Asah Kemampuan Menemukan Keyword Anda dengan Menerapkan 4 Cara Ini!

Digital Marketing10 Jan 20246 Minutes

Keyword memiliki peran penting dalam aktivitas digital marketing mengingat ia memiliki fungsi sebagai fondasi dalam meningkatkan visibilitas dan mencapai tujuan bisnis, terutama bila berkaitan dengan bisnis online. Dalam optimasi SEO, keyword menjadi dasar utama yang harus diperhatikan demi meningkatkan peringkat website atau E-commerce di mesin pencarian seperti Google, sehingga bisnis dapat menemui target audiens yang lebih luas dan benar-benar berminat pada suatu produk lewat cara yang lebih efektif dan efisien. 

 

Tidak hanya berlaku pada peningkatan kualitas traffic secara organik, pemilihan keyword yang tepat juga memiliki fungsi penting dalam berbagai kampanye berbayar yang diwujudkan, salah satunya, melalui iklan lewat Google AdWords. Keyword yang relevan dapat memunculkan iklan di halaman pencarian yang dibutuhkan sehingga dapat meningkatkan peluang konversi. Setelah itu, analisis kinerja kampanye digital marketing dapat dilakukan dengan efektif mulai dari mengetahui seberapa baik kinerja keyword tersebut, tingkat relevansi konten kampanye yang telah dibuat, hingga mengidentifikasi tren yang akan muncul berikutnya sehingga penyesuaian strategi dapat dilakukan berdasarkan data tersebut. 

 

Suatu tim digital marketing tentunya ingin mendapatkan berbagai manfaat tersebut. Karena itu, sebelum mencari keyword yang tepat, tim perlu memahami lebih dulu tentang jenis-jenis keyword karena hal ini akan membantu dalam merancang strategi yang lebih terarah sehingga kampanye menjadi lebih optimal dan tujuan kampanye dapat tercapai. 

 

 

Klasifikasi Berbagai Jenis Keyword

Tidak semua keyword dapat diklasifikasikan dalam satu kategori, melainkan ia dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa faktor seperti panjang pendeknya frasa yang digunakan, tingkat persaingan, dan tujuan penggunanya. 

 

Berdasarkan panjang frasa, keyword dapat dibagi ke dalam tiga kategori:

  • Short-tail keyword, merupakan keyword dengan kata atau frasa yang hanya terdiri dari satu atau dua kata saja. Contoh dari keyword jenis ini adalah “sepatu”, “makanan”, atau “tempat wisata” di mana hanya frasa yang digunakan sangat pendek dan tidak spesifik dalam menjelaskan tentang apa yang dicari.
  • Mid-tail keyword merupakan keyword yang terdiri dari tiga atau empat kata singkat, misalnya seperti “sepatu olahraga”, “makanan enak”, atau “tempat wisata rekomendasi”. Keyword ini sendiri cukup singkat, namun hasil yang ditampilkan akan sedikit lebih spesifik bila dibandingkan dengan short-tail keyword.
  • Long-tail keyword merupakan keyword yang terdiri dari gabungan lima atau lebih kata atau frasa sehingga membentuk hampir satu kalimat utuh. Contoh dari jenis keyword ini adalah “sepatu olahraga untuk wanita harga terjangkau”, “makanan enak rekomendasi di Jakarta Selatan”, atau “tempat wisata yang sepi di Bali”. Karena ia lebih panjang, maka keyword ini dapat memberikan hasil pencarian yang jauh lebih spesifik dibandingkan dua keyword sebelumnya.

 

Berdasarkan tingkat persaingannya, keyword dapat dibagi ke dalam dua kategori:

  • Kompetitif berarti keyword tersebut sering dicari oleh banyak orang. Ketika Anda bersaing menggunakan keyword ini, maka menjadi hal yang wajar bagi brand baru atau brand dengan aktivitas marketing yang kecil untuk memiliki peringkat yang lebih rendah di hasil pencarian, mengingat persaingannya yang ketat. Beberapa contoh keyword yang kompetitif adalah “sepatu”, “baju”, atau “makanan” mengingat semuanya dikonsumsi dan dicari oleh banyak orang di berbagai tempat. Bila produk yang hendak dipasarkan memiliki jenis keyword yang kompetitif, maka tim perlu memiliki konten yang relevan atau strategi lain yang dapat menonjolkan value dari produk dan yang membedakannya dengan produk lainnya. Optimasi judul dan meta deskripsi, perbanyak backlink, maupun penggunaan berbagai teknik SEO lainnya juga dapat membantu menaikkan peringkat produk.
  • Non-kompetitif adalah keyword yang kurang dicari orang-orang sehingga produk memiliki peluang yang lebih tinggi untuk muncul di peringkat teratas suatu mesin pencari. Hal ini dapat terjadi karena istilah ini jarang digunakan atau dicari banyak orang sehingga tingkat kompetisinya juga tidak terlalu ketat, namun tetap dapat memberikan manfaat yang besar terutama jika dikelola dengan baik. Beberapa contohnya adalah “ide dekorasi kamar tidur anggaran minimalis”, “cara membuat kerajinan tangan untuk anak 8-10 tahun, atau “tempat hiking sepi di daerah Jawa Timur”. Tidak banyak yang mencari hal-hal yang kurang umum dan terlalu spesifik, namun hal tersebut juga membuka peluang bagi produk atau brand yang pintar memanfaatkan celah tersebut.

 

Berdasarkan tujuan pengguna, keyword dapat dibagi ke dalam tiga kategori:

  • General atau keyword yang digunakan untuk mencari penjelasan atas suatu informasi. Contohnya adalah keyword seperti “apa itu sepatu”, “resep makanan enak”, atau “tips liburan budget rendah”. Melalui keyword seperti ini, jelas bahwa pengguna hanya ingin mencari informasi tanpa ada maksud atau aksi lanjutan darinya.
  • Navigational adalah keyword yang digunakan untuk menemukan website atau brand tertentu, di mana biasanya pengguna juga sudah mengetahui website tujuannya. Contoh dari keyword ini adalah “toko sepatu online” atau “resep makanan enak di Youtube” yang akan mengarahkan pengguna langsung ke website tertentu.
  • Transaksional biasanya digunakan untuk mencari hal-hal yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi jual beli secara online. Contoh dari keyword ini adalah “beli sepatu olahraga”, “checkout tiket kereta api”, atau “pesan kamar hotel untuk liburan” di mana masing-masing dapat mengarahkan pengguna untuk melakukan transaksi sebagai aksi lanjutan dari hasil pencarian mereka.

 

Selain beberapa kategori tersebut, keyword juga dapat disesuaikan berdasarkan tren, cuaca, atau musim. Selain itu, keyword juga dapat sangat terpengaruh oleh faktor eksternal seperti lokasi atau bahasa yang digunakan. Pemilihan kategori yang tepat dapat disesuaikan sesuai dengan target atau tujuan dari kampanye yang dilakukan. Misalnya, jika target audiens luas, maka dapat menggunakan keyword yang informatif atau navigasi. Sementara itu, jika ingin meningkatkan penjualan, dapat menggunakan keyword yang lebih bersifat transaksional. 

 

 

4 Cara untuk Meningkatan Kemampuan Menemukan Keyword yang Tepat

Agar Anda atau tim digital marketing dapat menemukan keyword yang tepat untuk tiap aktivitas digital marketing yang diluncurkan, maka diperlukan latihan dan penyesuaian terus menerus mengingat tingkat keberhasilannya dapat berubah dari waktu ke waktu. Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan agar kemampuan menemukan keyword yang tepat bagi aktivitas digital marketing dapat semakin terasah.

 

Memahami cara berpikir pelanggan

Selalu pelajari bagaimana cara pelanggan menggunakan keyword ketika mencari suatu produk. Misalnya, apakah audiens akan berhenti di kata “sepatu olahraga” ataukah mungkin menjadi lebih spesifik “sepatu olahraga di range harga tertentu”, maka tim perlu menyesuaikan kampanye yang dilakukan dengan kebiasaan dari pelanggan yang menjadi audiens mereka. 

 

Gunakan detail yang cukup jelas

Keyword yang terlalu general berpotensi tidak menemui audiens karena cakupannya dapat menjadi sangat luas. Sementara itu, jika terlalu spesifik, akan mempersempit hasil pencarian dan produk berpotensi tidak dapat ditemukan oleh audiens. Karena itu, penting untuk mengukur detail keyword yang cukup agar suatu produk dapat ditemukan oleh audiens yang menjadi target pasar produk tersebut. Hal ini berarti penambahan lokasi, bahasa, atau kebutuhan sebagai keterangan tambahan juga berlaku.

 

Gunakan kata atau frasa yang efektif

Deskripsikan produk yang akan dipasarkan dengan keterangan yang jelas dan spesifik. Misalnya, “sepatu futsal” merupakan keyword general yang digunakan. Selanjutnya, Anda dapat menambahkan kata seperti “harga terjangkau”, “untuk anak”, atau bahkan menambahkan nama seri dari produk tersebut. Kata ini dapat menjangkau audiens secara langsung dan dengan efektif mengenalkan seperti apa produk tersebut.

 

Tempatkan lokasi secara bijak

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, lokasi memiliki peran yang cukup penting karena penambahannya akan mempersempit cakupan pencarian sekaligus menempatkan audiens secara spesifik berdasarkan lokasi tersebut yang akan meningkatkan tingkat relevansi antara produk atau brand dengan warga yang berada di wilayah tersebut.

 

Kesimpulan

Pemahaman mendalam terhadap penggunaan keyword dalam aktivitas digital marketing sangat dibutuhkan mengingat keyword bukan hanya fondasi dalam optimasi SEO untuk meningkatkan peringkat website, tetapi juga kunci kesuksesan dalam kampanye berbayar seperti Google AdWords. Karena itu, pemahaman tentang jenis-jenis keyword juga penting sebagai dasar penetapan strategi kampanye digital marketing yang lebih terarah. Terdapat empat cara praktis untuk meningkatkan kemampuan menemukan keyword yang tepat, termasuk pemahaman terhadap cara berpikir pelanggan, penggunaan detail yang jelas, kata atau frasa efektif, dan penempatan lokasi yang bijak. Dengan menerapkan strategi ini, kemampuan menemukan keyword yang tepat dapat ditingkatkan, memastikan kesuksesan dalam strategi digital marketing dan mencapai tujuan bisnis secara efektif.

 

Ingin tahu info menarik seputar dunia IT lainnya? Kunjungi roketin.com

Other Insights
Share This Story: