4 Value Utama Agile Methodology dan Penerapannya dalam Software Development

Technology30 Nov 20225 Minutes
pengembangan it

Agile Methodology merupakan salah satu metodologi software development yang paling sering digunakan di berbagai pengembangan proyek berbasis IT. Agile Methodology sendiri merupakan metodologi yang berdasarkan pada pengembangan secara berulang, di mana pengembangan tersebut akan menghadirkan inovasi dan solusi yang disebabkan oleh adanya kolaborasi dan kerja sama antar anggota tim dalam proses pengembangan. 

 

Agile menjadi populer karena kemampuannya yang memungkinkan tim untuk menghadirkan product value dalam waktu yang relatif singkat, namun dengan kualitas yang lebih baik. Bahkan, menurut data dari zippia.com, Agile digunakan oleh 71% perusahaan di Amerika Serikat dengan persentase kesuksesan hingga 1,5 kali lipat lebih baik daripada proyek yang menggunakan metodologi Waterfall. Selain itu, pertumbuhan pendapatan dan keuntungan dari perusahaan yang mengadopsi metodologi Agile juga dapat meningkat hingga 60%. Berdasarkan data tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Agile telah menjadi salah satu komponen kunci dalam pengembangan software oleh berbagai perusahaan.

 

Agile Methodology memiliki tujuan terkait kesuksesan pengembangan software mulai dari menghasilkan produk bernilai dan berkualitas tinggi, biaya yang lebih hemat, hingga manajemen tim yang lebih baik. Demi mewujudkan tujuan tersebut, Agile Methodology memiliki 12 prinsip utama yang tertulis dalam Agile Manifesto. Tidak hanya itu, terdapat pula 4 value atau nilai utama yang menjadi kunci dalam pengembangan software berbasis Agile. 

 

 

Value pada Agile merupakan empat nilai utama yang perlu diperhatikan saat bekerja menggunakan Agile Methodology dan tertulis pada Agile Manifesto. Keempat value ini berfokus pada cara untuk bekerja secara adaptif dan kolaboratif, memprioritaskan individu yang terlibat dibandingkan proses, dan menggunakan cara kerja yang dapat menghasilkan produk secepat mungkin. Adapun, keempat value tersebut adalah sebagai berikut:

 

Individuals and interactions over processes and tools

Pada Agile Methodology, manusia merupakan pusat dari Manifesto dan sumber daya paling utama dalam proses pengembangan. Oleh sebab itu, individu dan interaksi-interaksi yang terlibat di dalamnya patut mendapat perhatian lebih dalam Agile karena merekalah sosok yang akan menciptakan produk sesuai dengan visi perusahaan. 

Ingat, sebanyak apapun riset, secanggih apapun teknologi yang digunakan, atau sematang apapun persiapan, hal tersebut akan menjadi tidak berguna saat orang-orang yang terlibat dalam proyek tidak merasa cukup terlibat atau berpartisipasi.

 

Working software over comprehensive documentation

Pada metodologi software development tradisional seperti Waterfall, pengembang wajib menyeiapkan dokumentasi sebelum proses coding berlangsung terlalu jauh. Tetapi, Agile berbeda. Ia memprioritaskan product delivery. 

Dokumentasi memang bukan hal yang buruk, justru membantu sesama pengembang untuk melanjutkan produk yang sedang dikembangkan. Namun, ketika pengembang lebih fokus pada menghasilkan produk secepatnya untuk user, maka mereka bisa mendapatkan feedback langsung dari user pada saat proses pengembangan masih berlangsung. Hal ini dapat meminimalkan waktu pembuatan dan juga meningkatkan kualitas produk karena adanya interaksi langsung dengan user.

 

Customer collaboration over contract negotiation

Kembali pada value pertama, bahwa manusia merupakan aset terpenting dalam proses pengembangan berbasis Agile, maka value ketiga ini akan mengingatkan kembali terhadap hal tersebut. Tim pengembang akan dapat menghasilkan produk yang lebih baik apabila bekerja lebih dekat dengan calon user selama proses pengembangan. 

Selalu ingat, bahwa pada akhirnya merekalah yang akan menggunakan produk yang menjadi hasil dari proyek pengembangan tersebut. Karena itu, feedback dan kritik langsung dari user akan sangat berguna dalam proses pengembangan. User akan dapat memberikan insight berbeda yang mungkin tidak tercatat pada hasil riset. Bahkan, tim pengembang akan dapat menyelami lebih jauh mengenai keinginan dan kebutuhan dari user. Kolaborasi ini akan menghasilkan produk yang lebih baik dan berguna bagi pasar.

 

Responding to change over following a plan

Pada metodologi pengembangan tradisional seperti Waterfall, perubahan rencana merupakan hal yang sangat dihindari karena akan menambah waktu dan biaya pengembangan. Tetapi, Agile justru memandang perubahan rencana sebagai hal yang berbeda. Perubahan haruslah dipertimbangkan untuk terus dilakukan karena pada dasarnya, hal tersebut justru menambah nilai produk dalam jangka panjang. 

Ketika perubahan dianggap dapat memperlambat proses pengembangan, justru saat itu harusnya tim berbenah dan bereaksi lebih cepat terhadap perubahan tersebut. Tidak perlu terpaku pada rencana awal, apabila ada perubahan yang dapat dilakukan, maka hal tersebut bisa langsung ditambahkan saat itu juga. Karena itulah, tim pengembang yang menggunakan Agile Methodology perlu terbiasa dengan strategi pengembangan yang dinamis.

 

Perlu diingat, keempat value tersebut tidak harus diterapkan karena Agile bukanlah metodologi yang ketat terhadap peraturan. Pun, pada dasarnya keempat value tersebut bukanlah peraturan, melainkan seperangkat nilai yang dapat membantu tim pengembang untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas pengembang dalam pembuatan produk yang lebih efektif dan efisien.

 

Keempat value tersebut membuat tim yang menggunakan Agile Methodology menjadi lebih fleksibel dan adaptif terhadap perubahan. Selain itu, produk yang dikembangkan juga dapat diterima pasar dengan lebih baik karena segala perubahan yang terjadi akan dapat diantisipasi dan dimanfaatkan untuk pengembangan kualitas produk. Di samping itu, terdapat pula sedikit masalah yang mungkin dapat terjadi dalam proses pengembangannya seperti adanya miskomunikasi dan misinterpretasi. 

 

 

Sebagai metode yang menitikberatkan pada interaksi individu dalam prosesnya, hal-hal seperti miskomunikasi dapat terjadi ketika arahan tidak dapat disampaikan dan diterima dengan jelas. Selain itu, tingkat fleksibilitas yang tinggi juga berpotensi mengurangi fokus dari pengembang. Lalu, apa yang dapat dilakukan untuk menghindari hal-hal tersebut?

 

Berkomunikasi secara terbuka

Dalam penerapan Agile, diperlukan komunikasi yang terbuka agar segal informasi yang masuk dapat diterima sejelas mungkin. Karena itu, tingkat interaksi yang intens sangat dibutuhkan baik secara langsung maupun online. Selain itu, dengan keterbukaan dalam komunikasi, dapat meningkatkan transparansi dan rasa saling percaya dalam tim.

 

Mudahkan proses pengembangan

Proses pengembangan membutuhkan alat yang interaktif dan mudah dalam penggunaannya. Karena itu, gunakan alat atau teknologi yang sesuai dan dapat memudahkan kinerja tim. Proses yang lebih mudah juga akan membuat manajemen tim lebih baik.

 

Langsung kerjakan proyek

Alih-alih terpaku pada kontrak atau persyaratan lain, lebih baik segera lakukan proses pengembangan. Mempertimbangkan Agile Methodology yang lebih fleksibel dan praktikal, berbagai persyaratan dapat berubah di tengah jalan. Karena itu, cukup berfokus pada roadmap dan MVP sebagai patokan awal dan langsung kerjakan proyek pengembangan.

 

Integrasi dan deployment secara berkelanjutan

Proses integrasi dan deployment produk yang berkelanjutan akan membuat produk sampai pada user dengan lebih cepat dan efisien. Selain itu, turut memastikan pula bahwa kode antar anggota tim saling kompatibel satu sama lain, sehingga mengurangi potensi terjadi error atau bug.

 

Kesimpulan

Agile Methodology memiliki 4 value yang perlu diperhatikan agar sebuah proyek dapat sukses, yaitu individu dalam tim dan interaksinya, pengerjaan yang lebih penting dibanding dokumentasi, pentingnya kolaborasi dengan customer atau user, dan respon terhadap perubahan. Hal ini akan membantu dalam penerapan Agile Methodology pada suatu proyek, di mana penerapan tersebut membutuhkan komunikasi yang terbuka, kemudahan dan kecepatan dalam proses pengerjaan, dan integrasi dan deployment produk yang berkelanjutan.

 

Ingin tahu informasi menarik seputar dunia IT lainnya? Kunjungi roketin.com

Other Insights
Share This Story: