
Pada era digital ini, berbagai aktivitas manusia tidak dapat dilepaskan dari penggunaan teknologi, mulai dari komunikasi menggunakan aplikasi chating, absensi online saat masuk kantor, hingga kegiatan jual beli dengan menggunakan dompet digital atau QR code. Namun, apakah Anda sadar bahwa di balik berbagai teknologi yang membantu aktivitas sehari-hari tersebut terdapat keterlibatan Artificial Intelligence di baliknya?
Artificial Intelligence atau yang biasa disingkat AI adalah teknologi kecerdasan buatan yang ditambahkan pada suatu sistem yang dirancang agar ia dapat melakukan peniruan atas cara manusia bekerja sehingga nantinya dapat digunakan untuk membantu berbagai aktivitas manusia. Kecerdasan pada sistem ini berupa input data eksternal yang nantinya akan ditafsirkan dan dipelajari oleh sistem, sebelum pada akhirnya ia dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan lewat rasionalisasi dan pengambilan keputusan dengan peluang terbaik.
Pada prakteknya, sistem AI bekerja dengan cara memproses data dalam jumlah besar. Data tersebut akan diolah dan dianalisis oleh sistem dengan cepat sebelum kemudian ditemukan pola, fitur, atau korelasi antar data yang dapat digunakan untuk berbagai hal mulai dari pencarian informasi hingga prediksi suatu keadaan di masa depan. Salah satu data penting yang turut memengaruhi cara kerja AI adalah algoritma.

Adapun, AI juga menjadi bidang studi yang dapat dikelompokkan kembali dari berbagai metode dan teknologi yang digunakan, serta tujuan pengembangannya. Beberapa bidang tersebut berdasarkan metode dan tujuannya antara lain:

AI sudah banyak diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, mulai dari kehidupan sehari-hari, industri, bisnis, keuangan, hingga ilmu kedokteran. Beberapa contoh penerapan AI dalam kehidupan antara lain adalah:
Istilah virtual assistance mengacu pada tujuannya yaitu membantu manusia dalam melakukan aktivitas layaknya asisten pribadi. Dalam menggunakannya, Anda cukup memanggil Siri dan menyebutkan keperluan Anda. Pada saat bersamaan, virtual assistance akan mencari data dan memberikan respons atas permintaan Anda. Contoh virtual assistance ini adalah Siri yang digunakan pada perangkat iOS.
Chatbot merupakan jenis AI yang dapat mengenali kata, kalimat, atau frasa dan memberikan jawaban pada pengguna lewat kemampuannya itu. Chatbot memang tidak menawarkan jawaban pasti, melainkan alternatif jawaban terbaik bagi pertanyaan atau permintaan yang diajukan. Namun, ia sangat berguna untuk memberikan informasi dan membantu dalam pengambilan keputusan. Apalagi, chatbot juga terus dikembangkan menjadi semakin canggih dalam beberapa waktu ke belakang. Salah satu chatbot yang ramai diperbincangkan adalah ChatGPT yang dikembangkan oleh OpenAI, di mana tingkat kecanggihan dan akurasinya yang tinggi membuat Google menganggapnya sebagai ancaman bisnis yang nyata bagi korporasi dalam waktu dekat.
Sistem pengenalan wajah atau face recognition sangat berguna bagi fungsi keamanan di dunia virtual. Pada contoh yang sederhana, Anda dapat menemukannya lewat fitur Face ID pada ponsel iPhone. Ia akan menempatkan titik-titik inframerah tidak terlihat pada wajah dan memungkinkan ponsel terbuka hanya oleh wajah yang dikenali oleh ponsel. Tentunya, sistem ini sangat berguna di berbagai bidang keamanan lainnya seperti bidang pengamanan dan perbankan.
Instant message dapat ditemukan pada berbagai aktivitas, misalnya ketika Anda salah mengetik pada ponsel dan sistem akan membenarkan tulisan tersebut secara otomatis atau autocorrect. Anda juga dapat menemukan contohnya pada akun Gmail Anda yang akan secara otomatis menyortir apakah suatu pesan termasuk spam atau bukan. Bahkan, Anda juga dapat menemukan sistem yang memungkinkan Anda untuk mengirimkan banyak e-mail pada satu waktu yang telah dijadwalkan secara bersamaan. Hal-hal tersebut merupakan penerapan AI lewat metode natural language processing.
Penerapan AI pada aplikasi perbankan merupakan salah satu inovasi besar yang berguna tidak hanya bagi pihak bank, melainkan juga pada keamanan nasabah. Teknologi AI digunakan untuk memberikan verifikasi terhadap transaksi yang dilakukan untuk mencegah pihak tidak bertanggung jawab menggunakan dana nasabah. Selain itu, ia juga dapat memberikan peringatan jumlah saldo atau pembelian menggunakan kartu kredit.
Pada awal kemunculannya, AI mendapat sorotan karena adanya anggapan bahwa penggunaannya mungkin akan memicu bahaya yang tidak dapat dikontrol manusia karena ia akan dapat berkembang dan mendesain ulang diri mereka sendiri. Bahaya ini dapat berkembang lebih jauh apabila ia diterapkan pada bidang militer. Selain itu, dikhawatirkan pula AI yang terlalu berkembang akan menggantikan posisi manusia pada berbagai jenis pekerjaan.
Namun, perlu diingat pula bahwa manusia banyak terbantu karena keberadaan AI. Sadar atau tidak, kualitas hidup sehari-hari manusia dapat meningkat karena adanya AI yang membantu dalam penyelesaian masalah manusia mulai dari yang paling mudah hingga yang paling rumit. Selain itu, para ahli yang mengembangkan AI juga yakin bahwa AI tidak akan menggantikan manusia, melainkan hanya meningkatkan fitur atau layanan dari produk yang dikembangkan manusia.
Kesimpulan
Artificial Intelligence atau AI adalah teknologi kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu berbagai aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ia juga bidang keilmuan kompleks yang dalam prakteknya dapat dibagi ke dalam beberapa bidang yang lebih spesifik. Beberapa kegunaan dari AI antara lain sebagai virtual assistance, chatbot, face recognition, instant message, dan m-banking. Walaupun tingkat keamanan dan kemungkinannya merebut posisi manusia sempat dikhawatirkan, namun AI dapat membantu meningkatkan kualitas hidup manusia lewat manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
Ingin tahu info seputar dunia IT lebih banyak? Kunjungi roketin.com