
Keberhasilan mobile apps tidak hanya dilihat dari fungsinya, tetapi juga dari desain yang ditawarkan serta kemudahan interaksinya. Ini karena idealnya, sebuah aplikasi harus dapat menciptakan pengalaman pengguna yang intuitif, menarik, dan mudah digunakan. Dengan begitu, pengguna akan lebih lama menggunakan aplikasi, dan pada akhirnya peluang konversi pun akan meningkat.
Namun, menciptakan aplikasi yang memiliki ketiga elemen tersebut, yaitu fungsionalitas, desain menarik, dan kemudahan interaksi, bukanlah hal yang mudah. Diperlukan perencanaan yang matang, proses pengembangan yang cermat, dan pengujian yang menyeluruh untuk memastikan aplikasi benar-benar memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pengguna.
Terkait kemudahan interaksi, ada beberapa elemen penting yang wajib dipahami oleh desainer ketika mengembangkan aplikasi mobile. Berikut penjelasan lengkap terkait elemen-elemen tersebut:
1. Alur yang Sederhana dan Mudah

Salah satu kesalahan dasar dalam pembuatan aplikasi adalah membuat alur interaksinya terlalu rumit. Akibatnya, pengguna cenderung merasa bingung di awal membuka aplikasi dan kemungkinan besar akan segera meninggalkannya.
Alur interaksi yang rumit merujuk pada kemudahan pengguna dalam menggunakan fitur di dalam aplikasi. Desainer harus menggunakan warna kontras untuk menandai tombol penting, tipografi tebal untuk penekanan jika diperlukan, serta petunjuk visual untuk mengarahkan pengguna ke arah yang diinginkan. Tidak hanya itu, sistem aplikasi juga harus logis dengan pola berulang di dalamnya yang membuat pengguna dapat menggunakan aplikasi secara intuitif ketika sudah terbiasa.
2. Menyesuaikan Interaksi dengan Platform
Apabila Anda berencana mengembangkan aplikasi lintas platform, maka pertimbangkanlah sistem operasi setiap platform yang tentu akan berbeda. Luangkan waktu Anda secara khusus untuk mempelajari perbedaan-perbedaan seperti ini agar aplikasi yang dikembangkan dapat kompatibel dengan semua platform.
Sebagai contoh, sistem iOS yang berfokus pada kesederhanaan dan kemudahan penggunaan membuatnya tidak memiliki tombol back manual. Berbeda dengan sistem Android yang menghadirkan tombol back manual sebagai opsi interaksi untuk kembali ke laman sebelumnya.
3. Terapkan Prinsip Clean UI
Layar perangkat yang kecil merupakan tantangan besar dalam desain UI. Sebagi desainer, Anda harus memutar otak untuk menampilkan semua konten dalam ruang yang terbatas tanpa membuat antarmuka pengguna menjadi penuh sesak. Hal ini sangatlah penting karena Clean UI (antarmuka pengguna yang bersih) akan membantu pengguna berinteraksi secara lebih efektif dengan aplikasi karena semua elemen inti mudah diakses.
Sebagai panduan untuk membuat desain seperti ini, berikut dua hal yang perlu Anda perhatikan:
4. Aplikasi Memiliki Pola Pengenalan
Seorang desainer bisa dikatakan berhasil ketika aplikasinya dapat digunakan secara intuitif oleh user. Ini artinya, desain UI harus mengandung pola pengenalan (recognition patterns), yakni elemen-elemen yang sudah familiar bagi pengguna dan memberikan petunjuk halus tentang cara kerja aplikasi. Sebagai contoh, untuk aplikasi shopping ada tombol keranjang untuk masuk ke daftar belanja.
Pastikan elemen familiar selalu ada dalam aplikasi dan menyatu dengan inovasi yang Anda buat agar pengguna tidak kewalahan dengan cara kerja aplikasi yang benar-benar asing. Efeknya, user akan lebih percaya diri untuk terus menggunakan aplikasi.
5. Fokus Pada Fitur Inti yang Fungsional
Mobile apps dengan cepat menjadi teknologi yang paling sering digunakan, tetapi layar ponsel yang kecil tidak dapat menampilkan banyak informasi sekaligus. Sebagai pembuat aplikasi, penting untuk mengingat hal ini. Lalu, pendekatan terbaik untuk mengatasi jebakan seperti ini adalah dengan menghilangkan sebanyak mungkin fitur yang tidak terlalu penting.
Cobalah untuk hanya menerapkan fitur inti dan fungsional yang akan membawa pengguna langsung ke tujuan yang mereka butuhkan. Jika suatu fungsi tidak penting, hapus saja dari desain yang dibuat. Kesederhanaan akan membantu pengguna untuk fokus pada tujuan utama aplikasi, membuatnya terlihat lebih fungsional untuk seluruh target pengguna. Karena itu, tidak perlu takut untuk menghilangkan fitur-fitur yang tidak penting dan mengganggu.
6. Jangan Abaikan Mode Landscape
Seringkali, para desainer hanya menguji coba aplikasi mereka dalam mode portrait (vertikal) saja. Padahal, kenyataannya pengguna juga bisa menggunakan aplikasi dalam mode landscape (horizontal). Bahkan, sebuah survey menunjukkan bahwa 30 persen pengguna cenderung mengoperasikan ponsel mereka dalam mode landscape. Oleh sebab itu, penting untuk mendesain antarmuka yang optimal pada kedua mode tersebut.
Beberapa jenis aplikasi yang lebih sering digunakan dalam mode landscape adalah sebagai berikut:
7. Jangan Membombardir Pengguna dengan Perizinan
Kesan pertama saat pengguna membuka aplikasi sangat penting untuk menentukan apakah mereka akan terus menggunakannya atau tidak. Ketika pengguna baru membuka aplikasi, hal terakhir yang mereka inginkan adalah dibanjiri oleh pop-up yang meminta izin akses. Misalnya, aplikasi ingin mengakses kamera, kontak, lokasi Anda, dan lainnya. Ini bisa membuat pengguna jengkel dan akhirnya malah menghapus aplikasi.
Aturlah agar pop-up permission hanya muncul ketika pengguna akan menggunakan fitur yang membutuhkan akses tersebut. Dengan begitu, mereka akan yakin bahwa akses tersebut memang dibutuhkan oleh aplikasi. Lalu, jelaskan juga dalam notifikasi yang muncul alasan aplikasi membutuhkan akses tersebut.
8. Masukkan Elemen Gamifikasi ke Dalam Aplikasi
Sistem interaksi seluler yang efektif harus ringkas dan jelas agar pengguna dapat menggunakannya dengan lancar. Namun, aplikasi standar terkadang kurang menarik perhatian pengguna. Solusinya? Tambahkan sentuhan permainan (gamifikasi) ke dalam aplikasi Anda.
Gamifikasi menggunakan elemen permainan seperti tantangan, papan skor, dan lencana untuk membuat pengguna lebih terlibat dengan aplikasi. Ini tidak hanya membuat navigasi aplikasi lebih jelas dan intuitif, tetapi juga dapat memberikan efek rasa senang pada user. Ini tidak harus rumit, Anda bisa memulainya dengan hal sederhana seperti:
Kesimpulan
Membangun aplikasi mobile yang sukses memang membutuhkan lebih dari sekadar fungsionalitas dasar. Pengalaman pengguna yang intuitif, menarik, dan mudah digunakan menjadi kunci untuk menarik dan mempertahankan pengguna. Oleh karena itu, ketika Anda mulai mendesain, pastikan untuk selalu melakukan pengujian sejak tahap awal. Ini akan membantu Anda untuk mengevaluasi bagaimana pengalaman pengguna yang diberikan oleh aplikasi secara langsung. Anda juga dapat memastikan ada atau tidaknya masalah dan bug dalam aplikasi.
Untuk mempelajari informasi menarik lainnya seputar industri IT dan website, astronaut bisa langsung mengeceknya di @roketinapp.