Apa Itu Bug? Jenis, Penyebab, dan Cara Mencegah Munculnya Bug

Technology19 Oct 20225 Minutes
apa itu bug

Apabila melihat pengertian ‘bug’ dalam bahasa Inggris secara harfiah, maka ia dapat diartikan sebagai serangga. Namun, dalam konteks pengembangan software, bug dimaknai sebagai error, cacat, atau kesalahan dalam desain, pengembangan, atau pengerjaan dalam pengembangan software yang menyebabkan hasil yang tidak sesuai atau berjalan di luar dugaan pengembang tanpa disengaja. Adapun penggunaan istilah bug ini diawali oleh kejadian yang dialami oleh Grace Murray Hopper pada 9 September 1947, saat computer Harvard Mark II yang ia gunakan mengalami kerusakan secara tiba-tiba. Saat itu, Grace menemukan bahwa penyebab dari kerusakan tersebut adalah serangga ngengat yang tersangkut dan bersarang di computer tersebut hingga menyebabkan gangguan. 

 

Beberapa contoh kasus yang disebabkan oleh error yang terjadi akibat adanya bug antara lain seperti aplikasi menjadi hang, tampilan layar menjadi hitam atau biru, hingga aplikasi yang tiba-tiba menutup sendiri tanpa pertanda apapun sebelumnya. Tentunya, keberadaan bug ini cukup mengganggu para pengguna software atau aplikasi. Namun, resiko yang paling berbahaya dari bug adalah resiko keamanan. Bug kerap kali digunakan oleh para hacker untuk membuat celah keamanan yang memungkinkan mereka untuk membobol sistem dan mencuri atau mengakses data pengguna aplikasi atau software tanpa izin. 

 

Lalu, apa saja jenis-jenis bug yang lazim ditemui dalam pengembangan suatu software atau aplikasi? Beberapa jenisnya antara lain sebagai berikut:

 

Arithmetic bug

Arithmetic bug biasa disebut juga sebagai error yang terjadi karena adanya kesalahan kalkulasi dalam kode yang mengakibatkan perlambatan proses, crash, hingga hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Kesalahan ini dapat disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan kualitas penyimpanan data, algoritma yang tidak stabil secara numerik, atau perhitungan oleh bahasa koding dari software yang berbeda.

 

Interface bug

Interface bug dapat terjadi ketika sistem yang tidak kompatibel terhubung ke komputer. Berdasarkan pengertian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa bug ini muncul sebagai akibat dari adanya hardware, software, atau elemen lain seperti API yang tidak sesuai atau tidak kompatibel untuk digunakan pada software sehingga berakibat pada kegagalan eksekusi software.

 

Logic Bug

Logic bug merupakan error yang terjadi saat logic dari skrip justru mengakibatkan program menghasilkan informasi yang salah sehingga perintah yang dijalankan justru tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh pengembang. Salah satu contohnya adalah infinite loop di mana sebuah kode atau instruksi terus berulang tanpa henti. 

 

 Syntax bug

Syntax bug muncul karena adanya kesalahan pada penulisan kode pada software atau aplikasi yang dibuat. Sekalipun terdapat kesalahan hanya pada satu karakter, hal tersebut dapat sangat berpengaruh pada sistem yang dibuat. 

 

Teamwork bug

Teamwork bug dapat muncul ketika terdapat miskomunikasi pada programmer. Salah satu contohnya adalah ketika terdapat perbedaan di antara dokumentasi produk dengan produk itu sendiri. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh comment yang tidak tepat atau tidak terpakai yang justru digunakan untuk mendeskripsikan kode. 

 

 

Jenis-jenis bug seperti pada contoh di atas memiliki beberapa penyebab karena adanya human error. Adapun beberapa penyebab human error yang memicu terjadinya bug antara lain sebagai berikut:

 

Komunikasi di dalam tim yang kurang baik

Dalam sebuah pengembangan software, komunikasi menjadi kunci dalam proses pengerjaan. Hal ini berkaitan dengan pengembangan software yang biasanya dilakukan oleh banyak orang dan melibatkan berbagai pihak dengan peran yang berbeda-beda. Karena itu, diperlukan komunikasi yang baik antara satu sama lain. Sebagai contoh, seorang programmer menemukan sebuah bug kecil namun tidak melaporkan hal tersebut pada yang lain, maka bug tersebut dapat menjadi masalah yang lebih besar dalam pengembangan berikutnya. 

 

Dokumentasi yang kurang baik saat ada perubahan pada kode

Dalam pengembangan sebuah software, akan terdapat banyak perubahan dalam proses pengembangannya. Hal ini menuntut programmer untuk mendokumentasikan berbagai perubahan tersebut dengan baik. Apalagi, software dikembangkan oleh banyak programmer dengan peran yang berbeda. Alhasil, dokumentasi dari setiap perubahan kode tersebut wajib untuk dilakukan agar tidak terjadi kebingungan antar anggota tim yang memungkinkan terjadinya bug. Apalagi, tiap kode yang digunakan dalam dunia pemrograman dapat menghasilkan output yang berbeda.

 

Software yang kompleks dan deadline yang sempit

Kompleksitas dalam pengembangan software berbeda-beda tergantung pada seberapa banyak fungsi dan fitur yang ingin dikembangkan dalam software tersebut. Kompleksitas ini dapat membuat programmer salah dalam menyusun kode untuk program dalam software tersebut. Hal ini dapat diperparah pula apabila deadline pengerjaan terlalu singkat yang memungkinkan programmer tidak dapat memeriksa secara lebih teliti tentang susunan kode yang digunakan atau terbatasnya waktu yang dapat digunakan untuk testing produk.

 

Aplikasi pihak ketiga yang tidak kompatibel

Dalam pengembangan software, programmer kerap kali menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti plugin atau API yang diharapkan mampu menghemat waktu pengerjaan. Namun, hal tersebut juga dapat meningkatkan resiko terjadi bug apabila aplikasi tersebut tidak memiliki kompatibilitas dengan software yang tengah dikembangkan.

 

 

Setelah mengetahui penyebab human error yang memungkinkan terjadinya bug, maka perlu diperhatikan juga beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghindari resiko terjadinya bug. Beberapa cara menghindari bug tersebut adalah:

 

Perbaiki alur komunikasi tim

Langkah pertama yang dapat dijalankan untuk mencegah terjadinya human error adalah memperbaiki alur komunikasi dalam tim. Alur komunikasi yang baik dapat mengurangi miskomunikasi yang mungkin terjadi sehingga dapat mencegah terjadinya bug akibat human error. Adapun beberapa hal yang dapat dicoba untuk memperlancar komunikasi seperti pemberian informasi yang jelas, penginformasian yang baik mengenai temuan bug, hingga diskusi yang baik saat mengembangkan software.

 

Menggunakan Agile Methodology dan platform kolaboratif

Agile Methodology memungkinkan terjadinya pengembangan secara terus-menerus di mana tiap fase pengembangan berbeda dengan fase sebelumnya. Penggunaan metode ini dapat memperkecil kemungkinan muncul bug pada software karena akan banyak pengecekan ulang di tiap fase. Selain itu, gunakan juga platform yang memungkinkan anggota tim untuk bekerja secara kolaboratif seperti Trello atau Asana. Platform tersebut memungkinkan anggota tim untuk melacak alur perubahan yang terjadi secara real-time tanpa perlu saling menunggu antar anggota.

 

Rajin melakukan testing

Testing yang rutin dilakukan dapat membantu tim untuk mendeteksi bug dengan lebih cepat, sehingga hal ini dapat membantu tim untuk memperbaiki masalah tersebut lebih awal. Testing sendiri biasanya dibagi menjadi dua tahap, yaitu alpha testing untuk menguji fungsionalitas software dan beta testing untuk memastikan software siap digunakan.

 

Kesimpulan

Proses pengembangan software tidak selalu dapat berjalan dengan mulus. Seringkali timbul error bernama bug yang membuat software tidak dapat berjalan sesuai keinginan programmer. Beberapa bug yang lazim ditemukan antara lain arithmetic bug, interface bug, logic bug, syntax bug, hingga teamwork bug. Terlepas dari penyebab terjadinya bug tersebut, terdapat beberapa human error yang dapat memicu terjadinya bug seperti kurangnya komunikasi, dokumentasi yang kurang baik, kompleksitas software dan deadline yang sempit, hingga aplkasi pihak ketiga yang tidak kompatibel untuk digunakan. Karena itulah, perlu dilakukan langkah pencegahan seperti memperbaiki komunikasi dalam tim, penggunaan agile methodology dan platform kolaboratif, hingga rajin melakukan testing sebelum meluncurkan software.

 

Ingin tahu lebih banyak mengenai informasi menarik seputar dunia IT? Kunjungi roketin.com sekarang!

Other Insights
Share This Story: