama karena dedicated team awalnya tidak berada di tim yang sama dari dalam perusahaan. 

 

6. Dukung Keterlibatan dan Pengembangan 

Pertukaran pikiran dan ilmu antara anggota tim in-house dan dedicated team itu bagus dan sudah seharusnya bila kegiatan semacam ini didukung. Efek yang dihasilkan dapat dilihat dari bertambahnya tingkat keterlibatan anggota dedicated team bersama tim perusahaan, juga membantu dalam mengembangkan kemampuan anggota tim dalam menangani proyek di masa depan.

 

Budaya kerja yang baik dalam tim merupakan usaha berkelanjutan yang membutuhkan komitmen dari semua anggota tim dan manajemen yang mewadahinya. Apabila pendekatan yang dilakukan dalam penciptaan budaya kerja ini tepat, maka ia dapat menjadi suatu kelompok yang produktif dan efisien. 

 

Karena ia membutuhkan komitmen bersama, maka anggota dedicated team juga haruslah memiliki sikap yang positif pula ketika terlibat dalam pengembangan bersama tim in-house perusahaan. Sikap positif merupakan modal utama yang mampu mengantarkan kesuksesan dalam lingkungan kerja yang dinamis dan serba cepat saat ini. 

 

Pertama dan terpenting, anggota dedicated team harus memiliki keterbukaan terhadap berbagai tantangan dan perubahan yang mungkin terjadi. Kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap situasi baru atau tuntutan proyek yang berubah. Sikap positif dalam menghadapi tantangan dan kesulitan dapat mendorong semangat pantang menyerah dan kreativitas dalam mencari solusi.

 

Selanjutnya, kerja sama dan kemampuan untuk berkolaborasi dengan anggota tim lain juga sangat penting. Anggota dedicated team dengan sikap positif akan cenderung terbuka untuk mendengarkan pendapat dan ide dari rekan-rekan mereka. Ia memahami bahwa keberagaman pandangan dan keterampilan tim dapat menghasilkan solusi yang lebih baik dan inovatif. Sikap terbuka ini juga menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, di mana semua anggota tim merasa dihargai dan diberi ruang untuk berkontribusi.

 

Selain itu, anggota dedicated team yang memiliki sikap positif akan menunjukkan ketekunan dan semangat untuk terus belajar dan berkembang. Mereka tidak hanya berfokus pada tugas-tugas rutin, tetapi juga berusaha untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Melalui sikap tekun dan semangat belajar tersebut, anggota dedicated team dapat menjadi kontributor yang berharga dalam proses pengembangan produk lewat kontribusi yang berdampak pada hasil akhir.

 

Terakhir, tetapi tak kalah pentingnya, anggota dedicated team yang memiliki sikap positif diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi rekan-rekan mereka lewat sikap optimisme dan dedikasi dalam menghadapi tantangan yang mana kedua hal tersebut dapat menular dan menciptakan lingkungan kerja yang energik dan produktif. Selain itu, sikap positif juga dapat membantu membangun hubungan yang kuat antara anggota tim, menciptakan kolaborasi yang lebih harmonis dan kreatif.

 

Secara keseluruhan, sikap positif bukanlah sekadar tambahan, melainkan fondasi yang sangat penting dalam peran anggota dedicated team. Melalui sikap ini, mereka mampu mengatasi tantangan, berkolaborasi dengan efektif, terus berkembang, dan menciptakan lingkungan kerja yang inspiratif.

 

Kesimpulan

Ketika anggota dedicated team pertama kali ditempatkan di tim dari perusahaan lain, ada kemungkinan ia mengalami culture shock lewat perbedaan budaya, norma, maupun interaksi dalam lingkungan pekerjaan. Karena itu, perlu dibuat sebuah budaya kerja yang positif dalam tim pengembangan, dimulai dari klarifikasi nilai dan ekspektasi, komunikasi terbuka, tenggat waktu kerja yang jelas dan adil, fleksibilitas terukur, mengenali anggota tim secara pribadi, dan mendukung keterlibatan dan perkembangan dalam tim. Namun, anggota tim juga harus menunjukkan sikap yang positif pula, mulai dari keterbukaan terhadap tantangan, kolaboratif, tekun dan mau belajar, serta menunjukkan dedikasi dan optimisme ketika berada dalam tim. 

 

Ingin tahu info menarik seputar dunia IT lainnya? Kunjungi roketin.com

Other Insights
Share This Story: