
Salah satu cara yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan bisnis lebih jauh adalah dengan melakukan transformasi digital seperti membuat website company profile atau E-commerce, hingga membuat aplikasi yang dapat memenuhi kebutuhan internal maupun eksternal perusahaan. Namun, perusahaan yang tidak bergerak di bidang IT dapat mengalami kesulitan untuk mewujudkannya karena ranah tersebut tidak familiar dengan bidang bisnis mereka. Saat hal tersebut terjadi, maka perusahaan dapat mempekerjakan Dedicated Team yang akan membantu perusahaan mewujudkan berbagai proyek IT perusahaan.
Adapun, Dedicated Team sendiri adalah tim pengembangan perangkat lunak yang berisikan para pengembang professional dan berpengalaman yang dapat dipekerjakan sebagai tenaga tambahan bagi tim IT in-house ataupun satu tim secara utuh untuk membantu menyukseskan projek IT suatu perusahaan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Dedicated Team ini biasanya disediakan oleh pihak ketiga yang bergerak di bidang IT dan tidak termasuk ke dalam struktur organisasi perusahaan. Keberadaaan Dedicated Team membuat perusahaan dapat berfokus pada aktivitas bisnis mereka karena segala hal terkait projek IT akan diselesaikan oleh Dedicated Team.

Tentunya sebelum mulai bekerja, pihak perusahaan akan dilibatkan terlebih dulu dalam proses pemilihan anggota tim yang nantinya akan bergabung. Perusahaan dapat memilih anggota sesuai dengan peran yang mereka butuhkan dalam proses pengembangan. Adapun, mereka akan mendapat rekomendasi terlebih dulu dari perusahaan penyedia jasa Dedicated Team agar perusahaan mendapatkan orang terbaik sebagai bagian dari tim mereka. Lalu kira-kira, apa saja peran yang ada dalam Dedicated Team?
Seperti pada bidang pekerjaan lainnya, peranan dalam Dedicated Team juga sangat beragam tergantung pada tugas yang dikerjakan dalam projek tersebut. Namun, terdapat beberapa peran yang umum ditemukan di berbagai Dedicated Team di seluruh dunia, antara lain sebagai berikut:
1. Project Manager
Peran ini kerap disebut sebagai peran terpenting dalam Dedicated Team. Project Manager haruslah mampu mengelola projek sehingga setiap langkah pengembangan dalam projek dapat berjalan mulus. Karena itu, Project Manager selalu terlibat dalam setiap proses kerja yang terjadi dalam tim mulai dari memastikan bahwa tim dapat memahami seluruh kebutuhan klien, bertanggungjawab atas seluruh langkah kerja yang diambil oleh tim agar sesuai dengan project scope, budget, dan timeline yang telah ditentukan sebelumnya.
Selain itu, Project Manager juga bertanggungjawab atas komunikasi dalam proses kerja tim, mengatasi masalah motivasi anggota, mengisi peran apabila ada anggota tim yang tidak dapat bekerja dalam waktu tertentu, dan menjawab setiap pertanyaan yang keluar baik dari klien maupun anggota tim. Oleh sebab itu, Project Manager haruslah memiliki kemampuan yang mumpuni dan pengetahuan yang menyeluruh terkait projek yang ia tangani.
2. Business Analyst
Dalam proses pengembangan, tentunya target yang ingin dicapai bukan hanya produk yang dapat berfungsi secara optimal, melainkan juga dapat memenuhi target bisnis dari perusahaan. Karena itulah, dibutuhkan Business Analyst sebagai jembatan agar kedua hal tersebut dapat terpenuhi. Business Analyst sendiri bertanggungjawab untuk menganalisis berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam projek, sekaligus memastikan bahwa produk yang dihasilkan dari projek tersebut akan dapat memenuhi tujuan perusahaan.
Keberadaan Business Analyst dapat memberikan solusi yang bermanfaat bagi tim baik dari segi teknis maupun bisnis karena tiap solusi yang dikeluarkan haruslah mempertimbangkan perspektif dari kedua aspek tersebut. Selain itu, Business Analyst juga harus memastikan bahwa tim pengembang saling mengerti satu sama lain.
3. UI/UX Designer
Sebelum tahap pengembangan oleh para pengembang dimulai, terlebih dulu ada tahapan yang harus dikerjakan. Tahapan tersebut adalah tahapan desain yang dikerjakan oleh UI dan UX Designer, di mana mereka adalah orang pertama yang mengambil tanggung jawab dalam eksekusi projek. UI Designer akan membuat desain visual yang nantinya digunakan dalam produk. Desain visual ini meliputi layout, graphics, colour pallete, hingga tema dengan menyesuaikan pada kebutuhan klien.
Sementara itu, UX Designer juga memiliki peran yang mirip, di mana ia harus mampu mendefinisikan bagaimana interaksi pada tiap screen lewat desain yang telah dibuat, juga memastikan bahwa desain tersebut dibuat dengan mempertimbangkan pada kepentingan user mulai dari kemudahan pemakaian, alur yang mulus, hingga proses penggunaan yang menarik. Lewat proses desain yang mereka lakukanlah, klien jadi dapat menemukan gambaran seperti apa hasil produk yang akan mereka dapatkan di akhir projek.

4. Developer
Ketika proses desain telah selesai, maka saatnya bagi para pengembang atau developer untuk bekerja. Peran sebagai developer tentunya berat. Walaupun bekerja sesuai desain, namun kenyataannya, semakin simple fitur yang ingin dihadirkan semakin rumit pula proses coding yang diperlukan. Tentunya, jumlah developer juga ditentukan pada seberapa berat projek yang sedang dijalankan. Semakin sulit tingkatan suatu projek, maka developernya juga harus lebih berpengalaman dan mumpuni.
Karena tugasnya yang berat itu, maka menemukan full-stack developer akan cukup sulit. Namun, perusahaan dapat memilih setidaknya frontend dan backend developer untuk projek yang akan dijalankan. Frontend developer akan menangani bagian yang nantinya akan dilihat oleh user seperti konten, sementara backend developer akan mengimplementasikan business logic dan membuat produk bekerja sebagaimana mestinya. Satu hal penting yang perlu diingat adalah perlunya kejelasan dalam project requirement, sehingga tidak terjadi kesalahan atau kesalahpahaman.
5. Quality Assurance Engineer
Sebelum dirilis, diperlukan testing terlebih dulu untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan dapat bekerja sesuai keinginan klien dan tidak ada error di dalamnya. Saat itulah, QA Engineer menjalankan tugasnya. Ia akan memastikan bahwa setiap fitur pada produk bekerja dalam kondisi yang sempurna, juga mengecek bahwa tidak ada error baik dari segi desain maupun logic. Apabila QA Engineer menemukan masalah atau error, maka ia akan berkomunikasi kembali dengan developer dan melakukan pengetesan ulang setelah error tersebut diperbaiki.
Produk sendiri baru akan diluncurkan apabila ia telah berhasil melewati seluruh tes yang dilakukan oleh QA. Adapun, tes QA sendiri dapat berbeda-beda tergantung pada fitur apa yang ingin dites. Walaupun terkesan rumit, namun proses testing inilah yang akan menentukan apakah produk yang telah dihasilkan dalam proyek dapat berguna bagi kebutuhan klien atau tidak.
Kesimpulan
Penggunaan Dedicated Team untuk proyek IT pada suatu perusahaan yang tidak memiliki pengalaman di bidang IT merupakan hal yang lumrah. Namun, ada baiknya apabila perusahaan memahami terlebih dulu mengenai peran yang terdapat dalam Dedicated Team sebelum menggunakannya dalam projek IT mereka. Beberapa peran tersebut antara lain ialah Project Manager, Business Analyst, UI/UX Designer, Developer, dan Quality Assurance Engineer. Kelima peran ini merupakan peran yang paling umum ditemukan dalam Dedicated Team. Tentunya, tersedia peran lain pula yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan projek dan ketersediaan dari perusahaan penyedia jasa Dedicated Team.
Ingin tahu lebih banyak info seputar dunia IT lainnya? Kunjungi roketin.com