9 Prinsip Hirarki Visual yang Perlu Diperhatikan Seorang Designer

Mobile Apps26 Jun 20245 Minutes

Hierarki visual memegang peranan penting dalam proses desain visual seorang UI Designer, Product Designer, hingga UX Designer. Ini karena prinsip-prinsipnya memungkinkan designer untuk mengarahkan perhatian pengguna secara efektif serta memahami informasi dengan cepat dan mudah.

Hirarki visual adalah prinsip dalam desain yang mengatur elemen-elemen visual berdasarkan tingkat kepentingannya. Tujuannya adalah untuk mengarahkan perhatian pengguna ke informasi yang paling penting terlebih dahulu, sehingga mereka dapat memahami desain dengan cepat dan mudah.

Tanpa hirarki visual yang jelas, desain akan terlihat membingungkan dan sulit dinavigasi. Pengguna berisiko tidak mengetahui apa yang harus mereka fokuskan terlebih dahulu, dan mereka mungkin kesulitan menemukan informasi yang diinginkan. Adapun prinsip hirarki visual yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

1. Ukuran dan Skala

Dalam dunia desain, ukuran merupakan salah satu alat paling ampuh untuk menciptakan hirarki visual. Hal ini dikarenakan mata manusia secara alami tertarik pada objek yang lebih besar. Bayangkan saja saat kamu membuka koran. Judul berita utama, yang dicetak dengan huruf besar dan tebal, akan langsung menarik perhatianmu. Hal ini karena ukurannya yang menonjol membuatnya menjadi elemen dominan pada halaman.

Karena efektif untuk menarik perhatian, elemen yang berukuran besar seharusnya membawa pesan yang paling penting. Hal ini bertujuan untuk membantu audiens memahami informasi utama dengan cepat dan mudah.

2. Warna dan Kontra

Prinsip penting berikutnya dalam hierarki visual adalah warna dan kontras. Perpaduan tepat antara kontras dan desain akan membuat satu elemen terlihat menonjol secara alami, seperti bintang yang bersinar di langit malam. Berikut beberapa hal yang dapat dijadikan patokan untuk menciptakan kontras:

  • Gunakan warna hangat (merah, oranye, kuning) pada elemen yang ingin ditonjolkan. Warna-warna ini secara alami menarik perhatian mata, sehingga pengguna akan langsung tertuju pada elemen penting.
  • Padukan warna hangat dengan latar belakang berwarna dingin (biru, hijau, ungu). Perbedaan temperatur warna ini akan semakin mempertegas elemen yang ingin Anda highlight.
  • Hindari penggunaan kontras berlebihan. Terlalu banyak warna mencolok justru akan membuat desain terlihat membingungkan dan mengaburkan elemen penting.
  • Gunakan kombinasi warna secara konsisten di seluruh desain untuk menciptakan keselarasan dalam desain serta memudahkan pengguna dalam memahami informasi.

3. Hirarki Tipografi

Hirarki tipografi merupakan sistem pengaturan elemen teks dalam desain dengan tujuan untuk menciptakan urutan visual yang jelas. Dengan begitu, teks dapat lebih mudah dibaca dan dipahami, pembaca tidak akan merasa lelah atau bingung saat mencoba memahaminya.

Ukuran font adalah salah satu cara paling efektif untuk menunjukkan hirarki dalam desain. Elemen teks yang lebih penting biasanya menggunakan ukuran font yang lebih besar, sedangkan elemen yang kurang penting menggunakan ukuran font yang lebih kecil. Lalu, elemen teks yang lebih penting dapat menggunakan font yang lebih tebal untuk menonjolkan tampilannya.

4. Proximity

Kedekatan (proximity) dalam desain merujuk pengelompokan elemen desain berdasarkan hubungan dan fungsinya, dengan memanfaatkan jarak dan warna sebagai alat bantu. Ruang kosong (whitespace) dipahami pula sebagai jarak antar elemen yang tidak terisi oleh elemen lain. Sementara alat bantu warna merujuk pada penggunaan shade warna yang sama atau kontras untuk menandakan hubungan antar elemen.

Elemen desain yang serupa dan berdekatan dianggap memiliki hubungan erat, seperti sekelompok orang yang saling berinteraksi dan terhubung satu sama lain. Hal ini membantu pengguna dalam memahami informasi dengan lebih cepat dan mudah. Sebaliknya, elemen yang ditempatkan terpisah dianggap tidak memiliki hubungan dan masuk dalam kategori yang berbeda.

5. Ruang Kosong

Ruang kosong, atau yang juga dikenal sebagai "negative space", adalah area kosong di sekitar konten dan elemen fungsional pada sebuah halaman. Fungsi utama ruang kosong adalah memberikan ruang bernafas pada desain dengan mengurangi jumlah teks dan elemen fungsional yang dilihat pengguna secara bersamaan.

Pemanfaatan ruang kosong dapat ditemukan dalam berbagai elemen UI, misalnya paragraf, tombol, ikon, gambar, dan lain-lain. Sebagai catatan, warna, pola, atau tekstur apapun dapat digunakan sebagai ruang kosong dalam desain, wujudnya tidak harus selalu berwarna putih.

6. Rule of Third

Rule of Thirds merupakan salah satu prinsip hirarki visual yang paling terkenal, sekaligus teknik fotografi yang sudah sangat umum digunakan. Prinsip ini membantu fotografer dalam menghasilkan komposisi gambar yang seimbang dan menarik dengan cara membagi bidang fotonya menjadi tiga bagian, baik secara horizontal maupun vertikal, sebelum memotret objek.

Dengan menempatkan elemen utama pada titik-titik perpotongan garis-garis pembagi, gambar akan terasa lebih seimbang dan tidak monoton. Tidak hanya itu, ini akan mempermudah Anda untuk mengarahkan mata pengamat ke elemen utama dalam foto. Komposisi yang dihasilkan pun akan lebih dinamis dan menarik karena objek tidak selalu diletakkan di tengah.

7. Alignment

Alignment memegang peranan penting dalam mengarahkan mata pengguna untuk fokus pada elemen-elemen penting dalam sebuah desain. Elemen yang disusun dengan alignment dapat membantu pengguna memahami informasi dengan cepat dan mudah, serta meningkatkan estetika desain.

Apabila alignment dibuat horizontal, vertikal, atau diagonal, akan tercipta alur visual yang membantu mata pengguna bergerak dengan lancar di sepanjang desain. Alur visual ini dapat mengarahkan pengguna ke elemen-elemen penting, seperti judul, tombol, atau informasi utama. Lalu, mensejajarkan elemen yang serupa secara visual akan membuat kelompok dan membantu pengguna memahami hubungan antar elemen. Misalnya, elemen menu yang sejajar secara horizontal menunjukkan bahwa mereka memiliki fungsi yang sama.

8. Repetisi

Sama seperti kontras yang menonjolkan dan menarik perhatian ke elemen desain tertentu, repetisi (pengulangan) membangun kesatuan (unity) yang meningkatkan pemahaman serta pengenalan. Ini dapat dilakukan dengan mengulangi penggunaan beberapa elemen seperti font, warna, bentuk, atau ukuran di seluruh komposisi. Repetisi ini akan membantu mendefinisikan hierarki visual dari desain apapun.

Ambil contoh artikel di sebuah website, desain halaman diatur sedemikian rupa sehingga badan teks menggunakan satu jenis font, judul bab menggunakan font lain, dan catatan kaki menggunakan font yang berbeda lagi - semuanya konsisten di seluruh publikasi. Pengulangan gaya ini menciptakan karya yang kohesif dan terlihat sebagai sebuah kesatuan.

9. Garis Menandakan Gerakan

Gerakan (movement) adalah salah satu cara paling efektif untuk menarik perhatian audiens, terutama ketika diterapkan pada desain statis. Sederhananya, garis secara gamblang dapat menunjuk ke objek penting, seperti fungsi panah.

Namun, garis ini tidak harus selalu hadir secara fisik untuk mencapai tujuan tersebut. Kehadirannya dapat dibuat tersirat, misalnya saja dengan menyusun elemen yang berulang untuk mengarahkan pandangan mata ke suatu arah tertentu. Opsi lainnya adalah memposisikan objek berdekatan untuk menciptakan jalur imajinasi yang memandu pandangan mata pemirsa.

Untuk mempelajari informasi menarik lainnya seputar desain dan industri IT/website, Anda bisa langsung mengeceknya di @roketincom.

Other Insights
Share This Story: